My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 39


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Seminggu sudah berlalu sejak dimana dirinya memergoki wanita pujaannya sedang memadu kasih dengan pria lain dan setelah keluar dari hotel dirinya menyempatkan singgah ditaman tak jauh dari hotel tersebut, dibukanya ponsel yang ternyata terdapat panggilan tak terjawab dari wanita yang amat teramat mencintainya dengan tulus namun dirinya tidak langsung menghubungi wanita yang sudah melahirkannya kedunia ini.


Segera dirinya memblokir serta menghapus segala yang berhubungan dengan wanita tersebut karena dia tak ingin bayang-bayang masa lalu menghantuinya untuk kedepannya nanti.


Setelah melakukan hal tersebut entah mengapa hatinya sudah sedikit lega namun sepertinya luka yang ditorehkan wanita tersebut akan selalu membekas, namun dirinya sekarang hanya bisa berpasrah pada Sang Pembuat Hidup, memasrahkan segalanya dan akan mengikuti kemana takdir akan menuntunnya untuk menemukan cinta yang baru atau harus belajar lagi dan lagi untuk bersabar demi mendapatkan cinta yang tulus yang bisa mendampinginya kelak baik senang maupun susah hingga dihari tuanya.


Hari ini Tristan nampak sudah rapi dan sedang berada dibandara, bukan lagi untuk menjemput perempuan itu dan tak akan sudi lagi namun sekarang tujuannya adalah menjemput wanita yang paling berharga bagi hidupnya, wanita yang telah melahirkannya kedunia ini karena semalam mamanya menelfon jika akan berangkat hari ini untuk menemuinya.


"Ma"...


Tristan menggumam pelan saat melihat sesosok wanita yang sudah tidak lagi muda berada diatas kursi roda dengan didorong oleh seorang gadis namun didirinya tampak tidak mengenali gadis tersebut membuat Tristan mengerutkan keningnya.


"Maa..."...


Sapa Tristan seraya menghampiri wanita paruhbaya yang tengah tersenyum padanya.


"Gimana kabar mama?"...


Tanya Tristan setelah mencium tangan wanita yang telah melahirkan dirinya sambil memeluk tubuh ibunya yang tetap setia duduk diatas kursi roda.


"Mama baik Tris, kamu gimana nak...sehat?"...


Tanya mama tari sambil mengelus lembut punggung putranya yang terlihat baik-baik saja bahkan tentang kandasnya hubungan Tristan dengan Aera wanita paruhbaya tersebut tidak mengetahui sama sekali.

__ADS_1


Tristan lalu melonggarkan pelukannya dan menatap wajah wanita yang sudah nampak sedikit keriput, diusapnya dengan kasih sayang wajah yang selalu dirindukannya sebab sudah beberapa tahun harus berpisah tempat dan bisa dihitung menggunakan jari dalam setahun mereka dapat berkumpul seperti hari ini namun sayang papa sambungnya tidak dapat ikut dikarenakan tugas sebagai seorang guru apalagi papanya menjadi seorang wali pada kelas 9 disalah satu Sekolah Negeri didesa tempat mama dan papanya tinggal sekarang.


"Tristan baik ma, seperti yang mama lihat"...


Jawabnya


Sedangkan seorang gadis masih menatap kagum pada lelaki yang masih berinteraksi dengan bude tiri nya itu, dari dulu lelaki itu tidak pernah berubah tetap mempesona namun sekarang jauh lebih menarik dengan tubuh atletisnya membuatnya seketika menerbitkan senyuman.


"Oh ya Tris, masih ingat dengan Indah anak dari adiknya mama"...


Mama Tari mencoba mengingatkan tentang siapa gadis yang bersamanya karena memang sebelum datang ke kota dimana putranya bertugas, mama tari sudah memberitahu jika akan datang bersama seseorang.


Tristan nampak memandang sekilas gadis cantik dan kalem tersebut namun setelahnya Tristan menggelengkan kepalanya pelan.


"Assalamualaikum mas Tris"...


"Waalaikum salam"...


Jawab Tristan namun dengan mimik seperti biasa terkesan datar dan cuek tapi Tristan tidak menyambut uluran tangan Indah sedangkan sang ibu nampak menggelengkan kepalanya melihat sifat sang putra yang belum berubah sama sekali.


