Mysterius Girl

Mysterius Girl
kembali ke masion utama


__ADS_3

Setelah hampir 2 bulan mereka berada dipulau hari ini . Reygan akan membawa keluarganya untuk keluar dari pulau dan kembali ke rumah utama Romanov . Mereka saat ini sudah berada ditepi pantai mengantar Demon dan keluarganya .


Serigala itu saat ini sedang melihat sang tuan dengan mendengus kesal . Kemudian berbalik masuk kearah yacth yang akan membawa mereka kedaratan .


" Ayo berangkat tunggu besok mereka sudah berada didepan kalian lagi ." Seru Reygan dengan lembut . Saat melihat kedua putra nya masih memandang yacth yang membawa demon .


"Huh ... dad jangan berbohong oke ... " Jawab Damian dengan cemberut .


" Tidak ... mereka akan berada di masion besok pagi jadi , Ayo naik mom dan sudah menunggu . Lagi pula para saudara mu sudah pergi dari kemarin ." ucap Reygan meyakinkan kedua bocah itu .


" Boy ... ayo naik apa kalian mau mom pergi sendiri bersama dengan Daddy ." Seru Quera dari atas helikopter.


"No ....mom kami ikut kami akan naik " Jawab keduanya dengan serempak .


Reygan hanya bisa menggeleng tidak berdaya dari tadi dia membujuk keduanya tidak mau naik . Tapi saat Quera yang memanggil mereka dengan manis berlari .Reygan hanya bisa memastikan keduanya naik dengan baik meski mereka masih kecil keduanya tidak kesulitan untuk naik .


Di sebuah masion yang mewah dengan gaya Eropa kuno itu terlihat ramai . Para pelayan bersiap untuk menyambut tuan dan nyonya yang sebentar lagi akan datang .Setelah sekian lama mereka menunggu akhirnya bisa lagi melihat nyonya mereka .


"Butler ...tuan dan nyonya masih lama .?" Salah satu pelayan bertanya dengan wajah yang berbinar .Dia salah satu pelayan yang pernah melayani Quera dulu .

__ADS_1


" Aku juga tidak tahu jadi tunggu saja ... Dan juga siapkan semau kebutuhan nyonya dan tuan kecil ." Jawab Butler lmanuel dengan tegas . Raut wajah tua itu kembali berbinar setelah sekian lama .


"Tentu semua sudah beres seperti apa yang diminta tuan ." Jawab Pelayan itu dengan semangat .


Saat Butler sedang mengarahkan dan mengawasi pekerjaan para pelayan,terdengar suara mobil dari luar .Butler segara menuju pintu untuk melihat siapa yang datang terlebih dulu .


Seorang pria turun dari mobil disusul dengan seorang wanita hamil turun dari mobil .Pria itu dengan hati hati membantu wanita itu untuk berjalan . Sedangkan wanita itu hanya bisa cemberut masam dengan tingkah dari suaminya .


" Selamat datang tuan dan nyonya kedua kalian datang sangat awal ."Sambut Butler lmanuel dengan senyum cerah yang menghiasi wajah tua itu .


" Hah....istirahat lah Butler kau itu sudah tidak bisa lagi berkerja terlalu keras . Apa Kakak belum datang kenapa masih sepi. ?" Edgar bertanya dengan ramah dan juga perhatian .


" Belum ...tuan ,begitu pula dengan yang lainnya juga belum ada yang datang ." Jawab Butler dengan sopan .


" Sudah bawa masuk nyonya ... tidak baik untuknya jika terlalu lama berdiri ." Ajak Butler itu dengan lembut dan penuh kasih .


"Terima kasih ... paman anda selalu perhatian seperti biasanya ." Seru Fiona dengan senang .Dia tau pria itu itu selalu memberikan perhatian lebih apa lagi saat ini dia sedang hamil tua.


Sebelum Edgar masuk untuk memapah istirnya . terlihat sebuah mobil mendekat dengan kecepatan pelan .Mobil itu berhenti tepat di depan mereka . Terlihat pria paruh baya turun bersama dengan anak kecil dengan mengunakan topi baseball.

__ADS_1


" Hua ... aku kesini lagi .... wah aku berharap anak aunty cantik perempuan ." Doa anak itu dengan antusias yang membuat wanita hamil itu miris .Sedangkan dia tahu jika bayinya laki laki .Begitu pula dengan Edgar hal yang sama juga dirasakan pria itu .


" Zaen ... kau datang aku pikir kau tidak akan datang ." Ucap Butler lmanuel dengan nada mengejek .


" Tentu ... saja apa ku mau beradu tinju lagi aku masih cukup kuat untuk itu ." Sahut Zaen dengan terkekeh kecil .


" Kek ...kenapa sih setiap kesini pasti ribut dengan kakek Butler .?" Xander bertambah dengan wajah polosnya .


" Tidak ada .. ayo masuk kasihan aunty cantik mu yang kelelahan membawa adik bayi mu ." Jawab Butler dengan gembira .


Mereka memasuki masion dengan bercanda . Dan benar saja tak butuh waktu lama semau orang sudah datang di masion itu . Pada hal tuan rumah saja belum datang tapi mereka sudah menciptakan kehebohan terlebih dulu .Apa lagi anak anak kecil itu sudah berkumpul yang membuat masion semakin ramai .


" Pa... apa kakak Kenzo hari ini akan datang kesini .?" Tanya Zaeron dengan semangat . bocah yang bisa sapa Aron itu selalu saja cerewet .


" Mungkin saja .. papa juga tidak tahu . kau tahu sendiri kan dia hampir tidak mu menginggalkan pulau meski kau membujuknya ." Jawab Marvel dengan acuh melirik bocah yang saat ini sedang duduk didepan nya .


" Huh .. papa menyebalkan ." Sahut bocah itu dengan kesal .


" Aron ayo keluar kita bermain ditanam. " Seru Alaska dengan berlari keluar .Diikuti Xander dari belakang dengan berjalan tenang . Setelah melihat saudara pergi Zaeron juga mengikutinya . Setelah keempat bocah itu pergi ruang tamu itu cukup tenang saat ini .

__ADS_1


Zaen tersenyum dengan lembut saat melihat anak anak yang dijaga nya kini sudah tumbuh dewasa . Bahkan sudah memilki anak sendiri ,dia tidak menduga jika akan saat ini dirinya bisa dipanggil kakek .


" Ayah ...


__ADS_2