Mysterius Girl

Mysterius Girl
Menemui Zergan


__ADS_3

Yacth yang mereka tumpangi berhenti di dermaga yang biasa digunakan. Oleh anggota yang berjaga sedang menjalankan misi . Atau pun para inti yang mengunakan yacth .Disana Edgar masih berjaga bersama dengan Asistenya Roy . Mereka berada disalah satu bunglao yang disediakan oleh DK.


" Bos ...ada yang datang dari pulau .." bisik Roy kepada Edgar yang terlihat sibuk dengan laptop nya .


" Mungkin Hara bagaimana pun masih ada yang menunggu nya disini ." Sahut Edgar dengan malas . Pria itu tidak sedikit pun menoleh kearah yatch baru saja berlabuh .


Jika bukan suara geram hewan yang berjaga ditepi hutan tidak akan mengusik pria itu .


Begitu pula dengan anak buah Edgar mulai berdiri saat ketiga hewan buas itu beranjak dari tidur mereka .


Begitu juga dengan seekor elang yang awalnya hanya berada di dahan pohon . Memekik seakan menyambut kedatangan seseorang .


" Hulk ... jangan berteriak aku datang ." Teriak Damian dari dalam yatch .Sebelum bocah itu turun. Hunter sudah berjalan lebih dulu menyambut kedatangan yang prince .


" Ha ha ha ... iya iya .....aku tahu kalian yang terbaik . Terima kasih kawan tugas kalian sudah selesai . Kalian bisa beristirahat dengan baik . " Tawa Damian menggema di dermaga kecil itu . Bocah itu merasa geli saat keempat hewan itu mengerubungi nya dengan gagah .


Aaaaauuuuu ......

__ADS_1


Lolongan Hunter Membaut bocah itu tertawa semakin keras .Entah tidak ada yang tahu apa yang membuat bocah itu tertawa .Saat Hunter melolong Hugo dan trigris hanya bisa menggeram . Layak nya manusia sedang mencibir lolongan Hunter .


" Cih ...tidak anak tidak ayah nya sama saja mereka lebih suka berbicara dengan hewan ." Edgar mendengus kesal .Tapi jika Reygan yang memiliki Demon berbeda dengan Damian. Yang memiliki banyak peliharaan hewan buas .


"Hah..... Alaska ayo paman mu sudah menunggu ."Hara menginterupsi Putra nya yang masih menetap saudara yang saat ini sedang sibuk dengan peliharaannya .


" Iya mam ..... " Sahut Alaska dengan rendah . Sungguh bocah itu sebenar nya juga enggan untuk bertemu dengan sang paman. Yang awalnya memang musuh dari DK .


" Hara ... ingat jangan macam macam ." Edgar mendesis dengan penuh tekanan .Hara hanya bisa mengangguk kepala nya dengan senyum miris.


Ini juga bukan salah Edgar dia sadar betul siapa Zergan dimata .Para DK jadi sikap yang dilontarkan Edgar itu masih wajar . Dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika nanti para inti DK datang .


"Aku hanya tidak ingin memicu suatu yang tidak baik . " Jawab Edgar dengan memutar mata .


" Ayah...tenang saja ...jika mereka berani melangkah mereka juga harus siap diterkam mereka . " Sahut Damian dengan suara kekanakan Kanakan .


" Brother benar ayah .. jika pria itu berani bertingkah aku tidak segan untuk melenyapkan nya sendiri ." Alaska menyahut ucapan Damian dengan mata yang berkilat tajam .Suara Alaska memang tidak lah keras tapi itu cukup untuk Zergan . Pria itu bisa mendengar ucapan dari keponakan nya dengan cukup jelas .

__ADS_1


" Apa lagi jika dia mencoba memanfaatkan Mami . Biar dia merasakan bagaimana kejam nya racun yang diracik Aron ." Lanjut Alaska dengan suara rendah penuh dengan tekanan .


Siapa pun yang mendengar merasa merinding . Apa lagi para pegasus yang masih menemani Zergan . mereka semau merasa bulu kuduk nya berdiri semua . Mereka tidak menyangka jika bocah kecil yang usia nya belum genap 4 tahun itu . Bisa mengatakan sesuatu yang begitu kejam . Awalnya mereka tidak ingin mempercayai tapi dengan sorot mata tajam itu membuat nyali mereka menciut.


" Ha ha ha..... aku tidak menyangka jika keponakan ku akan sekejam ini ." Tawa Zergan menggema . Yang membuat burung dihutan terusik .


" Paman ...jangan tertawa tawa mu membuat para burung ketakutan ." Damian berkata dengan mata bulat yang berbinar cerah . Tidak ada raut wajah kejam yang ada hanya bocah polos nan lugu .Tapi Zergan tahu jika ucapan bocah yang sedang bermain dengan para hewan itu . Merupakan sebuah peringatan yang tersirat lembut .


" Maaf ... aku tidak akan melakukan nya lagi .Sungguh paman hanya merasa senang diancam oleh keponakannya ku . Tenang saja paman tidak akan memanfaatkan Mami mu ." Jawab Zergan dengan menatap bocah yang ada didepannya .


" Baik lah ...jadi apa tujuan mu kesini . Apa kau ingin mengambil alih markas kami yang saat ini sebagai kosong . Seperti yang sudah dilakukan oleh anak buah mu lord Zergan?".Alaska bertanya dengan nada tidak sinis .


" Tidak ...aku berada disini untuk menemui mu . Paman ingin melihat keponakan paman ." jawab Zergan dengan tulus .


" Saat ini markas mu sudah hancur .....apa yang akan kau lakukan . Bahkan ayah mu sudah berada ditangan papi ku . apa kau akan membunuh papi ku jika tahu ayah mu bisa saja mati saat ini.?" Lagi lagi Alaska bertanya dengan memicingkan mata nya .


" Tidak ... untuk apa aku membunuh papi mu . Sedangkan untuk bisa selamat dari sini saja sangat tipis " Sahut Zergan dengan senyum tipis .

__ADS_1


" Yaeh... aku lupa dengan hal itu . Aku yakin jika kau berani bergerak mereka bertiga sudah mencabik cabik mu .," sahut Alaska dengan senyum miring .


Sedangkan Axel menyeringai mendengar ucapan Zergan saat ini . Sambil mengusap kepala Hunter yang berada disampingnya .


__ADS_2