Indah nampak kikuk saat mendengar jawaban datar dari lelaki yang pernah dikaguminya dulu dan segera menarik kembali tangan yang berada diudara tersebut sambil mengepalkan pelan namun tak ubahnya tetap menampilkan senyuman walau agak dipaksakan.


Karena baru kali ini ada lelaki yang tidak tertarik padanya dan oleh sebab itu dari dulu Indah selalu diam-diam memperhatikan kakak sepupunya tersebut.


Bahkan kini sepertinya kekaguman itu semakin bertambah saat melihat langsung lelaki yang sudah hampir 10 tahun tak pernah bertemu karena memang orang tua indah mengajak pindah dan baru beberapa minggu yang lalu mereka kembali dan membeli rumah tak jauh dari rumah budenya atau mama Tristan hal itu juga yang membuat Indah selalu berkunjung kerumah bude tirinya padahal sejak kecil hingga sebelum pindah Indah tidak pernah mau menginjakkan kaki dirumah budenya tersebut.

__ADS_1


Tristan kemudian mengambil alih untuk mendorong kursi roda mamanya namun tanpa diduga ternyata tangan Tristan tidak sengaja tersenggol tangan Indah tapi dia tidak merespon apapun dan terkesan cuek saja dan beranjak dari posisi mereka tadi sedangkan sang gadis nampak menegang saat kejadian tersebut namun tak lama dirinya mengukir senyuman manisnya sambil memegangi dadanya sendiri yang berdetak lebih cepat lantas berjalan mengikuti langkah kaki lebar dari lelaki yang sudah berada didepan sana.


Tristan mengemudikan mobil miliknya dan segera meninggalkan area parkir bandara tersebut dengan posisi dirinya berada didepan sendirian sedangkan mama serta gadis tersebut berada dikursi belakang walau tadinya Indah ingin sekali berada dikursi depan namun urung sebab melihat raut wajah Tristan yang tajam saat akan membuka handle pintu depan.


Hampir satu jam lamanya Tristan mengemudikan mobil miliknya dan kini tibalah mobil Tristan memasuki halaman rumahnya sendiri namun tadi saat melewati rumah gadis yang sudah lama tidak terlihat nampak seperti ada yang berbeda hingga membuatnya penasaran.


Tristan segera menarik tuas rem saat mobil sudah berhenti sempurna dan segera Tristan mematikan mesin mobilnya tersebut dan keluar dari dalam mobil untuk segera menurunkan kursi roda mamanya serta membuka pintu mobil untuk mamanya sendiri.


"Tris, Nak Lila ada dirumah kah?"...


Tanya sang mama saat melintas didepan rumah Lila dan melihat pintu rumah gadis kecil tersebut terbuka dan ada sebuah sepeda motor terparkir dihalaman rumah gadis tersebut.


Degh.


Tristan nampak menghentikan kegiatannya sejenak lalu melanjutkan lagi untuk mengangkat tubuh sang mama dan dipindahkan diatas kursi roda yang sudah siap digunakan untuk mamanya duduk.


Tristan hanya menggelengkan kepalanya pelan dan sang mama mengerutkan dahinya ketika melihat gelengan kepala putranya lantas menengok kearah samping dimana dirinya masih bisa melihat rumah gadis kecil yang selalu membuatnya tersenyum pada waktu dirinya menginap dirumah putranya beberapa minggu silam.


Tristan kemudian mendorong kursi roda mamanya dan dibelakangnya Indah mengekori sembari melihat kesekeliling area rumah tingkat dua yang nampak cantik menurutnya membuatnya seketika menerbitkan senyuman, senyuman yang hanya dirinya yang tau lalu masuk kedalam rumah tersebut karena ternyata jalannya sedikit lambat.


Sedangkan disebelah rumah Tristan lebih tepatnya rumah Lila, sepasang suami istri sedang membersihkan rumah barunya, rumah yang belum genap seminggu menjadi milik sepasang suami istri tersebut.


Haloha readers tercinta maafkan mom ya baru sempat up, mom ketiduran karena tadi niatnya buat nidurin my princess ehhh nggak taunya ikut terlelap juga...maafkan mom ya readers🤭🙏🙏


Like.vote.gift

__ADS_1


Salam cium😘😘😘


__ADS_2