Mysterius Girl

Mysterius Girl
ketakutan Hans


__ADS_3

Reygan membiarkan Quera tetap tertidur membawa nya berangkat ke pulau.


Kakek zhafran sempat ingin bertanya kepada sang cucu ada apa yang sebenarnya terjadi .


Sebelum bertanya Reygan sudah menghentikannya .


" Jangan tanya apa pun kek .. nanti setelah sampai di pulau bertanya lah .." ucap Reygan sepelan mungkin.


Sebelum berangkat Reygan juga sudah memberikan kode atau pesan yang nantinya dapat dimengerti orang orang dari Quera .


" mawar hitam aman jika para malaikat terus menjaga nya ." Tulis pesan Yang ada dikertas yang ada dikamar hotel .


Selama perjalan hampir mencapai 3 jam dengan heli meraka sampai disebuah pulau yang terlihat sangat indah dari atas awan .


Quera yang baru saja terbangun cukup linglung dengan apa yang terjadi .


" Axe ... kita ada dimana ini...dan akan kemana " tanya Quera berbisik kepada Reygan .


" kita hanya jalan jalan saja baby ... nanti 15 menit lagi kita akan segera sampai .." jawab Reygan .


Kakek Zhafran yang melihat keintiman cucu dan wanita yang ada hanya bisa tersenyum melihat cucunya bisa lagi bahagia setelah sekian lama .


" Bocah nakal masih kah kau menyembunyikan nya di depan kakek mu ini .." tanya sang kakek .


" Aku hanya takut tidak bisa menjaga nyawa kakek jika tahu siapa dia ..." ucap Reygan acuh ..


" Dasar cucu durhaka kau ini Axe ...bisa bisa nya kau berkata begitu kau ini kakek mu ini cepat mati..." ucap kakek dipenuhi amarah.


Namun wajah nya begitu bahagia.


" Bukan aku tak ingin memperlihatkan wajah nya kakek aku benar takut tidak bisa menyelamatkan nyawa mu .." jawab Reygan santai .


"Axe .... jangan begitu tidak sopan ." Quera berbisik .


" Tak apa baby ... bukan itu kenyataan nya" hemm mungkin orang luar yang masih hidup setelah melihat wajah dan tubuh mu hanya aku ." jawab Reygan .

__ADS_1


Quera hanya melotot tak percaya dengan apa yang dikatakan Reygan .Sebenarnya Moon juga pernah mengatakan hal yang sama.


Dari mana Reygan tahu didalam keluarga nya orang luar dilarang mengetahui wajah aslinya .


" Lhateza... " satu nama yang membuat kakek tua itu terperanjat kaget bukan sekedar kaget semua orang tahu tidak ada selamat .


Diam semua diam tidak ada lagi yang bertanya kenapa Reygan melarang melihat wajah asli wanita yang sekarang berada di pangkuannya .


Keheningan terjadi sampai heli yang mereka tumpangi mendarat pacu yang ada di pulau itu .


Dipulau yang lain kini juga terjadi keributan setalah sang master mendapat kabar jika Queen mereka dibawa pergi oleh king dari Demon king .


" Apa yang sebenarnya di otak pria itu ... berani nya dia membawa Q rupanya sudah tidak sayang nyawa .." ucap Hans .


" Hans .... jangan sembarang lebih kita selidiki dulu.." sahut Sia


" Bagaimana dia bertindak seenaknya setelah semalam bercinta dengan adik kecil ku ... sekarang dia membawa nya pergi .." Hans yang sudah habis kesabaran dengan apa yang dilakukan Reygan .


" Sial... sial.. seharusnya kita langsung membawanya pergi semalam ..mungkin adik kecil kita masih disini .." ucap Sam yang sama marahnya .


" Apa yang dikata Kak Sia benar jadi sekarang kita bersihkan dulu para kecoak baru ... kita berfikir yang lain .." Alexa menimpali ucapan Sia .


