My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 23


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Kita tinggalkan dulu yang panas-panas yaaa🤭🤭🤭


Seorang pria dengan tubuh kekarnya sedang berada disalah satu pusat perbelanjaan dan berada didalam sebuah toko yang menjual perlengkapan untuk kaum adam.


"Ckkk...lama banget sih tuh orang"...


Decaknya saat merasa temannya sudah agak lama untuk pamit ke toilet.


Tristan melangkahkan kakinya untuk menuju meja kasir dan membayar belanjaan yang sudah dipilihnya, ya...tristan saat ini sedang membeli beberapa helai baju dan yang lainnya, namun dirinya tidak pergi sendiri sebab tristan tadi pergi bersama dony dan sudah 30 menit dony belum juga muncul padahal hanya pamit pergi ke toilet.


"Terima kasih mbak"...


Ucapnya saat menerima kartunya kembali dan menerima beberapa paperbag dari penjaga kasir.


Tristan melangkahkan kakinya untuk keluar dari toko tersebut dan bermaksud untuk menunggu dony disalah satu restoran yang berada di dalam mall tersebut karena tristan berjalan tak melihat ke arah depan karena sedang memegang ponsel untuk memberi tahu kepada dony dan dari arah berlawanan seorang wanita cantik nan seksi juga tengah berjalan dengan anggunnya namun tidak melihat kearah depan sebab dirinya sedang melihat kearah samping dimana banyaknya orang berlalu lalang membuatnya tersenyum dan begitu merindukan tanah kelahirannya namun tiba-tiba dirinya terpekik.


Bruk...


"Auuwww..."...


Suara kesakitan wanita tersebut menembus telinga tristan yang sama-sama terjatuh hingga dirinya mengarahkan wajahnya ke sumber suara tersebut.


Degh.


Tristan terus melihat kearah wanita yang saat ini sedang merintih kesakitan dibawah sana, wanita cantik yang membuatnya terpaku sejenak, wanita yang begitu dirindukannya, wanita yang menghilang tanpa jejak bahkan tidak memberinya pesan saat wanita yang mengisi hatinya pergi meninggalkannya begitu saja dan wanita yang masih diharapkannya hingga saat ini bahkan masih mencintai hingga dirinya menutup pintu hati saat ada seseorang yang mungkin mencintainya dengan tulus seperti ucapan dony.


"Aera"...


Gumamnya namun ternyata wanita tersebut mendengarnya.


Degh.


Wanita tersebut menengadahkan wajahnya saat ada yang mengenalinya bahkan memanggil namanya dan itu hanya beberapa orang saja yang mengenal nama aera namun suara tersebut tidak asing baginya.


"Tristan"...


Ucapnya pelan saat melihat wajah seseorang pria yang ada di hadapannya yang masih terpaku melihat dirinya.


Tristan segera berbalik dan meninggalkan wanita yang terjatuh itu sendirian tanpa berniat untuk menolong, entahlah sepertinya dirinya belum siap untuk bertemu dengan wanita yang sudah 5 tahun tak pernah terdengar kabarnya.

__ADS_1


"Tris..."...


Panggil aera sedikit kencang saat pria yang pernah menjadi kekasihnya pergi meninggalkan dirinya begitu saja tanpa berniat membantunya dan dirinya mengedarkan pandangannya ternyata sekelilingnya sudah ada orang-orang yang melihat kearahnya.


Dengan muka memerah aera segera bangun dari duduknya dan melangkahkan kakinya untuk menyusul tristan dan akan memberikan penjelasan.


"Tris...tristan tungguin aku"...


Teriaknya karena didepan sana tristan masih terlihat bahkan jalannya sedikit pelan seketika aera mengembangkan senyumnya, senyum yang hanya dirinyalah yang tau dan dia mempercepat langkahnya.


Grep.


Aera memeluk lelaki yang pernah menjadi kekasihnya itu dari belakang, lelaki yang pernah ditinggalkannya begitu saja kini berubah menjadi pria bertubuh kekar dan ketampanan yang berlipat.


"Miss you"...


Ucapnya lirih sambil mengeratkan pelukannya tanpa menghiraukan disekelilingnya yang tengah menatap kearahnya.


Saat tristan sempat menegang kaku karena menerima pelukan pertama setelah 5 tahun lamanya, kini dirinya tersadar saat ponselnya bergetar.


dret...dret...


"Halo, gua pulang dulu, sorry"...


