My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 55


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Mom sisipkan cerita Aera ya Readers🤗


Pov.Aera


Waktu bergulir begitu cepat, sudah lebih dari 4 tahun Aera meninggalkan profesi yang digeluti nya selama ini, bahkan dirinya sekarang sudah menetap kembali di Negara kelahirannya dan memilih membeli rumah sederhana yang dikumpulkan dari hasil kerja selama menjadi model di LN.


"Mami....mami..."...


Suara teriakan terdengar dari dalam sebuah kamar sederhana.


Seorang wanita nampak berlari tergopoh-gopoh saat mendengar suara teriakan yang dikenalinya.


"Ada apa sayang?"...


Tanya wanita yang hanya mengenakan daster sederhana bermotif bunga Lily dan langsung mendudukkan tubuhnya dipinggiran kasur busa yang dilapisi sprei bermotif spiderman.


"Aus mami"...


Ucap bocah kecil bermata biru dengan rambut pirangnya sambil mengusap kedua matanya.


"Mau minum susu apa mau minum air putih?"...


Tanyanya sambil mengulurkan kedua tangannya dan tersenyum lembut kepada bocah laki-laki berusia hampir 4 tahun itu.


"Num cucu mami"...


Ucap bocah itu sambil menerima uluran tangan maminya dan perlahan bangun dari tidurnya untuk duduk.


"Tunggu disini ya, mami buatkan axel susu, okey"...


Perlahan bocah tersebut menganggukkan kepalanya dan memandang maminya yang sudah beranjak dari duduknya untuk membuatkan sang putra sebotol susu.


Ya...wanita itu adalah Aera Pradisti mantan model dewasa yang dulu berkiprah di Negeri Paman Sam dan menjadi model terkenal namun itu dulu sebelum peristiwa 5 tahun lalu atau lebih tepatnya 5 bulan setelah peristiwa pemergokan dirinya oleh lelaki yang dicintainya.

__ADS_1


Mungkin memang nasib Aera saat itu kurang beruntung, karena pada saat Aera dan Mike melakukan hal terlarang mereka terpergok oleh istri Sah Mike.


Aera dan Mike menjadi bulan-bulannan istri selingkuhannya sekaligus putri pemilik agensi tempatnya bernaung dan dari situlah awal kehancuran karirnya hingga dirinya langsung memutuskan meninggalkan Negara yang banyak memberinya pelajaran baik dan buruknya tanpa tau bahwa pada saat itu ternyata dirinya sudah mengandung 3 bulan sebelum meninggalkan Negara tersebut, namun tidak ada yang mengetahui kehamilannya termasuk lelaki yang menanam benih dirahimnya, karena bagaimanapun ini semua karena ulahnya dan tidak ingin lagi berurusan oleh orang-orang yang dianggap masalalunya itu.


Penyesalan tentu ada yang namanya penyesalan namun Aera tidak menyesal saat ada nyawa hidup didalam rahimnya walaupun itu hasil dari perbuatan dosanya namun bayi didalam perutnya tidaklah berdosa karena dirinya lah yang menciptakan dosa itu sendiri.


Dan pada saat tiba di Negara kelahirannya, Aera memutuskan untuk pergi ke pinggiran kota dan membeli sebuah rumah sederhana, walau itu ada sebagian uang haram namun Aera bermaksud itu adalah uang sebagai nafkah untuk bayi dikandungannya dari ayah kandungnya karena memang dirinya harus berhemat apalagi saat tau ada nyawa yang harus dijaganya dan tidak memungkinkan dirinya bisa bekerja karena tidak akan ada yang mau menerima wanita hamil bekerja.


Aera ikhlas dengan jalan hidupnya dan menerima segala takdir yang digariskan untuknya hingga dirinya memantapkan hati untuk berubah menjadi ibu yang baik untuk anaknya dan tidak lagi memikirkan tentang pasangan hidup, karena menurutnya tak akan ada lelaki yang bakal mau menerima wanita hina seperti dirinya itu.


Axel Pradisti, bocah gembul dengan wajah khas bulenya kini berusia 3 tahun 10 bulan namun bocah tersebut sangat pintar dan bisa diberi pengertian.


Ya, Axel pernah bertanya tentang sosok papinya namun Aera menjawab jika sang papi telah pergi jauh dan tidak mungkin untuk kembali, sejak saat itulah Axel sudah tidak pernah lagi bertanya tentang papinya, yang dia tau papinya bernama Mike Alexander dan tidak tau bagaimana rupa sang papi.


