
" Eemm ...terima kasih ..." Ucap Reygan yang masih mencoba mengendalikan perasaan saat ini ." Pulang lah dad menunggu kalian dad merindukan kalian pulang ." Batin Reygan semakin bergejolak saat mengingat wajah Damian yang memanggilnya Daddy .
" Aku akan pulang ...sekarang ." sahut Reygan setelah bisa mengendalikan perasaan saat ini .
" Eemm ...lakukan ." Jawab Sam .Pria itu juga merasakan apa yang dirasakan Reygan saat ini .Saat bayi yang sudah dianggap tiada kini akan datang . Dan bahkan bisa memanggil diri nya Daddy .
Cklek ..
Seorang wanita masuk dengan senyum lembar .Ditangan nya membawa beberapa orang map yang sudah disiapkan .
" Aku melihat Reygan datang .... apa yang terjadi dia kelihatan tidak baik .?" Tanya Alexa sambil berjalan kearah Sam .
"Dia hanya terguncang saat mengetahui jika bayi yang dianggap nya mati kini bisa memanggilnya Daddy ." Jawab Sam sambil menarik tangan Alexa hingga wanita itu jatuh kepangkuan nya .
"Hah ... dia pasti syock , Apa J yang memberi tahunya .?" Tanya Alexa lagi sambil menikmati apa yang dilakukan oleh suaminya itu .
" Aku rasa itu ulah Arthur yang mengirim email secara tersembunyi .Kau tahu sendiri kan bocah itu meski mengemaskan membuat kita sakit kepala ." Sahut Sam dengan wajah masam saat mengingat bocah nakal itu .
" Yah ... mau bagaimana lagi memang begitu lah adanya . Apa lagi dia sudah terbiasa dengan kedua pembuat onar itu .Hah ....aku tidak tahu apa jadi nya jika 3 nya berbuat onar bersama ." Ucap Alexa dengan miris . Apa jadinya jika 2 saja sudah membuat sakit kepala ini bertambah 1 yang lebih sadis lagi .
Reygan turun dari mobil yang baru saja dia gunakan .Dengan cepat dia mengumpulkan para pelayan untuk menyiapkan 2 kamar lagi untuk kedua anak nya .
__ADS_1
" Kumpulkan semuanya sekarang ada yang ingin aku sampaikan ." Ucap Reygan dengan dingin .
" Baik tuan muda..." Jawab Imanuel dengan tegas .
Tak butuh waktu lama para pelayan dan juga penjaga telah berkumpul saat ini . Dihalaman belakang banyak dari mereka bertanya tanya apa yang akan terjadi .
"Imanuel ... siap kan 2 kamar lagi untuk anak anak dilantai 3 yang sama dengan mereka .1 Minggu sudah siap ."Perintah Reygan mutlak .
" Kalian bersiap lah menyambut nyonya rumah aku tidak ingin ada kesalahan apa lagi menyingung nya . kalian tahu apa yang saya maksud ." Ucap Reygan dengan keras ini juga merupakan peringatan yang tidak bisa dibantah .
" Kami mengerti tuan ... kami akan menyambut dengan baik ." Ucap mereka semua dengan serampak .
" Eemm..." Ucap Reygan sambil melambaikan tangan tanda meminta mereka pergi .
" Paman bawa kakek pulang .... Quera akan kembali dalam waktu 1 Minggu .." Ucap Reygan saat telfon mulai tersambung .Saat ini Zaen bersama dengan Kakek Zhafran tinggal disebuah pedesaan untuk menikmati hari tua mereka .
"Kami akan kembali tuan pertama ...." Jawab Zaen dengan senang hati .
" Eemm.... bawa kakek kepulau aku akan membawa mereka kesana setelah mereka kembali ." Sahut Reygan dengan datar.
" Baik .... kami menunggu disana ."Jawab Zaen meski ada rasa penasaran pria paruh baya itu tidak lagi bertanya hanya menuruti kemauan sang tuan .
__ADS_1
Saat Reygan tenaga sibuk dengan penyambutan yang akan dilakukan saat istri dna anak kembali. berbeda dengan Reygan saat ini Quera masih dengan santainya tengah berbaring di tepi pantai bernama dengan 3 bocah kecil disamping nya .
"Mom... apa kita disana juga bisa bermain seperti disini .?" Tanya Danzel dengan wajah datar .Yah hampir mirip dengan sang ayah yang selalu datar .
" Tentu ....saja kalian bisa bermain ."Jawab Quera dengan lembut .
" Eemm ..apa kita juga punya markas disana mom ... ?" Tanya Dominic dengan wajah yang agak lembut saat menoleh kepada Quera .
"Eemm ...kita punya disana juga ada James jadi kalian tidak hanya bertiga saja .Mungkin saudara dari Arthur juga punya ." Ucap Quera menoleh Dominic .
"CK .... kalian berisik menganggu ku saja lihat kan burung itu terbang karena kalian berisik ." Teriak Damian saat melihat burung yang dia incar malah terbang .
"Kau saja yang tidak bisa membidik nya Arthur jangan menyalahkan kami ." Sahut Danzel dengan kesal .Entah sejak kapan kedua nya selalu bertengkar hanya karena hal sepele.
" Huh... itu karena suara mu yang berisik Danzel ." Sahut Damian tidak mau kalah .
" Kalian berdua yang berisik .... " Sambung Dominic dengan wajah datarnya membuat keduanya diam .Quera hanya bisa menggelengkan kepala nya saat melihat pertengkaran yang dilakukan ketiganya .
" Ayo ini semakin panas kita harus kedalam lebih dulu .Dan kalian persiapkan apa yang akan kalian bawa . "Ucap Quera menghentikan mereka .
" Baik mom...." Terima mereka sambil mengejar Quera yang saat ini sudah berada didepan .
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺
Guys like comen dan vote nya Jangan sampai lupa ya...