
Happy Reading🤗🤗🤗
Pliss....like, vote and gift for my novel😁😁
Tristan masih menautkan bibirnya seakan tak rela untuk dilepaskan dan secara perlahan tristan menggerakkan bibirnya mengikuti insting yang ada dengan kedua tangan besarnya menangkup wajah gadis kecil.
Tak ada balasan apapun dari lila sebab ini kali kedua bibirnya dicium oleh orang yang sama namun sekarang bibirnya malah dilumatnya membuat aliran darahnya memanas seketika, apalagi ciuman ini penuh dengan kelembutan.
Cup.
Tristan mengakhiri ciumannya dan merenggangkan kepalanya dan hanya beberapa senti.
"Tolong aku, berpura-pura lah menjadi calon istriku untuk saat ini"...
Ucapnya pelan dengan sedikit memohon.
Lila yang masih syok dengan peristiwa barusan hanya mampu mengkedipkan kedua matanya hingga nampak menggemaskan di mata lelaki yang saat ini masih menangkup wajahnya.
Cup.
Tristan seketika mengecup kembali bibir mungil lila agar menyadarkannya dari lamunan.
"Please"....
Ucapnya kembali dengan sedikit rengekan.
Lila yang sudah kembali kedunia nyata langsung menganggukkan kepalanya perlahan membuat tristan menerbitnya senyuman tipisnya, sangat tipis hingga lila tak dapat melihat senyum itu.
Tristan lantas melepaskan tangannya dari wajah lila dan menegakkan tubuhnya, ya... tubuh lila hanya sebatas dadanya saja padahal saat ini lila tengah memakai heels 7 cm tapi ya tetap saja hanya naik sedikit, jadi saat dia mencium tadi tristan harus menundukkan wajahnya hingga bisa menggapai bibir mungil nan seksi milik tetangganya.
Diletakkannya tangan besarnya dipinggang ramping lila dan dirapatkannya tubuh mereka agar semakin terlihat mesra didepan para pengunjung dan wanita yang saat ini tengah memendam kekesalan setengah mati melihat pria yang dikejarnya tengah menggandeng mesra seorang gadis dan lebih muda jika dilihat dari raut wajahnya.
"Erika, kenalkan ini calon istri gue"...
Ucapnya saat sudah berada didepan meja dimana ada erika dan dony.
"Honey"...
Panggilnya mesra sambil memandang lila dengan tangan yang berada dipinggang lila mencengkeram sedikit pertanda drama dimulai.
"Oh...maaf my sun"...
Cengirnya sambil menatap balik wajah tampan tristan.
"Halo kak, kenalkan nama aku Lila"...
Ucapnya ramah sambil tersenyum.
Erika masih memperhatikan gerak-gerik dari sepasang manusia disebrangnya ini, namun tak urung juga akhirnya dia menerima uluran tangan yang tristan akui sebagai calon istrinya.
"Erika"....
Ucapnya singkat dan langsung berlalu meninggalkan mereka bertiga tanpa sepatah kata lagi yang terucap.
"Okey, makasih bantuannya, kamu boleh pergi"...
Ucapnya pelan namun datar saat erika sudah jauh dari pandangannya dan melepaskan belitan tangan yang bertengger manis dipinggang lila.
Degh.
__ADS_1
Ahhh rasanya lila ingin sekali memukul kepala pria ini ibarat kata habis manis sepah dibuang.
"Wah...om, bener-bener keterlaluan ya, ckkk... tapi ya sudah lah, senang bisa membantu, tapi lain kali jangan main cium sembarangan jika hanya butuh bantuan"...
Decaknya dan langsung berlalu meninggalkan tristan dan dony setelah mengucapkan hal itu.
Tristan yang tak menggubris ucapan gadis itu langsung saja kembali duduk ketempat semula sedangkan dony masih terbengong-bengong dengan yang barusan terjadi.
"Lu waras tan?"...
Tanya dony sambil mengarahkan punggung tangannya kekening tristan.
"Nggak panas"...
Ucapnya lagi sambil menarik tangannya kembali.
"Ckkk apa sih lu, emang gua sakit"...
Ucapnya malas.
"Kalo mau bahas soal barusan, stop jangan bahas apapun"...
Titahnya dengan raut wajah yang sangat menyebalkan bagi dony.
"Ya...ya...ya terserah lu"...
Jawabnya sambil memutar bola malas.
Sedangkan lila kembali keluar dari restoran dengan hati yang dongkol.
"La...Lilaa..."...
Seketika lila menghentikan langkah kakinya dan langsung berbalik tepat dipintu masuk restoran.
"Apa"...
Jawabnya sambil bersedekap dengan bibir yang di majukan.
