
Rebecca pucat pasi mendengar fakta yang begitu mengejutkan nya saat ini .Hingga pintu terbuka kembali yang memperlihatkan sosok pria yang amat dikenali oleh kedua nya .
" Kakak ....tolong bebaskan kami .... aku sedang hamil saat ini . Tolong aku tidak mau berada disini terlalu lama. Aku yakin Kakak akan datang ." Suara Rebecca terdengar sangat gembira melihat kakak nya datang . Zergan hanya tersenyum sinis menatap Rebecca yang begitu semangat .
" Aku kesini bukan untuk melepaskan mu .Tapi ...aku kesini untuk melihat penderita mu . Apa kau pikir selama ini aku menyayangimu . Ternyata kau sangat bodoh ..." Ejek Zergan dengan sinis .Kali ini pria itu tidak lagi berpura pura didepan adiknya yang satu ini .
" Apa...apa maksud mu saat ini kak.... Aku adalah kesayangan mu .Kenapa kau berkata begitu ..Itu sangat meyakinkan kak ." Lirih Rebecca dengan air mata yang bercucuran .
" Heh ... kau pikir kau siapa ....aku hanya anak dari wanita yang telah menghancurkan mommy ku . Kenapa aku harus menyayangi mu ...?" Tanya Zergan dengan sarkas .Tubuh Rebecca semakin bergetar tak karuan . Setiap kalimat yang diucapkan Zergan seakan menenggelamkan nya kedasar lautan . "Saat kau menikmati kemewahan yang diberikan tau bangka itu .Aku dan adik ku harus menderita sedangkan mommy kami harus meninggalkan dengan tragis . Kau mau tahu tidak siapa yang membunuh mommy mu itu beberapa tahun lalu ...?" Tanya Zergan dengan senyum seriangai yang kejam.
" Kamu ...kami tahu siapa yang melakukan nya ..Kak katakan aku akan membunuhnya ." seru Rebecca dengan wajah pucat pasi . Juga tubuhnya semkin menggigil menahan amarahnya .
" Kau ingin membunuhnya.....apa kau yakin ...dengan itu ...?" Zergan bertanya dengan nada mengejek .
__ADS_1
" Tentu ...katakan siapa orang itu . " Rebecca berkata dengan mata berkabut dipenuhi dendam yang membara .
" Bagus ...sekarang bangun dan bunuh orang itu . Dia ada didepan mu saat ini ." Ucap Zergan dengan dengan seringai yang kejam .
" Apa ....dimana ... didepan hanya ada Kakak.?" Rebecca bertanya dengan linglung . Dia belum sadar dengan apa yang telah dikatakan oleh Zergan. Otak kecil nya tidak bisa sepenuhnya menerima setiap kata yang keluar dari mulut pria didepannya .
" Bukan kah kau ingin membunuh ku ...jadi cepat bangun .Karena aku lah yang membunuhnya ." Jawab Zergan dengan suara dingin .
" Tidak .... bagaimana mungkin ...kak jangan bercanda dengan ku lagi ... ini tidak benar kau begitu perhatian dengan mom ...tidak tidak ...." Rebecca mundur kebelakang hingga punggung nya mencapai dinding yang terasa dingin .
" Lakukan tugas mu Judy .... itu misi terakhir mu . Sebelum aku melepaskan mu ." Ucap Zergan dengan dingin.Judy yang tersadar menganggukkan kepala nya dengan berat hati .Meski begitu dia harus melakukan nya . Dia menatap Rebecca yang saat ini tengah bersandar didinding dengan tubuh lemas . Dia belum bisa menerima kenyataan yang begitu pahit menghantam nya saat ini .
" Becca ... ini adalah tugas terakhir dari lord ... Juga tugas yang sangat berat . Jadi kau pilihlah sendiri kau mati dengan cara apa . ?" Tanya Judy dengan berat hati .
__ADS_1
" Tidak jangan ....apa yang kau katakan Judy ..aku nona muda mu jangan macam macam..." Teriak Rebecca dengan putus asa . Tak lama dia jatuh pingsan kerena tak kuat menahan beban mental yang diterima nya .
"Lord .... " Panggil Judy dengan ragu saat melihat Rebecca yang telah pingsan . Wanita itu kembali menelan kalimat yang ingin dia ucapan . Saat menatap Zergan yang acuh tak acuh melihat Rebecca .
"CK .. merepotkan saja ... sebentar lagi Maera akan datang . Biar dia saja yang mengurus nya . Lagi pula queen tidak ingin berurusan dengan nya ." Ucap Zergan sambil berlalu pergi dar ruangan itu.
Setelah sekian lama mengikuti Zergan Judy tahu . Jika pria itu saat ini sedang dalam suasana hati yang buruk .Tentu saja dia tahu hanya diam yang bisa menyelamatkan nya saat ini . Apa lagi saat ini dia berada di markas musuh .
" Lord .... semoga kau bisa bahagia ..." Lirih Judy menatap pintu yang telah tertutup rapat . Tugas nya saat ini hanya satu yaitu membunuh Rebecca tapi dengan keadaan Rebecca yang hamil .Dia tidak tega apa lagi selama dia mengikuti Rebecca . Wanita itu memang menyebalkan tapi dia masih memiliki hati yang baik . Hanya saja wanita itu salah didik kan sehingga seperti saat ini.
Diluar Zergan bertemu dengan Hara yang terlihat sedang marah .Zergan menggeleng kepala nya . Mendengar teriakkan dari sang adik .
🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Guys ...guys.....
Selamat menjalankan ibadah puasa ....semoga kalian para readers ku yang menjalan nya selalu diberi kesehatan .