My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 58


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Bocil minggir banyak api dilarang mendekat.


Khusus yang sudah berumah tangga 🤭🤭🤭


Yang misuanya masih kerja hati2 ntar kepanasan🔥🔥


🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Grep.


Tubuh Lila seketika menegang saat mendapatkan pelukan dadakan dirinya langsung menengok dan dilihatnya wajah tampan pria yang dicintainya kini hanya beberapa centi saja jarak antara wajah mereka.


"Sedang apa?"...


Bisikan suara berat terdengar merdu ditelinganya saat dirinya kembali mengarahkan wajahnya ke depan membuat tubuh Lila seketika meremang apalagi pria yang kini menjadi kekasih halalnya mengeratkan dekapannya membuat Lila seketika tak berdaya dengan dagu yang ditumbuhi bulu halus menembus lapisan luar Lingerie nya.


Lila seketika gagu dan hanya mampu menggelengkan kepalanya pelan.


"Yuk kita makan, nanti keburu dingin makanannya"...


Ucap Lila karena memang dirinya menunggu sang suami selesai mandi.


Cup.


Tristan mengecup leher jenjang sang istri yang sangat menggiurkan itu.


Hap.


"Mas"...


Pekiknya terkejut saat tubuhnya tiba-tiba melayang diudara hingga secara reflek kedua tangan Lila bertengger cantik dileher sang suami dan wajahnya seketika bersemu merah apalagi ini kali kedua melihat badan kekar suaminya dengan jarak yang amat dekat.


Tristan terkekeh gemas melihat raut wajah merona sang istri dan dengan perlahan dirinya mendudukkan tubuh besarnya disofa panjang didalam kamar dengan mendudukkan tubuh sang istri diatas pangkuannya.


Mereka berdua menyantap makan siang yang sudah terlewat itu, sungguh jantung keduanya seakan berpacu lebih cepat namun Tristan masih bisa mengontrol keinginannya sedangkan Lila jangan ditanya lagi seperti apa tegangnya dia saat ini, sungguh perasaannya kali ini bercampur aduk.


Tristan dengan sabar menyuapi sang istri sambil menyuap ke mulutnya sendiri padahal tadi Lila ingin makan serta duduk sendiri namun sepertinya sang suami tidak mengijinkannya.


"Sudah mas"...


Ucapnya pelan saat dirasa perutnya sudah penuh apalagi sang suami menyuapkan kemulutnya terus sedangkan suaminya baru menelan beberapa sendok saja.


Tristan lalu meletakkan kembali sendok yang akan dimasukkan ke mulut sang istri dan mengambil segelas air putih untuk diberikan kepada gadis yang berada dipangkuannya, ya...gadis sebab terong hitam lokal berurat miliknya belum mengunboxing goa belantaranya.


"Mas makan aja dulu, Lila duduk sendiri aja mas"...


Ucpanya pelan setelah menegak air putih yang diberikan sang suami tanpa menatap wajahnya.


"No, disini aja, iya ini mas makan"...


Penolakan yang didapat dari sang suami membuat Lila menghela nafas pelan lalu menunggu sang suami selesai menyantap makan siang terlambat itu.

__ADS_1


"Cepat sekali mas?"...


Tanya Lila sambil melihat wajah tampan suaminya yang saat ini sedang mengelap mulutnya dengan tissu.


"Mas dilatih untuk makan cepat yang"...


Jawabnya sambil tersenyum dan membalas menatap wajah cantik no make up dihadapannya.


Tristan menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajah sang istri kebelakang telinga Lila, dengan gerakan cepat Tristan mengubah duduk sang istri yang tadinya menyamping kini mereka saling berhadapan.


Deg...deg...deg...


Jantung keduanya berdetak lebih cepat perlahan Tristan mendekatkan wajahnya hingga kening dan hidung mereka bersentuhan.


"Mas sangat mencintaimu, jangan pernah meninggalkan mas apapun yang terjadi yang cukup percaya sama mas"...


Pintanya dengan lirih dengan mata yang menatap mata indah istrinya.


Lila hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan sungguh posisi ini membuatnya semakin deg-degan namun dirinya ingat kembali ucapan maminya


Dengar sayang, jangan pernah menolak suami ketika ingin melakukannya, dosa besar jika sampai seorang istri tidak memenuhi kewajibannya.


Perlahan namun pasti hidup mereka kini bersentuhan dan hanya tinggal beberapa 2 centi bibir mereka bersentuhan.


Lila memejamkan kedua matanya dan entah keberanian dari mana, Lila memajukan bibirnya dan kini bibir mereka saling menyatu.


Cup.


Tristan tersentak kaget namun kemudian dirinya tersenyum dibalik bibir yang menempel.


Dengan cepat tangan sebelahnya berada ditengkuk sang istri sedangkan satunya semakin melingkar dipinggang ramping istrinya.


Perlahan namun pasti Tristan menggerakkan bibirnya karena istrinya masih tetap berada diposisi diam, dengan mata ikut terpejam Tristan melu mat bibir atas dan bawah secara bergantian dengan lembut dirinya mengecap dan mengabsen rongga mulut sang istri yang baru terbuka karena gigitan kecil yang diberikannya.


