
Setelah beristirahat semalaman pagi ini mereka sepakat untuk membuka ,Kemabli pulau kembar seperti sedia kala .Dengan menggunakan cincin yang dipakai Quera saat ini .Banyak anggota yang berdiri dibelakang para inti yang saat ini sedang menanti dengan was was .
" Semoga saja yang kita cari selama ini berada disana . Jika kita tidak bisa menggunakan nya kita harus menghancurkan semau nya sebelum ada menyalahkan gunakan ." Ucap Hans memecah keheningan suara pria itu tidak keras tapi membaut orang lain merinding .
" Heemm .... semoga saja kita sudah mencarinya puluhan tahun . Dan hanya karena ini membaut kita semua kehilangan orang tau kita dan para saudara kita ." Jawab Sia dengan wajah dingin .
" Jika itu memang pilihkan terbaik lakukan saja . Aku juga tidak akan menghalangi meski itu berada di wilayah ku ." Sahut Reygan dengan malas . Saat ini pria itu hanya engan melepas kan sang istri .Quera hanya bisa mendengus kesal saat Reygan sedang dalam mode manja .
"Axe ....tidak kah kau malu dilihatin banyak orang saat ini . Dengan kau menempel seperti ini ?." Quera bertanya dengan memutar mata malas. Wanita itu benar benar jengah semalam Reygan tidak melepaskan nya hingga hampir pagi .
" Tidak ... aku tidak perduli dengan mereka ." Jawab Reygan dengan malas .
" Dad ... masih ada kami disini .Jadi bisa kah kau lepaskan mom ."Damian berteriak dengan kesal saat sang Daddy menopoli mommy dari kemarin .Disamping bocah itu berdiri dua serigala dewasa dan juga serigala muda .Yang Terus mengikutinya kemana pun bocah ini pergi .
" Hunter ... nanti kita bermain lagi oke ... sekarang bantu aku untuk membuat Daddy pergi dari mom ." Ucap Bocah balita itu dengan berani menatap tajam sang Daddy yang saat ini memilih terkekeh .
" Boy ..kau sudah memonopoli mom selama 5 tahun sekarang giliran dad oke ..." Sahut Reygan sambil terkekeh .
" Sudah diam kalian berdua ... Mom kan membuka pintu ini sekarang juga ." Ucap Quera dengan tegas membuat kedua pria beda usia itu terdiam .
Sedangkan yang lainnya malah terkekeh saat melihat kedua nya terdiam .
__ADS_1
" Baik .... my queen ." Jawab kedua nya dengan menatap tajam orang yang terkekeh dibelakang mereka .Sedangkan yang di tatap keduanya hanya bisa menahan suara nya .
" Ini nama nya like father like son ..." Batin Marvel dengan mendelik kesal .
" Hah ... sungguh buah tidak akan jauh dari pohonnya ." Ucap Zack dari dalam hati .
Sedangkan yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepala miris .Benar kata Quera jangan tertipu dengan wajah dan sifat imut Damian .Dia lebih berbahaya dari pada Dominic yang pendiam .
Setelah beberapa saat mereka berfikir dimana meletakan kunci itu . Damian yang dari tadi berdebat dengan Reygan akhirnya angkat bicara .
" Kemarikan mom .... letakan saja disini bukan kah pola ini sama dengan permata cincin itu ." Seru Damian dengan wajah yang menggemaskan .
" Eemm ... ini benar mom lihat lah mereka saling terhubung ." Sahut Dominic dengan suara lembut . Reygan hanya bisa menghela nafas saat melihat betapa jenius nya Kedua putra nya .Dia menerkam Dominic seperti Damian meski dia tahu bocah itu bukan darah daging nya .
Tak ....
Serrrrrttt.....
Zzrrukkk .....
Dinding batu itu berderak membaut debu berterbangan menghalangi pandangan banyak orang .Saat debu menghilang terlihat lah sebuah pemandangan indah dimana banyak bunga sakura dan juga persik .
__ADS_1
" Ini .... ini sangat indah luar biasa ." Ucap Kelly yang berdecak kagum melihat keindahan yang ada didepan matanya .Bukan hanya bunga sakura dan persik tapi juga kolam buatan yang ditumbuhi teratai putih yang indah .
" Jangan terbuai dengan keindahan yang ada didepan kalian ." Suara Reygan memecah kekaguman banyak orang .
"Apa ada yang salah dengan semua ini .?" Tanya Marvel dengan memicing kan matanya .
"Bodoh .... Tidak aku lihat banyaknya jebakan yang ada disini ." Ucap Dominic dengan suara dingin . Damian juga sudah waspada bocah kecil itu sudah mengeluarkan belati dan juga busur serta anak panahnya entah dari mana kedua bocah itu mengeluarkannya .
Demon dan juga Whiteley juga mengeram keras . Sedangkan serigala muda hunter siap siaga didekat Damian .
" Boy lempar anak panah mu ...." Suara Reygan terdengar sangat dingin .Dia tidak tahu apa yang sebenarnya disimpan disini sampai begitu banyak sensor jebakan tertanam disini .
" Oke ... " Jawab Kedua nya disusul Danzel juga mulai melemparkan kunai dari kedua tangan mungil nya .
" Kalian lihat ... kalian akan kalah jika tidak berlatih dengan keras .Jika perlu biar papa Hans yang mengajari kalian ." Reygan dengan tenang bersuara dengan lantang kepada beberapa bocah kecil yah ada dibelakang .
" Mulai sekarang kalian kan berlatih lebih lagi ... dan tidak ada keluhan apa pun ." Suara dingin Reygan membuat merinding ketakutan .
Sampai terdengar lolongan serigala dari dalam hutan bambu yang lebat diseberang kolam yang indah .
Aaaauuuuu ....
__ADS_1
Demon yang mendengar suara itu membalas dengan lebih keras . Entah apa yang terjadi Demon dengan gesit menerjang sensor merah itu segera berlari menuju serigala tau yang baru saja keluar dari hutan bambu .