Tristan memasukkan ponselnya lantas melepaskan belitan tangan mulus yang melingkar diperutnya tanpa berucap apapun tristan bukannya melepas tangan tersebut malah dirinya menggenggam tangan wanita yang memeluknya barusan dan membawanya untuk keluar dari mall sebab mereka saat ini tengah menjadi pusat perhatian.


Aera yang awalnya sempat cemberut lantaran tangannya dilepas namun seketika tersenyum senang sebab sekarang tangannya malah digenggam dan sekarang tangannya ditarik, aera lantas mengikuti langkah laki-laki yang membawanya pergi tanpa berucap apapun.


Tristan melangkahkan kakinya menuju area parkir dimana mobilnya berada dan saat sudah berada disebelah mobilnya tristan membuka pintu penumpang dan aera yang paham hanya menurut untuk masuk kedalam mobil sambil terus tersenyum sedangkan tristan masih tak berucap sedikit pun dan hanya menampilkan wajah datarnya.


Brak.


Pintu ditutup oleh tristan saat aera sudah duduk dengan cantiknya didalam sana.


Tristan segera beralih untuk berjalan mengitari mobil lewat depan dan menuju dipintu mengemudi.


Ceklek.


Tristan masuk kedalam mobil dan mendudukkan tubuhnya dibalik kursi pengemudi dan menutup kembali pintu mobilnya.


Dinyalakannya mesin mobil dan perlahan mobil mulai meninggalkan area parkir dan didalam mobil tersebut masih belum terjadi percakapan.

__ADS_1


"Tris"...


Panggilnya lirih sambil menyentuh lengan kekar tristan, lelaki inilah pacar sekaligus cinta pertamanya.


Tristan belum membuka suaranya sedikitpun, entahlah dirinya masih marah, rindu,terluka, kecewa dan yang pasti wanita yang sedang memegang lengannya ini masih bertahta didalam singgah sananya.


Aera memandang sendu wajah tampan tristan, ya...dirinya menyadari jika selama ini pasti tristan terluka dan kecewa oleh sikapnya yang pergi begitu saja meninggalkan dirinya seketika aera melepaskan tangannya dengan perlahan dan kembali duduk dengan mengahadap kedepan walau hatinya tak karuan saat ini.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah ibu kota saat malam hari dimana banyak kendaraan yang masih terlihat ramai dijalan raya.


Tristan mengarahkan mobilnya menuju danau yang terlihat sepi, dimana dirinya sering berkunjung jika suntuk melanda karena tristan lebih memilih kesunyian.


Dimatikannya mesin mobil saat sudah sampai ditujuan namun tristan masih belum berbicara dan memandang wajah wanita yang selama ini dirindukannya.


"Kenapa?"...


Tanya tristan dengan nada datar tanpa melihat lawan bicaranya.


Degh.


Jantung aera serasa berhenti berdetak saat mendengar suara datar dari pria disampingnya ini, suara yang baru pertama kali didengarnya dari pria yang dulu selalu memanjakannya.


"Maaf"...


Satu kata yang mampu aera ucapnya.


Tristan lantas melirik kearah aera dan melihat wanita yang selama ini dirindukannya sedang menunduk diperhatikannya dari samping penampilan aera yang berubah 180 derajat, rambut pirang, gaun berwarna hitam membalut tubuh ramping aera dan hanya diatas lutut panjangnya.


"Maafkan aku tristan, sungguh saat itu aku memiliki alasan sendiri, aku bosan hanya bekerja sebagai seorang pelayan, aku ingin merubah nasibku, hingga tanpa sengaja aku bertemu dengan orang yang ingin menjadikanku seorang model, aku berniat ingin meminta pendapatmu saat itu namun ponselmu tidak aktif karena kamu sesang bertugas didaerah terpencil, sedangkan orang tersebut hanya memberikan aku waktu dua hari untuk mengambil keputusan dan mau tak mau aku mengambil keputusan sepihak tanpa ijin darimu, karena saking buru-burunya aku lupa untuk meninggalkan pesan bahkan pada ibu kontarakan pun aku lupa, maafkan aku tris"...


Ucapnya panjang lebar sambil menitikkan air mata entah itu air mata penyesalan atau tidak hanya aera yang tau.


Tristan memandang wajah yang sudah digenangi air mata sebab saat ini posisi mereka saling memandang, wajah seorang wanita yang dicintainya dan baru kali ini melihat wanitanya menangis.


Grep.


Nah looo...saingan bocil dah datang🤭🤭


Eng ing eng...haloha...selamat hari senin semuanya, semoga semuanya dalam keadaan sehat walafiat dan siap untuk membaca kelanjutan pak tentara dan bocil seksi...


Like.Vote.Gift

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2