"Euugghhh"...


Suara indah sang istri mulai terdengar membuatnya semakin bersemangat untuk melakukan hal selanjutnya.


Dengan tangan yang sudah tidak diam kini kimono tipis sudah terlepas dan terlihatlah badan putih bersih sang istri yang bisa di nik matinya.


Diturunkan tali spageti yang bertengger cantik dipundak mulus Lila dengan bibir yang tak berhenti menyusuri tubuh naked bagian atas.


Lila sampai tidak sadar bahwa kini Lingerinya sudah melorot sempurna dan terkumpul dibwah perutnya.


"Ouuggghhh maasss"...


Lenguhnya kembali terdengar saat salah satu gunung kembar miliknya masuk kedalam mulut sang suami dan dirinya merasakan kehangatan disalah satu gunungnya itu dengan remasan dirambut yang semakin kencang karena merasakan sesuatu yang sungguh susah dijabarkan dengan kata-kata padahal baru bagian atas bagaimna jika dibawah sana sudah dijebol.


Tristan seperti bayi yang kehausan dirinya tidak merasakan sakit ketika rambutnya diremas sedikit kuat karena kegiatan barunya ini sungguh membuatnya seperti candu dengan tangan sebelahnya yang ikut aktif mere mas dan memi lin ujung gunung berwarna kecoklatan itu.


Ploph.


Tristan melepaskan kulu mannya pada gunung sang istri dan kepalanya kembali menegak dengan nafas sama-sama memburu.


"Bolehkan?"...


Ijinnya dengan raut wajah yang diliputi gai rah yang memang sudah tidak bisa ditahannya apalagi terong hitam lokal berurat miliknya sudah berdiri tegak layaknya menara.


Lila yang melihat gai rah sang suami merasa bersalah jika dirinya sampai menolak.

__ADS_1


Cup.


"Lakukanlah, Lila milik mas"...


Bisiknya setelah mengecup bibir tebal sang suami.


Tristan lantas tersenyum dan mulai mengangkat tubuh sang istri seperti bayi koala, Lila dengan sigap melingkarkan kedua kakinya dipinggang sang suami dengan kedua tangan yang masih merengkuh leher suaminya.


Lila seketika menegang saat intinya bersentuhan dengan sesuatu yang keras disana.


"Jangan tegang sayang"...


Ucapnya dengan lembut sambil menurunkan tubuh sang istri diranjang pertempuran mereka nantinya.


Srek.


Tristan segera melepaskan kain yang bergu mul diperut sang istri dan seketika dirinya menelan ludah dengan susah hingga jakunnya naik turun.


"Sangat cantik"...


Ucapnya membuat Lila bersemu merah dan mengalihkan wajahnya.


Perlahan namun pasti Tristan ikut naik keatas tempat tidur dan kini dirinya menindih tubuh mungil istrinya namun dengan tangan sebagai tumpuannya agar sang istri tidak tertimpa badan besarnya.


Cup.


Disatukannya kembali benda kenyal mereka dengan tangan yang menyusuri tubuh indah sang istri, berhenti di gunung untuk mere mas sebentar lalu turun lagi diusapnya perut ramping sang istri membuat sang empu bergerak tak karuan dan semakin turun hingga tangannya menyentuh kain terakhir yang tersisa ditubuh istrinya.


Diselipkannya tangan besarnya untuk masuk ke akin segitiga itu hingga tangannya menyentuh bulu-bulu halus.


"Ouuugggghh massss"...


Lenguhnya terdengar saat tristan melepas ciumannya dan merasakan sesuatu masuk tanpa permisi di goa suci miliknya.


"Ya...sayang...mende sahlah"...


Ucapnya lirih sambil memandangi raut wajah sang istri yang menunjukkan gai rahnya.


Dengan jari yang bergerak slow dibawah sana membuat Lila sungguh tak karuan.


"Mas, awas Lila mau pipis"...


Ucpanya polos saat sesuatu didalam tubuhnya hendak keluar membuat Tristan melebarkan senyumnya.


"Keluarkan saja sayang"...


Ucapnya dan setelah itu dirinya segera mencabut jarinya membuat sang empu seketika membuaka matanya namun tak lama kemudian matanya membuat.


"Ahhhh maaasss"...


De sahnya saat sesuatu yang lembut masuk menggantikan jari besar sang suami hingga Lila mengangkat badannya dan melihat kepala sang suami terbenam dise lakang annya membuat kedua tangannya seketika memegang kepala sang suami dan merebahkan kembali badannya.


Ditekannya kuat kepala yang suami dengan kedua kaki yang ikut menjepit hingga tak lama badannya melengkung keatas karena ada sesuatu yang hendak keluar apaplagi lidah Tristan bergerak lebih cepat.


"Mmaaaaasssssss"....


Byur....


aaahhhhh misua mana misua nih yaa😱😱😱😱

__ADS_1


✌✌✌


😘😘😘


__ADS_2