"Kok lu malah pergi sih, baru juga disuruh tunggu bentaran ini, papi sama mami dah otw kesini tau"...
Ucap Nino saat sudah berada didekat lila.
"Ayo, kita kembali"...
Ajaknya dan langsung menggandeng tangan lila untuk menuju tempat dimana papinya sudah membooking sebuah ruangan khusus untuk mereka berempat.
Ya saat mereka berdua berada dirumah, papi menelpon nino agar mereka berdua menyusul ke restoran yang telah di booking oleh papi nino, dan disini lah mereka berada disebuah restoran hingga nino meninggalkan lila sebentar untuk ketoilet dan menyuruh lila masuk sendiri hingga lila tiba-tiba dicium seseorang yang ternyata dia mengenalnya.
Semua interaksi mereka berdua tak luput dari tatapan tajam seorang pria yang tengah memainkan ponselnya, hingga objek yang sedang di pandangnya menghilang di sebuah ruangan yang dikhususkan untuk di booking.
"Tan, Lu kenapa sih?"...
Tanya dony.
Tristan hanya menggelengkan kepalanya pelan dan meletakkan ponselnya.
Mereka menikmati makan siang sambil sesekali mengobrol, ya tristan type orang yang tak banyak bicara tidak seperti dony sahabatnya.
Setelah selesai makan siang mereka berdua keluar dari restoran bersama.
__ADS_1
"Gua duluan"...
Ucapnya saat sudah berada didepan mobilnya.
"Oke"...
Jawabnya singkat.
Tristan menjalankan laju mobilnya dengan kecepatan rata-rata dan bingung harus kemana lagi sebab ini weekend dan dia tak mempunyai pasangan.
"Ckkk...pulang aja lah"...
Ucapnya pelan sambil mengarahkan mobilnya menuju kerumah barunya.
Kurang lebih 30 menit kemudian mobilnya telah sampai di rumahnya yang baru dan langsung saja dirinya bergegas keluar dan langsung masuk kedalam rumah yang saat ini sepi, mungkin sedang tidur siang, pikirnya.
Setelah sampai dilantai atas segera dirinya melepas jaket, kaos serta jelana jeans panjangnya, ya kebiasaan tristan jika sedang ingin mengistirahatkan tubuhnya dengan melepas semua yang ada dan hanya meninggalkan boksernya yang saat ini berwarna hitam.
Direbahkannya tubuh besar diatas ranjang king size dengan sprei berwarna abu-abu itu.
"Aera, aku kangen"...
Lirihnya sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Akankah kita bisa berjumpa kembali"...
Gumamnya dan setelahnya memejamkan mata tajamnya untuk masuk kedalam mimpi, ya begitulah tristan menghabiskan waktunya jika tak ada tugas dadakan.
Dibelahan bumi lainnya, seorang wanita tengah melakukan pemotretan di sebuah pulau dengan hanya memakai pakaian khas pantai, dengan menggunakan baju renang one piece, wanita itu tengah melenggak-lenggokkan tubuh indahnya didepan kamera, ya sudah hampir 5 tahun ini dirinya menggeluti pekerjaan sebagai model dewasa, meninggalkan tanah airnya demi materi semata hingga dia meninggalkan cintanya tanpa pamit, meninggalkan segalanya dan untuk saat ini dirinya hanya fokus dengan tujuan kesuksesannya agar tetap berada diurutan no 1 sebagai model.
"Oke cukup"...
Ucap seorang fotografer.
Anggap aja pake bahasa inggris ya readers🤭🤭🤭
"Hello, sweety"...
Sapa seorang laki-laki yang saat ini tengah memeluk tubuh ramping model tersebut, sedangkan kru yang lainnya tengah meninggalkan lokasi saat kedatangan pria yang usianya sudah tak muda lagi itu.
"Miss me?"...
Ucapnya dengan sensual dan langsung membalikkan badannya.
"Ya...sangat"...
Balasnya dan langsung saja menyergap bibir seksi tersebut, dilumatnya dengan penuh gairah seakan tak ada orang disekitarnya.
"Aahhh....darl..."...
Desahnya saat ciuman pria itu berlabuh di salah satu aset kembar miliknya membuat dirinya menekan kepala pria tersebut karena saat ini gairahnya telah bangkit akibat sentuhan di salah satu asetnya, apalagi mulut pria tersebut tengah memainkan sesuatu yang tengah mengeras.
"Kita lanjutkan di kamar honey"...
Ucapnya dengan nafas memburu dan langsung membawa wanita tersebut ke sebuah resort tak jauh darinya dengan menggendong ala koala.
HADIAH...MANA HADIAH...😔😔😔
LIKE, VOTE DAN SELALU DUKUNG🌷🌷🌷
__ADS_1