
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Ceklek.
Pintu terbuka dengan perlahan dan tak lama muncullah kepala bocah cilik yang begitu menggemaskan, senyumnya melebar kala matanya menangkap sosok yang masih terbaring diatas ranjang dengan selimut tebal yang menutup tubuh lelaki itu.
Bocah tersebut cekikikan sendiri dan dengan pelan naik ke atas ranjang agar tidak membangunkan sang empu yang tergolek lemas sejak beberapa hari yang lalu dan tanpa mengindahkan peringatan dari mami nya saat dibawah tadi, bocah yang bernama Nella merangkak pelan hingga kini dia dapat melihat wajah pucat abangnya.
Cup.
Cup.
Cup.
Nella cekikikan kecil namun ternyata si empu terganggu saat wajahnya terasa basah dengan perlahan matanya terbuka walau terasa berat dan betapa kagetnya dia saat melihat ada bocah kecil yang sangat dikenalinya sedang memandang kearahnya sambil tertawa cekikikan dan membuat tawa Nella menular seketika kepadanya.
Dan perlahan dirinya bangun dari tidurnya.
"Nakal ya sudah gangguin abang, kesini sama siapa gembul?"...
Tanya Tristan dengan nada lemah dan mengulurkan kedua tangannya untuk mengangkat tubuh gembul Nella agar berpindah diatas pangkuannya.
"Abang ihhh angan anggil Ella embul"...
Ucapnya tak terima sambil bibirnya mengerucut lucu.
"Iya...iya...cantiknya abang kesini sama siapa?"...
Tanyanya kembali sambil melirik kearah dinding dan melihat ternyata hari sudah siang dan jam menunjukkan pukul 10 pagi dan tangannya terulur untuk merapikan poni Nella yang berantakan.
Entah mengapa beberapa hari ini badannya terasa lemas sekali hingga dirinya memutuskan untuk cuti sakit karena 3 hari yang lalu dirinya sempat pingsan saat menjalankan tugas bahkan dirinya menyembunyikan tentang kebenaran itu terhadap sang istri yang sedang jauh disana.
Dirinya juga heran pada tubuhnya saat ini, padahal dia tidak pernah memakan yang macam-macam bahkan tidurnya pun teratur namun tubuhnya malah terkesan lemah bahkan ini kali pertamanya dirinya jatuh sakit selama menjadi Abdi Negara.
"Ella cama mami, abang Tan cakit?"...
Tanya Nella sambil menempelkan telapak mungilnya dikening Tristan.
__ADS_1
"Panas...abang udah inum obat?"...
Tristan menggelengkan kepalanya pelan.
"Abang halus inum obat nanti iar epet cembuh, aduh abang nanti Ella dimalahin kakak ila talau abang nggak cembuh?"....
Ucapnya dan tak lama dirinya mencoba untuk lepas dari dekapan abangnya dan perlahan beranjak turun dari atas ranjang dengan sedikit terburu-buru.
Sedangkan Tristan nampak menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah lucu bocah berusia 4 tahun lebih itu bahkan senyumnya melebar saat memperhatikan cara berjalan Nella yang selama beberapa hari ini selalu rutin ikut bertandang kerumahnya.
"MAMIII....Obat na anaa?"...
Teriak Nella saat berada diambang pintu dan tak lama muncullah sosok yang dicarinya dengan membawa sebuah nampan.
"Nella, kan sudah mami bilang jangan buat rusuh dirumah abang Tristan, tahu begitu tadi mami tinggal kamu dirumah sama mbok sri"...
Gerutunya sedikit kesal karena sang putri ternyata membuat heboh dirumah menantunya.
Nella mengerucutkan bibirnya sembari mengekori dibelakang sang mami.
"Bagai mana keadaan kamu Tris?"...
Tanya Mami Yan saat memasuki kamar menantunya yang saat ini sedang bersandar dikepala ranjang.
Balasnya dengan pelan dan tersenyum tipis pada mami yan yang memang beberapa hari ini selalu merawatnya dipagi hingga siang hari dan tentu si gembul selalu ikut.
"Makan dulu ya, mami bawain obat yang baru mudahan yang ini cocok"...