Aera kembali masuk kedalam kamar bernuansa biru tersebut dan segera mendudukkan tubuhnya di sisi sang putra yang nampak berbinar saat dirinya membawa sebotol susu berwarna coklat tersebut.


Tangan mungil itu segera menjulur dan tentu hal tersebut membuat wanita berusia 30 tahun itu langsung memberikan botol untuk putranya.


Gluk...gluk...gluk...


Suara dari botol susu yang sudah disedot oleh Axel ketika sudah mencari posisi yang nyaman untuk meminum susu kesukaannya dan tentu posisi ternyamannya adalah dipangkuan sang mami, wanita yang tidak pernah memarahinya sama sekali.


Aera membelai lembut rambut pirang sang putra, dirinya tersenyum namun senyumnya adalah senyum kesedihan saat melihat betapa pintarnya putranya itu, Axel adalah jiwanya, pengobat lelahnya, dirinya sungguh tak memikirkan bagaimana nasibnya sendiri yang didalam fikirannya adalah bagaimana cara membahagiakan sang putra kedepannya nanti walau tanpa sosok seorang ayah dihidup Axel.


Ucapnya saat Axel memberikannya botol yang sudah kosong tersebut.


Axel menganggukkan kepalanya perlahan sambil terus memandang kearah sang mami.


"Ada apa sayang?"...


Tanya Aera kepada bocah bule yang masih memakai setelan piyama bermotif mobil tersebut.


"Mami, Acel indu papi"...


Ucapnya sendu.


Degh.


Jantung Aera rasanya berhenti berdetak saat mendengar ucapan putranya yang kini terucap kembali setelah hampir setahunan ini tidak didengarnya.


"Axel Rindu sama papi?"...

__ADS_1


Tanyanya ulang dengan nada suara yang tertahan seperti menahan tangis sambil memandang sendu sang putra yang kini masih berbaring dipangkuannya.


Axel menganggukkan kepalanya pelan.


"Maafin mami Axel, maaf"...


Lirihnya smdan saat itu pula airmatanya tak bisa lagi dibendung hingga tetesan airnya jatuh mengenai pipi Axel.


Axel segera bangun dari rebahannya dan langsung naik kepangkuan sang mami dan memeluknya.


"Aafin Acel mami, aaf"...


Ucapnya sambil ikut menangis dipelukan sang mami.


Aera menggeleng, putranya tidak salah, yang salah adalah dirinya, semua adalah salahnya.


Aera memegang kedua pundak Axel dan merenggangkan pelukan mereka, diusapnya lembu air mata yang mengalir dipipi chubby Axel hingga wajahnya memerah karena menangis.


"Dengar sayang, Axel nggak salah...yang salah mami, maafin mami...namun jika Axel rindu, Axel bisa berdoa, meminta pada Tuhan agar menitipkan rindu Axel untuk papi supaya papi bisa hadir dimimpi Axel"...


Ucapnya lembut dengan air mata yang masih mengalir dipipi wanita yang berpenampilan sederhana itu.


Axel menganggukkan kepalanya pelan entah paham atau tidak maksud dari maminya itu dan Axel langsung mengusap air mata maminya.


"Yuk....mandi, mami mau buka toko, nanti keburu siang"...


Ajaknya saat tangisnya sudah mereda.


Axel langsung menganggukkan kepalanya antusias dan segera turun dari pangkuan maminya untuk segera pergi kekamar mandi membersihkan dirinya.


Karena kegiatan membuka toko adalah hal yang paling disukainya sebab dirinya bisa melihat orang yang bergantian datang dan pergi ketoko maminya.


Aera tersenyum melihat tingkah sang putra, dirinya lantas melipat selimut Axel dan segera menuju kamar mandi untuk membantu Axel walau sebenarnya Axel sudah pandai mandi sendiri namun dirinya tidak tega jika membiarkan Axel sendirian dikamar mandi.


Aera memilih membuka usaha toko kelontong walau tidak besar setidaknya dengan membuka toko didepan rumahnya dirinya bisa mencari nafkah sambil mengawasi tumbuh kembang Axel, dengan sisa tabungan yang masih cukup setidaknya dia bisa memutar kembali uang itu tanpa bekerja diluar.


Hay hay...readers....maafkan mom yang baru bisa up yaaa✌✌✌


Like.


Vote.

__ADS_1


Gift.


😘😘😘


__ADS_2