Mysterius Girl

Mysterius Girl
Rasa nyaman saat bersama


__ADS_3

Siang berganti dengan malam saat lampu lampu jalan sudah mulai menyala . Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju sebuah mansion . Yang berada disalah satu perbukitan yang menjadi kawasan elit .


Dimansion itu sendiri terlihat terang saat seorang pria turun dari mobil .Dengan balutan jas mahal yang dibuat khusus untuk nya .


" Selamat datang kembali tuan ...." Ucap kepala pelayan dengan membungkuk sopan . Juga menerima mantel yang digunakan oleh pria itu .


" Apa Nyonya sudah kembali .?" Tanya Reygan dengan datar .


" Sudah tuan saat ini nyonya sedang berada didapur untuk menyiapkan makan malam.Bersama dengan nyonya kedua ." Jawab Butler lmanuel dengan senyum mengembang.


" Eemm .... " sahut Reygan yang berjalan menuju tangga yang akan membawanya kelantai atas . Dimana kamar nya berserta sang istri berada .Dia bisa merasakan mansion ini sepi tanpa teriakan sang anak .Dia hanya bisa menggelengkan kepala untuk mengusir rasa yang hinggap . Saat ini mereka sedang menjalankan misi jadi dia lah yang harus bertahan .


Cklek ......


Saat membuka pintu dia bisa merasakan hawa lembut dari dalam kamarnya . Sejak Quera kembali kamar yang biasa dingin kini menghangat .Begitu pula dengan Es dihati Reygan mulai mencair .Pria itu melangkah menuju kamar mandi .


Selama beberapa lama pintu kembali terbuka yang memperlihatkan seorang wajah cantik . Tanpa dia sadar jika ada orang lain yang ada didalam kamar mandi saat ini .Dengan gerakan yang lembut wanita itu membuka bajunya .


Mata Reygan hampir tidak percaya jika sang istri tidak sadar keberadaan . Dengan pemandangan yang ada didepannya saat ini .Dengan gerakan pelan tapi pasti Reygan keluar dari bath up .


" Dear .... perlu bantuan ." Bisik Reygan ditelinga Quera . Yang membuat Quera terperanjat dengan kehadiran sang suami .

__ADS_1


" Axe ... sejak kapan kau datang?." Tanya Quera dengan suara terputus putus .Saat tangan dan bibir Reygan telah menjalarkan kemana mana .


" Hemm ...Sejak kau masuk dan membuka pakaian mu. " jawab Reygan dengan suara serak dan mata yang berkabut .Apa lagi saat mendengar suara rintihan kecil Quera saat tangan nya meraba tubuh Quera .


" Axe.... Emmpphh...." Ucapan Quera terputus saat Reygan membalik badan Quera dan menciumnya dengan rakus .


Setelah hampir satu jam suara manja Quera akhirnya berhenti .setelah Reygan merasa puas dengan jamuan pembuka untuk makan malam mereka saat ini .


" Hah ... lihat kita bisa telah untuk makan malam ." Quera menggerutu saat melihat Reygan hanya bisa tersenyum puas .


" Dear .. Jangan salah kan aku kau sendiri yang datang ." Jawab Reygan sambil memainkan matanya .


" Apa salahnya mesum dengan istri sendiri ." Jawab Reygan dengan terkekeh pelan .Suara kekehan pria itu terdengar sangat merdu . banyak pelayan yang tersipu malu mendengar apa yang dibicarakan oleh sang tuan .


" Axe....diam lah. " Ucap Quera sambil mencubit pinggang Reygan dengan lembut .Untuk menutupi rasa malu nya saat ini .


" Sshhtt ....dear tega sekali sih ..."Reygan merengek manja kepada Quera .


Mereka makan malam sambil bercanda seperti biasanya . Juga berbincang ringan akan mereka lakukan .


" Lihat Edgar dan juga fiona saja sudah tidak ada dimeja makan ." Gerutu Quera dengan wajah cemberut .

__ADS_1


" Dear aku juga sedang makan malam tapi berbeda versi saja . Lagi pula itu juga mengenyangkan ku ." Sahut Reygan dengan menggoda Quera yang sudah bersemu merah . Mendengar kata kata vulgar yang diucapkan Reygan .


" Dear ... bagaimana menurut mu tentang informasi yang dibawa K tadi?." Reygan bertanya setelah mereka selesai makan .


" Eemm... pantau saja dulu .Kita lihat apa yang akan dilakukannya saat ini ." Jawab Quera sambil bersandar didada Reygan . Saat ini keduanya sedang berada di gazebo yang ada di taman belakang . Disini lah keduanya sering menghabiskan waktu bersama untuk bersantai .


" Eemm....jika begitu baiklah ... aku harap dia tidak terkait lagi dengan masalah kali ini .Jika itu terjadi jangan salahkan aku tidak akan mengampuninya ." Sahut Reygan .


" Eemm ...lakukan yang menurut mu baik ." Sambung Quera . Mendengar suara Quera yang lemah mau tidak mau Reygan harus melihat wanita yang berada dipelukan saat ini .Dan benar saja Quera sudah mulai terlelap dipelukannya. Tanpa perduli dimana tempat mereka berada saat ini. Hanya dengan bersandar didada Reygan itu bisa membuat Quera nyaman hingga tertidur.


" CK .... aku belum selesai berbicara dan kau sudah tidur ." Reygan terkekeh geli dengan kelakukan sang istri saat ini . entah kerena apa Quera begitu mudah tertidur jika bersama nya .


" Eemm..." Hanya gumam Quera yang menjadi jawaban Quera .Yang sudah terlelap dengan mimpi indah .


" Hah....untung saja sudah dapat jatah. Jika tidak jangan salahkan aku memangsa mu meski sudah tidur. " Gumam Reygan sambil terkekeh pelan. Dia membawa Quera kekamar utama dengan mengendong nya .


Pria itu dengan lembut meletakan Quera diranjang king size .Setelah itu mengganti baju Quera dengan piyama .


" Huh....untung saja cinta ." Ucap Reygan setelah mengganti baju Quera . Pria itu masuk kedalam selimut yang sama dengan sang istri. Untuk segera menyusul menuju mimpi indah . Berbeda dengan seorang wanita yang berada di mansion Edgar saat ini.


Bukan nya mimpi indah tapi malah mimpi buruk .

__ADS_1


__ADS_2