Mysterius Girl

Mysterius Girl
Rebecca datang kemansion Edgar


__ADS_3

Seminggu berlalu dengan cepat , Rebecca masih berada di villa yang diberikan Reygan .Tapi Sampai sekarang pria itu belum kembali lagi .Dengan raut wajah yang muram Rebecca bertanya kepada pelayan .Mereka hanya menjawab tidak tahu dan itu membuat wanita yang sedang hamil muda itu semakin meradang .


" Kemana Rey... kenapa dia tidak datang kesini ?. Ini sudah sepekan tapi dia beluk juga datang, Bukan kah dia sendiri yang mengatakan akan kesini setiap hari ." Ucap Rebecca dengan kesal .Di memandang disekeliling villa yang dia tempati .Villa itu cukup mewah jika untuk ukuran seorang wanita biasa .Namun Rebecca masih tidak puas dengan apa yang. didapatkan .


" Kenapa kau harus aku yang disini ?...Kenapa tidak wanita itu hanya aku yang layak bersanding dengan Reygan ." Seru Rebecca dengan bangga .


Setelah berfikir cukup lama akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke masion utama Romanov .Dan disana dia bisa bertemu dengan Reygan ,Atau paling tidak bisa membuat wanita yang disebut istri itu pergi setelah tahu jika dirinya hamil .


Rebecca meminta asistennya mengantarkan nya ke mansion Reygan .Setelah berkendara hampir 1 jam mereka sampai disebuah masion yang mewah .Sebahu masion bergaya modern itu membuat mata Rebecca silau dengan keserakahan.


" Judy .. aku tidak menyangka jika masion ini sangat indah .Cepat turun dan beritahu penjaga jika aku datang untuk bertemu dengan Reygan ." Perintah Rebecca dengan angkuh dan juga sombong .


" Baik lah ..tunggu disini ." Jawab Judy dengan malas .Jika bukan karena misi dia tidak akan mau diperintah Rebecca .Wanita itu membuka jendela mobilnya dan memanggil penjaga .Para penjaga yang melihat ada mobil sport yang sedang berada didepan gerbang . Langsung melapor kepada kepala keamanan.


" Maaf kalian siapa nona ... dan ada perlu apa datang kesini .?" Pria itu bertanya dengan garang .


" Kami ini menemui tuan pertama ... dan katakan jika nona Rebecca ini bertemu ." Sahut Judy tak kalah berani .kepala penjaga memandang kedua wanita yang ada di mobil itu sejenak ,sebelum melakukan panggilan .

__ADS_1


" Tuan ... didepan ada nona Rebecca yang ini bertemu dengan tuan pertama ." Lapor pria itu dengan suara pelan .


" ......................."


" Baik tuan ...." Jawab pria itu . Lalu memandang kearah mobil .


" Tuan berkata jika taun pertama tidak ada disini , Saat ini ." Ucap Pria itu Setalah memutuskan sambung telfon .


Didalam masion Edgar terlihat muram saat setelah menerima panggilan.Ini akhir pekan dia tidak ingin ada yang menggangu waktunya dengan sang istri yang saat ini sedang hamil .Dengan wajah kesal dia menghubungi Reygan yang saat ini berada Dipulau .


Tut... Tut ....Tut ....


" Rebecca datang kesini mencari mu aku sudah mengatakan jika kau tidak ada disini .Tapi sepeti nya wanita itu akan memaksa untuk masuk kedalam ." Ucap Edgar dengan sedikit canggung .Saat mendengar nafas Reygan yang sedang memburu .


" Biarkan saja ... dia masuk dia masih berguna untuk saat ini ." Jawab Reygan dengan sarkas .


" Baiklah ..akan aku lakukan ." Jawab Edgar lalu mematikan sambung telfon dengan menghela nafas kasar .

__ADS_1


"Apa yang dikatakan kakak ?.." Fiona bertanya dengan malas sambil bersandar didada Edgar .


" Kakak hanya berkata dia masih berguna untuk saat ini .Jadi dibiarkan saja untuk masuk kesini .Hah....aku tidak tahu jalan pikiran Kakak dan kakak ipar kecil itu saat ini ." Ucap Edgar dengan membuang nafas kasar .Sampai sekarang dia belum bisa mengerti apa yang saat ini direncanakan oleh kakaknya .


" Eemm... mungkin Kakak punya rencana sendiri jadi ikuti saja apa yang diinginkan." Jawab Fiona dengan lembut .


"Iya ..ayo turun saat ini wanita ular itu sudah pasti sedang berada diruang tamu ." Sahut Edgar dengan engan bangun .Sedangkan Fiona hanya bisa terkekeh pelan saat menyadari jika suaminya engan.


Dan diruang tamu sesuai dengan tebakan Edgar saat ini Rebecca sedang duduk dengan angkuh .Seakan dia nyonya rumah saat ini dia dengan sombong duduk ditemani oleh Judy .Mata wanita itu melihat sekeliling untuk mencari sesuatu yang bisa memuaskan matanya .Sampai seorang wanita hamil keluar dari lift dengan langkah pelan dan anggun .


" Maaf sudah membuat mu menunggu nona .." Ucap Fiona dengan senyum ramah .


" Tidak apa nona ...kami disini mencari tuan pertama .Tolong panggilkan kata saja jika kekasihnya datang ." Ucap Rebecca dengan setenang mungkin .Pelayan saling melirik mendengar ucapan wanita itu . Apa dia tidak tahu jika yanga ada didepannya adalah nyonya dirumah ini .


" Sepertinya anda tidak tahu sopan santun nona. Yang ada didepan mu saat ini adalah nyonya kami dan kamu memanggilnya nya dengan sebutan nona . " Sahut kepala pelayan dengan sarkas .Dia tidak bisa membiarkan wanita itu sok berkuasa kepada nyonya kedua .


Mendengar itu Rebecca mendengus jijik ,Seakan tidak menghiraukan ucapan dari pria paruh baya itu .

__ADS_1


" Cih ... apa dia layak untu itu aku hanya aku lah yang akan menjadi nyonya di masion ini ." Rebecca mencibir didalam hatinya.


" Aahh...maaf akan aku ,aku tidak tahu jika anda nyonya disini ." Ucap Rebecca dengan senyum palsu .


__ADS_2