Ucapnya dengan lembut penuh kasih sayang layaknya seorang ibu terhadap putranya, sambil menyerahkan nampan yang berisi semangkuk bubur dengan sop daging dan beberapa sayuran bagai pelengkapnya serta obat yang masih didalam bungkus dengan plastik yang berlabel apotik yang berbeda serta segelas teh hangat sebab dirinya selalu meminta teh hangat dipagi hari selama mami yan merawatnya dan anehnya dirinya tak ingin dibawa kerumah sakit sebab mendengar nama rumah sakit saja sudah membuatnya pusing.
Setelah sang menantu sudah makan serta minum obat lalu dirinya menyiapkam air hangat untuk menantunya membersihkan diri dan segera untuk keluar dari kamar menantunya agar Tristan bisa leluasa untuk melakukan aktifitasnya sambil menggandeng si gembul, Yana menuju lantai bawah dimana ada si mbok dami yang seusia mbok sri dirumah mereka.
"Tio kemana mbok?"...
Tanya Yana dengan lembut saat matanya tak menangkap sosok bocah lelaki yang sepantaran putrinya.
"Tio sedang ada ditaman samping Nyonya besar"...
Ucapnya dengan sopan sambil menundukkan kepalanya.
Yana menghela nafas pelan nggak disini nggak dirumahnya para Art selalu memanggilnya seperti itu padahal dirinya merasa risih.
"Nella, kamu tunggu disini apa mau temui Tio?"...
__ADS_1
Tanya Yana sebab tujuan yana kembali kedapur.
"Mami...Ella boleh onton taltun"...
Pintanya dengan harap sebab dirinya kurang suka dengan sikap Tio yang pendiam dan tidak mengajaknya berbicara, sebab Tio pernah memarahinya tanpa sepengetahuan Yana saat dia banyak bertanya sedangkan Tio paling tidak suka jika ada anak yang sangat cerewet.
Yana mengerutkan keningnya lantas tak lama kemudian dirinya mengiyakan permintaan putrinya padahal Nella tipikal anak yang gampang akrab jika ada bocah seusianya.
Nella lantas bergegas menuju ruang keluarga untuk menonton serial kartun sedangkan Yana membelokkan langkahnya menuju dapur untuk membuatkan puding agar sewaktu-waktu Tristan ingin makan bisa langsung dihidangkan tanpa menunggu lama dan si mbok dami melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.
Sedangkan di sebuah ruangan khusus, seorang wanita sedang merengek ingin minta cepat pulang sebab dirinya tidak suka berada dirumah sakit.
"Ocan...Lila nggak suka disini...Lila mau pulang"...
Rengeknya sambil menarik-narik baju yang dikenakan maura.
"No...sayang, kamu harus berada disini dulu sebentar, ingat kamu tidak lagi sendiri...ahhh akhirnya Ocan bakal punya cicit-cicit yang lucu"...
Ucapnya dengan sangat bahagia sambil membelai perut datar Lila.
"Ayolah ocan, Lila nggak suka disini, nanti kalau mas Tris VC bisa bahaya kalau tau Lila dirumah sakit, kan Lila mau ngasih surprise"...
Rengeknya kembali membuat Maura menghela nafasnya dengan pelan lalu matanya melirik ke sang adik yang dibalas dengan mengendikkan kedua bahunya membuat Maura mendengus kesal.
Ya...saat pagi-pagi sudah membuat heboh seluruh mansion dan rumah sakit, berita tentang kehamilan Lila pun langsung membuat heboh para calon oma dan opa buyut, mereka sungguh-sungguh bahagia saat dokter mengatakan jika cucu mereka telah mengandung bahkan bukan hanya satu melainkan triplet sekaligus membuat Ocan menangis bahagia saat mendengar penuturan dokter yang berucap jika triplet sedang berusia 4 minggu.
"Ocan, Lila mau pulang"...
Ucapnya kembali.
"Iya...sebentar lagi kita pulang ya, tunggu dokter dulu"...
Ucapnya dengan lembut yang terpaksa mengiyakan permintaan cucunya.
Lila menggelengkan kepalanya pelan membuat Maura mengerutkan keningnya.
"Lila mau pulang kerumah mas Tan ocan, Lila rindu suami Lila"...
Lirihnya dengan mata berkaca-kaca saat pandangannya menunduk dan membelai perut yang masih rata dan didalam sana ada 3 junior hasil dari buah cinta mereka.
Degh.
Like.Vote.Gift.
__ADS_1
Weekend ayo...ayo semangat jangan lupa hadiah serta likenyaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