
" Ayah ... apa yang membuat mu bersedih .?" Tanya Hara dengan lembut .Wanita keturunan korea dan Jerman itu tersenyum lembut meski terlihat kekejaman dari mata nya .
" Tidak ... ayah hanya senang bisa melihat kalian semua dan juga bisa melihat cucu ayah ." Jawab Zaen sambil mengusap matanya yang lembab .
" Ayah ..Jangan sedih oke ... masih ada kami yang menemani mu . Kami semua banyak yang tidak punya ayah jadi kami akan menjaga mu . " Sahut Masaya dengan senyum manis .Istri dari Zack bisa merasakan kasih sayang seorang ayah dari pria paruh baya itu .
Zaen hanya bisa tersenyum lembut setelah mendengar ucapan para menantunya . Bisa dibilang mereka besar dengan penuh intrik dan juga darah . Mereka bisa menyayangi keluarga nya dengan tulus .
Tak berselang lama suara helikopter menderu dari atas langit . Yang menanda kan jika penguasa masion akan segera datang . Mereka dengan saling pandang dengan senyuman . Para pelayan bersiap untuk menyambut tuan dan Nyonya serta tuan muda kecil .
Saat helikopter mendarat dengan sempurna seorang pria turun dengan langkah tegap dan angkuh . disusul oleh dua orang pria kecil dengan wajah yang sama . Ketiganya menoleh kebelakang menanti seorang wanita dengan anggun juga kecantikan yang belum ada bandingnya turun .
" Selamat datang kembali tuan dan nyonya ... Selamat datang kedua tuan kecil semoga kalian betah disini ." Seru pelayan menyambut kembalinya sang tuan rumah .
Melihat pemandangan ini membuat Quera hanya bisa menggelengkan pasrah .Kali ini mereka bisa dengan jelas melihat kecantikan dari Quera . Jika dulu wanita itu datang dengan penampilan yang cupu dengan kaca mata tebal .Saat ini dia datang dengan cantik layaknya dewi .
" Terima kasih ... ini sambutan luar biasa ." Ucap Quera dengan senyum mempesona yang bisa membuat terpanah .
__ADS_1
" Sudah menjadi tugas kami nyonya ... " Jawab mereka dengan menunduk sopan .Quera bisa melihat jika para pelayan ini hampir semua pelayan lama hanya beberapa yang diganti .
" Ayo masuk ... lihat mereka semua sudah menunggu kita .Tapi sayang kakek tidak bisa lagi menunggu kita dia sudah berpulang sebelum bisa melihat cicit nya ." Ucap Reygan dengan nada yang berbeda . Ada kesedihan dari suara itu meski sudah ditekan .
"Hallo semuanya ....kakek Butler apa kau punya makanan aku lapar ." Seru Damian dengan ceria dan juga imut .Yang bisa membuat siapa pun menjerit dan meleleh saat melihatnya .
" Tentu ... saja ada tuan kecil ayo kakek sudah masak banyak ."Jawab Butler dengan semangat . " Kakek juga sudah menyiapkan kamar untuk nanti jika tidak cocok beritahu kakek akan menggantinya ."Lanjut pria itu dengan senang hati .
" Ayo kek .... " Ajak Damian dengan memegang lengan Butler itu . Pria tua itu mengusap air matanya dengan lembut .
Dominic mengikuti adiknya dengan tenang aura dingin dari pria kecil itu hampir sama dengan milik Reygan .Dengan langkah yang tegas dia berjalan sambil memindai sekeliling masion yang dimiliki sang ayah .
" Hah ... anak ini terlalu waspada ... aku hanya berharap dia bisa bersikap selayaknya anak kecil . "Reygan hanya bisa mendesah kecil saat melihat Dominic .
" Aku sudah ... memperingati nya tapi dia memang seperti itu . Berbeda dengan Damian yang lebih aktif tapi juga sangat teliti .Dominic cenderung pendiam dan dingin tapi dia memiliki perasaan yang lembut ."Sahut Quera dengan tidak berdaya .
" Biarkan saja... itu sudah menjadi sifatnya . Dan biang masalah nya adalah putra kecil kita . Hah .... lihat apa lagi sudah bersama dengan mereka ." Ucap Reygan sambil menujuk kerumunan anak anak itu . Entah apa yang saat ini sedang mereka lakukan dimeja makan .
__ADS_1
" Big bro .... kami juga sudah lama menunggu mu . Tapi lihat kau hanya fokus dengan Kakak ipar kecil ." Edgar berseru dengan keras .
" Aku tidak meminta mu untuk disini ....menunggu kami datang . "Jawab Reygan dengan acuh.
" Huh .. sungguh tega sekali . Sebenarnya aku muak saja dirumah jadi kami berencana menginap disini ." Lanjut Edgar dengan seenaknya .
" Lakukan apa pun itu asal jangan membuat keributan ." Sahut Reygan dengan pasrah . Dia juga tidak bisa mengusir Edgar apa lagi saat ini dia tahu jika dimasion mereka ada Rebecca saat ini. Dan juga melihat perut buncit milik Fiona membuat Reygan menghela nafas kecil .
Quera hanya bisa mengusap bahu dari suaminya itu . Untuk memberi semangat dan juga dukungan .
" Aku tahu .. dear." Ucap Reygan sambil menoleh istrinya yang disambut dengan senyum manis milik istrinya .
Keduanya masuk kedalam rumah bisa melihat jika saudaranya saat ini sudah berada disana semua .
" Seperti nya hanya para DAR yang tidak datang ." Ucap Reygan sambil membelai rambut Quera dengan lembut .
" Abang pertama saat ini sedang mengurus LL .. sedangkan Abang kedua dengan menjalan kan misi ." Jawab Quera dengan tenang .
__ADS_1