Mysterius Girl

Mysterius Girl
Dua hari sebelum berangkat


__ADS_3

Keesokan paginya Rebecca terbangun saat pelayan membangunkan nya . Yang tidak sadarkan diri dilantai sejak semalam .Para bocah itu sengaja membiarkan wanita itu tergeletak begitu saja dilantai .


" Nona ...nona .... bangun apa yang anda lakukan tidur disini .?" Pelayan itu membangun Rebecca dengan kebingungan.


" Uughh ... kepala ku pusing sekali. "Lirih Rebecca . saat terbangun dia masih memegangi kepala nya yang terasa pusing .


"Nona ...apa yang terjadi hingga anda tidur disini?." Pelayan itu lagi lagi bertanya dengan bingung .


" Eemm ...aku juga ... Aagrrhh...." Rebecca berteriak ketakutan saat mengingat apa yang terjadi semalam .


" Nona ...nona anda tidak apa...ayo saya akan membantu anda untuk kekamar . Tubuh anda sangat dingin saat ini. " Ucap Pelayan itu dengan penuh perhatian .Tapi tanpa sepengetahuan Rebecca pelayan itu tersenyum semirik sambil mengangkat jempolnya sebagai tanda .


pelayan itu membawa Rebecca kamar setelah itu juga ada beberapa pelayan yang berdatangan . Mereka saling berbisik tapi itu masih bisa didengar dengan jelas oleh Rebecca .


" Shut...kalian ada yang tahu tidak selama saya mendengar suara aneh ." Ucap pelayan satu .


" Shut jangan keras keras ...bukan kah itu sudah bisa terjadi apa kamu lupa sejarah mansion ini ." Sahut pelayan dua dengan sedikit bergidik takut .


" CK ... kalian ini aku sudah merinding saat ini jadi diam lah ...ayo cepat kerja biar cepat selesai dan kita harus berada di paviliun belakang secepatnya .," Pelayan ketiga menimpali dengan melihat sekeliling nya dengan mata yang ketakutan .


Rebecca juga merasakan hal yang sama saat ini . dia juga merasakan bulu kuduknya berdiri yang membuatnya semakin menggila ketakutan .

__ADS_1


" Ayo cepat antar aku kamar aku...tidak tahu berapa lama aku pingsan dilantai semalam ." Seru Rebecca dengan menahan rasa takutnya .


" Baik nona ...berhati hati lah jika sudah malam tempat ini seringkali begini disaat tertentu ." Ucap pelayan itu sambil menoleh seakan dia juga ketakutan .


" Oke ..." Jawab Rebecca saat sudah berada dikamar yang selama ini ditempatinya .


Dengan menekan segala rasa takutnya Rebecca masuk kedalam kamar mandi .Untuk membersihkan dirinya juga rasa dingin yang terasa menusuk tulangnya .Dilantai bawah tepatnya dimeja makan terlihat para bocah yang saat inis sedang menikmati sarapan mereka .


Mereka tertawa terkekeh pelan yang mengingat Rebecca yang ketakutan tadi malam.Saat pelayan yang mengantarkan Rebecca kekamarnya datang . Aron dengan semangat bertanya .


" Bibi apa sudah beres...?" Tanya Aron dengan Penuh penasaran .


" Tentu ...saya yakin setelah ini wanita itu akan selalu terbayang dan ketakutan tuan kecil ." Jawab pelayan itu sambil terkekeh .


Pagi ini di mansion yang ditinggali oleh Reygan terkait ramai dengan berkumpul nya para saudara Reygan . Mereka saat ini ini membahas rencana mereka .


"Apa kau yakin dengan keputusan mu saat ini .?". Reygan bertanya kepada Hara yang terlihat siap untuk berangkat .


" Tentu aku akan menemui nya . Aku yakin tua bangka itu sudah menghasutnya . Jadi aku a


harus tahu kenapa Zergan jadi seperti sekarang . Bagaimana pun dia adalah salah satu orang yang pernah mempertaruhkan nyawa untuk ku . Aku harap tebakan ku benar dan dengan begitu aku bisa memanfaatkan peluang itu." Jawab Hara dengan tegas .

__ADS_1


" Tapi honey...aku ..." sebelum kalimat Edrick terucap Hara lebih dulu membungkam Edrick dengan kecupan .


" Tenang lah aku pasti bisa...kembali dengan selamat .," Sahut Hara . Dia tahu jika suami nya itu tidak Mungkin rela melepaskan begitu saja .


" Ingat untuk tetap memakai Cincin pernikahan kita . Itu akan bisa membantu mu jika terjadi sesuatu yang genting. " Pesan Edrick dengan suara serak .Dia tidak lagi bisa melarang istrinya untuk pergi . Jadi dia hanya bisa berpesan apa pun yang terjadi Hara harus kembali .


" Eemm ...aku tahu aku harus berangkat sekarang ." Pamit Hara kepada Edrick .


Pria itu hanya bisa memandang kepergian sang istri dengan tatap nanar .


" Tenang lah J dan K akan mengawasi selama dia berada disana .Juga masih Ada Max dan Habel yang akan membantunya selama menjalankan misi ." Ucap Reygan kepada Edrick . Pria itu menepuk pundak Edrick untuk memberi semangat .


" Aku tahu .... dia kan kembali kepada kami ." Sahut Edrick dengan mantap tidak ada lagi keraguan dalam kalimatnya .


"Kalian semau bersiap lah 2 hari kita semua akan berangkat . Hanya Edgar yang akan berada disini untuk mengurus bisnis . Fiona akan pergi kepulau setelah anak anak kembali besok . Masaya keselamatan mereka berada ditangan mu selama kami tidak ada . " Ucap Reygan dengan suara dingin . Tidak ada lagi yang membantah ucapan pria itu .


" Baik king ...." Jawab Mereka dengan serampak .


Pagi ini berubah menjadi tegang saat Reygan memberi perintah menyerang dalam waktu dua hari .Para pelayan yang semula bersikap layaknya pelayan biasa . Kini ekspresi mereka juga berubah menjadi tegas .


" Untuk.... kaki ini bukan hanya skala kecil jadi kalian semua harus siap . Masaya Veronica Fiona . Ingat Jika kami tidak bisa kembali jaga lah mereka bimbing mereka . Agar bisa tetap melindungi diri mereka ." Ucap Quera dengan Lugas . Setiap ucapan nya mengandung kalimat perintah yang tidak bisa dibantah .

__ADS_1


" Kami mengerti ...." Jawab ketiga nya dengan sendu. Mereka menyadari kali ini mereka semau belum tentu bisa selamat kerena yang mereka hadapi kali ini bukan musuh sembarangan .


__ADS_2