Mysterius Girl

Mysterius Girl
Nasib sial Rebecca


__ADS_3

Para anak kecil menyeringai dengan kejam dibalik wajah polos mereka . Apalagi setelah Dominic ikut angkat bicara ,mereka semakin percaya diri . Dengan tatap tajam Danzel menatap Rebecca seakan bisa menguliti wanita itu .


" Adik ku sudah minta maaf ...." Sahut Dominic dengan nada dingin . Mata tajam yang membuat Rebecca mundur satu langkah . Jika bocah yang didepannya lebih pemalu dengan menunduk takut . Berbeda dengan anak yang baru berbicara dia menatap dengan tajam dengan aura yang ganas .


Bahkan Judy ikut mundur saat melihat aura keganasan yang dikeluarkan oleh Dominic .


" Aunty ... jika bayi mu berharga tidak seharusnya kau berada disini . Cih bayi berharga apanya, Dan ingat kami tidak menerima bayi dari wanita lain ." Sambung Xander dengan mata berkilat dengan keinginan membunuh .


" Aunty .. harus jaga diri .... kalau tidak hihi hi . kami tidak akan bermain dengan mu ." Suara jenaka James terdengar lebih menyeramkan lagi .


Lutut Rebecca dan Judy bergetar hebat , mereka berdua menyadari jika para bocah ini membencinya . Dia juga tahu siapa james yang merupakan putra dari Ceo QS .Sungguh sial nasib wanita ini bertemu dengan anak nakal seperti mereka .


" Arthur ... cepat lah sebentar lagi para ibu akan datang . "Danzel angkat bicara dengan mata yang awas .


" Aku tahu ... itu sudah dari tadi ... hah aku akan anak yang baik dan imut jadi aunty semoga beruntung ." Seru Damian dengan senyum mengembang dengan wajah polosnya .


Belum sempat kedua wanita itu bereaksi anak anak itu sudah pergi . Dengan keadaan masih linglung kedua nya pergi saat menyadari mereka jadi pusat perhatian .


" Becca ayo pergi ... " Ajak Judy dengan geram dia sudah dipermainkan oleh anak kecil .Sedangkan Rebecca masih diam dengan terkejut .

__ADS_1


" Judy .. apa yang harus aku lakukan saat ini . Kau melihat kedua bocah itu memiliki wajah yang sama dengan Reygan . Apa mungkin itu adalah anak dari wanita itu .Judy segera hubungi kakak dan katakan ini .Aku tidak ingin kehilangan kesempatan ini ." Rebecca berkata dengan cemas . Tapi rasa cemas itu berlebihan terlebih Rebecca seperti hilang kendali . Seharusnya dia tetap tenang dan juga lemah lembut . tapi kini dia berteriak marah yang menghancurkan image nya yang lugu dan polos .


Sedangkan dilantai atas para bocah nakal itu menyeringai kejam . Hyuga yah tengah memangku laptop tersenyum senang.


" Big bro ... aku sudah mendapatkan nya apa kita kan mengirimkan nya sekarang .?" Tanya Hyuga dengan senyum polosnya .


" Tunggu biarkan dia semakin menggila dulu .Biar semua orang tahu bagaimana tingkah laku nya dulu .Lagi pula cairan itu bertahan lama ." Jawab Damian dengan menopang dagu nya dimeja . Dominic menyodorkan susu untuk Damian .


" Minum lah ... jangan terlalu bersemangat itu tidak baik untuk jantung mu ." Ucap Dominic dengan tegas .


" Huh ... kakak aku tahu .aku akan baik baik saja . " Jawab Damian dengan senyum lembut .Tidak ada yang tahu tentang sakit Damian hanya Quera dan para inti DAR yang tahu itu .Maka dari itulah Dominic terlalu posesif kepadanya .


" Kakak tahu .... " Jawab Dominic dengan lembut .


" Tidak .... " Ucap ketiga dengan tegas . Damian hanya bisa meringis melihat ketiga melarang dirinya makan .


" Kenapa Damian tidak bisa makan ini ....?" Tanya Aron yang diangguki oleh yang lainya .


" Kami tidak tahu ... apa makan ini baik untuknya itu saja . " Jawab James dengan cepat .Mereka hanya bisa memandangi makan yang ada didepan mereka.

__ADS_1


" Jadi ... apa kita akan memakan ini .?" Tanya Alaska dengan sedih . Ini kesempatan mereka untuk makan tapi melihat Damian tidak bisa makan hanya bisa menghela nafas kasar .


Sedangkan di RK Reygan dan yang lain nya hanya bisa tertawa dengan keras . Setelah mereka mendengar laporan dari anak buahnya . mereka segera meminta zack untuk meretas mall untuk mengetahui apa yang dilakukan anak anak nakal itu .


" Ha ha ha ...Bos anak mu memang luar biasa . lihat bagaimana mereka mengerjai wanita itu aku kasihan dengan nya . Yang dipermainkan oleh mereka sungguh membaut ku puas ." Edrick tertawa dengan keras .


" Iya aku juga .... ini akan menjadi berita yang bagus jika bocah nakal itu mengekspos ini ke media ." Sahut Zack dengan bangga.


" Bos apa perlu kita membantu mereka ..?" Tanya Alfa dengan tenang .


" Tidak .... biarkan mereka sendiri yang melakukannya mereka yang memulai jadi biarkan mereka yang mengakhiri ." Jawab Reygan dengan melipat tangan nya .


Sedangkan yang lain hanya bisa mengangguk kepala setelah mendengar ucapan Reygan . Sudah seharusnya mereka mulai berfikir untuk menyelesaikan masalah yang mereka buat .


" Tapi kenapa Damian tidak bisa makan junge food .?" Tanya Marvel dengan memicingkan mata saat melihat rekaman cctv dari tempat mereka makan .


" Eemm .... apa aku lupa bagaimana kehamilan Quera dulu . ?" Reygan Kembali bertanya dengan miris .


Marvel pun menyadari apa yang dimaksud oleh Reygan .Dia hanya bisa menghela nafas untuk menenangkan pikiran nya saat ini .

__ADS_1


" Kita harus bersyukur masih bisa melihatnya ." Ucap Edrick dengan lesu .


" Itu lah sebab nya Dom ... lebih protektif kepada nya . Bocah itu lebih menanggung semua beban Arthur untuk saat ini. Dia tidak ingin jika adiknya terluka atau pun kelelahan . Yang akan bisa membuat sakit jika sudah sakit Quera akan sedih."Ucap Reygan dengan nada terluka .


__ADS_2