" Lihat saja akan ku beri pelajaran kau bocah cengeng beraninya dia mengambil adik kecil ku tanpa izin dari ku .." gumam Hans yang masih tidak terima .


Sia hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat Hans dia tahu bagaimana Hans menjaga dan melindungi adik kecilnya itu .


Hans mendapatkan julukan Abang posesif dari Quera karena memang Hans selalu posesif terhadap apa pun yang menyangkut sang adik .


" Hans .. apa kan melarang jika Q bersama dengan Reygan ." tanya Sia ." Apa kamu tidak ingin melihat Q bahagia.." tanya Sia lagi .


" Bukan aku melarang Si... tapi Bocah itu harus memintanya dulu pada ku ..aku .... aku bukan hanya kakak untuk kalian si tapi aku juga ayah kalian ." jawab Hans ..


" Coba banyangkan bagaimana perasaan kalian jika tiba tiba putri yang dijaga nya dengan nyawa nya diambil begitu saj. ." lanjut Hans membuat Sia beku .


" Si kita berdua ini bisa dibilang ganti dari orang tua dari mereka semua yang saat ini.. mereka yang banyak kehilangan nyawa demi keselamatan princess kita .." ucap Hans yang semakin membuat Sia tak bisa bicara lagi .

__ADS_1


" hu hu hu ... hiks Abang " suara tangis Alexa tiba tiba saja terdengar dan langsung memeluk Hans yang berdiri disamping Sia .


" sudah kenapa kau malah menangis seperti ini .." tanya Hans dengan lembut .


" Abang ... Hua hiks hiks bang Jangan pernah meninggalkan kami bang meski malaikat pencabut nyawa datang jangan perah abang pergi sendri. .." ucap Alexa dengan tangis yang semakin kencang .


" Yah kau tenang lah ... Abang mu ini tidak ada kemana mana jadi sudah jangan lagi menangis ...apa kau tidak malu dilihat saudara mu yang lain .." tanya Hans yang masih berusaha menenangkan Alexa .


" Honey .. jangan memeluk Abang lama lama aku cemburu ." ucap Sam yang mencoba menggoda Alexa walau pun sebenarnya dia ingin ikut memeluk Hans saat ini juga Namun dia gengsi .


" kemarilah Sam jika ingin ikut memeluk .." ucap Hans. entah apa yang ada dipikiran Sam langsung memeluk keduanya .Hans memberi kode kepada Sia untuk melakukan hal yang sama .


Setelah berpelukan cukup lama tanpa malu dilihat oleh anak buah nya mereka melihat Alexa yang sudah tidur Hans .


" Bang aku akan membawa Alexa kedalam dulu .." ucap Sam .


" yah pergilah jaga lah dia seperti menjaga nyawamu ." jawab Hans .


" iya bang aku akan menjaga nya dengan nyawa ku. " jawab Sam dengan mantap tanpa ada keraguan .Hans tersenyum melihat Sam telah membawa Alexa .


Tak jauh dari sana juga terlihat 2 pemuda yang seumuran dengan Quera yang kini saling memeluk


" J .K kalian tak ingin kah memeluk Abang kalian ini ..atau hanya ingin berpelukan berdua saja .." ucap Hans yang agak keras sehingga kedua nya mendengar langsung saja berlari kepada Hans .


" Abang ...." ucap keduanya yang langsung memeluk Hans seperti waktu meraka Masi kecil dulu nya meraka akan melakukan itu bertiga dengan Quera .


" Kami rindu Bang ... kami tidak ingin dewasa bang kami tidak ingin berpisah seperti ini bang ..." usap J memeluk Hans .


" benar bang lihat pria itu malah membawa Q kami .." sahut K .


Meraka berdua seakan tengah mengadu jika mereka ditinggal kan Saudarinya . Yah meraka berdua juga tidak memiliki orang tua diusia 10 tahun sama dengan Q .


Orang tua mereka juga ikut tewas dimalam pembantaian .


__ADS_1


__ADS_2