Mysterius Girl

Mysterius Girl
Kesedihan setelah pertempuran


__ADS_3

Dengan berat hati Reygan harus menerima apa yang sudah terjadi . Dia harus kuat mengingat jika sang istri saat ini masih dalam keadaan yang tidak baik jika dia ikut bersedih dengan berlebihan bagaimana dengan Quera .


" Bersabar lah aku yakin kalian kan sanggup melalui ini . Aku yakin semau akan baik baik saja ." Ucap Hans sambil menepuk pundak Reygan yang sudah terduduk lemas .


" Kau harus kuat jika kau kalah hanya karena ini bagaimana kau bisa menghadapi Quera nanti . Dia lah yang akan semakin terpukul saat mengahadapi ini ." Lanjut Hans mencoba untuk menguatkan Reygan .


" Yeah kau benar aku akan berusaha untuk kuat mungkin ini belum saatnya kami bisa punya anak ." Jawab Reygan dengan lirih .


Meski hatinya juga merasakan sakit dia harus kuat demi sang istri yang saat ini tengah berjuang untuk bertahan hidup .Baginya saat ini adalah keselamatan sang istri .Dia tidak menyangka jika akan ada dimana dia dan juga yang lain nya lengah saat berhadapan dengan musuh sampai membuat dia harus kehilangan anak nya, Yang masih kecil bahkan tidak ada yang mengetahuinya .


Flash back of .


Malam saat pertempuran terjadi dimana para musuh sudah berkumpul di satu titik . Yang sudah digiring oleh mereka berkumpul .


Quera berjalan dengan sebilah katana dari cahaya rembulan. bisa terlihat katana putih itu berkilau dengan dipenuhi darah segar yang menetes .


" Apa kalian pernah membayangkan jika hari ini akan terjadi ." Tanya Quera dengan senyum yang membuat beberapa orang yang ada didepannya ketakutan .


" CK CK ...paman begini lah yang dulu kau lakukan kepada mom dan juga Dad ." Lanjutnya sambil menebas tangan dan juga kaki Dante .


" Tapi paman aku tidak akan membunuh kalian dengan mudah ." Sambungnya lalu menebas Vermon .

__ADS_1


Ke enam orang itu sudah tidak bisa lagi berkutik saat mereka sudah dikepung oleh musuh .Sedangkan orang Rusia itu kini sudah dibawa oleh para malaikat untuk dikirim kepada tuannya .


" Baby jangan biarkan mereka mati saat ini . Dan berikan Louis kepada ku ." Sahut Reygan sambil memandang orang yang sudah dipanggilnya dad selama ini .


" Ambilah aku juga tidak akan membunuh mereka sekarang . Terlalu ringan dengan kematian cepat ." Jawab Quera yang terlihat jelas jika amarah wanita itu belum lah sirnah .


Saat melihat mereka sudah berkumpul Quera tidak bisa tidak mengingat disaat kedua orang tua nya harus meregang nyawa dan juga teman nya harus menggantikan dirinya agar bisa selamat dari pembantaian malam itu .


Saat mereka sedang lengah entah dari mana Sebuah tembakan Ben luncurkan dan mengenai punggung Quera yang sedang berbalik .


Dengan cepat pula Sam melumpuhkan Ben yang menang dia lah yang saat itu berada didekat Ben .


Dor.....


Flash back On .


Reygan masih termenung saat sebuah tangan mengusap bahunya dengan lembut .Pria yang dalam keadaan berantakan itu mendongakkan kepala melihat siapa pemilik tangan itu .


" Kak ... apa belum bisa aku masuk untuk melihat Era kak ." Tanya Reygan dengan wajah yang sembab mata yang sudah merah .


" Tidak untuk sekarang Marvel dan juga Daniz sedang mengupayakan yang terbaik . Jadi bersabarlah aku akan Kemabli kedalam untuk melihat keadaan didalam . Pergi lah untuk membersihkan dirimu kau terlihat sangat berantakan ." Jawab Sia wanita itu berusaha untuk menenangkan pria yang kini sedang tertunduk lesu itu .

__ADS_1


Edrick datang membawa paper bag yang berisi baju ganti Reygan . Meski ada banyak luka tapi Edrick harus memperhatikan sang tuan yang kini sedang dalam keadaan yang tidak baik .


" Rey ganti lah baju mu dulu apa kau ingin nanti saat Quera sadar dia melihat diri mu yang seperti ini ." Bujuk Edrick saat Reygan hanya berdiam diri .


Reygan hanya melihat sekilas yang saudara itu .seakan ingin mengadu jika saat ini dia sedang kesakitan .


" Ganti lah kami akan berjaga disini hanya berganti baju saja aku tidak melihat jika saat ini baju mu sudah tidak berbentuk dan juga banyak nya darah yang sudah mengering ini . Ayo cepat jangan buat aku menyeret mu ." Ucap Edrick dengan gemas saat melihat Reygan yang sudah memandanginya dengan sendu .


Dengan tidak sabaran akhirnya Edrick menarik paksa pria yang sudah dianggapnya sebagai adiknya itu .


Sampai diruangan yang sudah disiapkan oleh Edrick entah dorongan dari mana Reygan tiba tiba saja memeluk Edrick dan menangis dalam diam .


" Sakit Rick sakit .... anak yang kami nantikan kini sudah tidak ada lagi Rick ... Sakit ... Rick " Ucapnya sambil memeluk tubuh saudaranya itu .Pria itu menujukan betapa rapuhnya saat ini . Andai ada musuh yang sedang mengintai pasti sudah jadi sasaran empuk .


" Tenang lah ... kau harus kuat jika kau lemah seperti ini siapa yang akan menguatkan Quera . Dialah yang akan semakin sakit saat mendapati kenyataan ini ." Ucap Edrick sambil menepuk punggung Reygan sang membuat pria itu semakin terisak .


" Anak ku Rick ... bahkan yang hanya berupa darah Rick dia harus ketakutan dan juga pasti dia kesakitan Rick kami ..kami ... bodoh tidak menyadarinya jika saja aku tahu saat ini Quera sedang hamil tidak mungkin kau biarkan dia bertindak ." Lanjutnya lagi dengan suara lemah .


Semakin lama suara pria itu semakin lemah hingga terlelap setelah puas mengeluarkan semau perasaan nya kepada edrick .


Diluar ruangan itu Sia dan juga Zack bisa mendengar perkataan Reygan mereka juga tidak menyangka jika saat ini Quera tengah mengandung.

__ADS_1


Duka atas kehilangan janin itu juga dirasakan para anggota dari kedua kubu .Meski mereka sebagian sudah kembali kepulau masing masing .


pertempuran yang mereka menang kan seharusnya menjadi hal yang menggembirakan malah berubah menjadi petaka yang menyediakan .Dimana mereka harus kehilangan calon pemimpin berikutnya.


__ADS_2