Mysterius Girl

Mysterius Girl
Reygan semakin menyebalkan


__ADS_3

Setelah mereka semau kembali dengan tenang ,Habel melaporkan jika asisten Rebecca baru saja menghubunginya .Untuk mengatakan jika Rebecca berada dirumah sakit .


" King ....apa masih perlu saya kesana untuk saat ini .?" Tanya Habel dengan sedikit ragu apa lagi ada Quera didepannya saat ini .Reygan menoleh kepada Quera untuk menanyakan dari pandangan matanya .


" Eemm ... temui saja dulu kita harus tahu apa tujuan nya datang dan berusaha untuk mendapatkan mu ." Jawab Quera seakan tahu apa yang diinginkan oleh Reygan .


" Eemm .. pergi lah lakukan sesuai dengan yang diminta queen ." Sahut Reygan dengan datar sedangkan tangan nya bermain main dengan rambut Quera .


" Baik lah aku akan pergi kesana." Jawab Habel dengan tenang .Sampai pertanyaan Quera membuat pria itu berhenti dan menoleh .


" Eemm... Habel apa kau pernah menggunakan nya ?" Tanya Quera dengan hati hati .Dia tidak ingin menyingung perasaan Habel .


"Maksud queen ... menggunakannya dalam hal apa .?" Habel berbalik tanya saat tidak mengerti maksud Quera .


"Maksud queen apa kau pernah berhubungan badan dengan nya .?"Sahut Reygan saat melihat Quera agak bingung menjelaskan nya .


"Oohh... iya pernah dia sering memberi ku obat agar bisa melakukan nya ." Jawab Habel dengan enteng .Seakan itu bukan lah beban bagi nya .


"Eemm ... baik lah kita bisa mengantisipasi nya . Jika nanti dia menggunakan trik lain untuk mengambil keuntungan ." Sambung Quera dengan memicingkan mata nya .Reygan malah terkekeh saat mendengar ucapan istrinya .


" Dear ....jika dia melakukan trik kita bisa meliris surat kesehatan ku ." jawab Reygan sambil terkekeh kecil .

__ADS_1


" Eemm ... itu lebih baik seperti nya aku melupakan itu ." Jawab Quera dengan senyum lembut .


"Jika dia hamil itu juga bukan milik ku queen ,jadi tidak perlu king yang harus turun tangan masalah itu." Ujur Habel dengan sedikit muram .


" Oohh....apa kau juga melakukan vasektomi ?." Tanya Quera menyeringit kan kening .


" Iya aku sudah lama... melakukan nya ." Jawab Habel dengan tegas. " Aku juga tidak ingin ada wanita yang memanfaatkan hal itu ." Lanjutnya dengan wajah yang semakin muram .


"Bagus....itu lebih baik jadi kami tidak perlu khawatir lagi . Kamu bisa pergi untuk menemui nya dan sebisa mungkin untuk mendapatkan apa yang sebenarnya dicari ." Sahut Reygan dengan tidak sabar .Quera hanya bisa mendengus kesal ,wanita itu tahu apa yang saat ini ada didalam otak suaminya itu .


" Baik king ... aku permisi ." Jawab Habel dan pergi meninggalkan kedua nya .Saat pria itu keluar dari ruangan Reygan hanya bisa mengerurtu kesal .


" Huh .... kenapa king bisa semkin mengesalkan saat bersama queen ? Entah kemana perginya king yang tidak tersentuh wanita itu pergi ." Gerutu Habel dengan kesal saat Reygan dengan tanpa malu bermanja kepada Quera.


" Hah... kau benar dia menjengkelkan ." Sahut Habel dengan malas .


Sedangkan dari kejauhan terlihat anak anak yang sedang sibuk berlatih. Dan juga kejahilan Damian yang membuat suasana semakin heboh saja .


Kenzo putra Max yang paling tua dari anak anak itu berusaha untuk menjaga mereka .


" Kak Ken .... sini saja jangan ikut berlatih dengan mereka ." Teriak Damian dengan ceria saat berjalan di atas tiang penyangga untuk latihan .

__ADS_1


" Prince turun ... itu .. kamu bisa jatuh Damian ." Kenzo berteriak dengan khawatir saat melihat itu .Bukan hanya Kenzo yang khawatir tapi juga para anggota .


" Sudah bisa dia tidak akan jatuh ." Sahut Dominic dengan dingin . Raut wajah anak itu tidak bisa ditebak hanya kilatan mata tajam itu semakin tajam saat Damian melompat .


Dari tiang satu ke yang lainnya dengan lihai .


" Luar biasa .... aku tidak menyangka jika bajingan kecil itu bisa melakukan semua itu dengan mudah ." Gumam Edrick yang sedang memperhatikan anak anak berlatih .


" Huh ... aku hampir jantungan saat melihatnya berjalan diatas tiang kecil itu ." Sahut Alfa yang baru saja datang .


" Ayo ...lah kak ini mudah kenapa kenapa dengan wajah mu itu . Dan juga para paman jangan tengang begitu lagi pula jika aku jatuh paling paling akan payah tulang. " Jawab Damian dengan mudah tanpa beban yang membuat mereka ketakutan .


" Kau ini Arthur ... bisa tidak jika tidak membuat keributan . Mereka akan dihukum dad jika kau terluka ." Sahut Dominic dengan nada dingin tapi masih tersirat kasih sayang .


"He he he ... aku lupa Dom ini markas Daddy ." Jawab Damian dengan terkekeh geli saat membayangkan Daddy marah kepada anggota yang menjaga mereka latihan .


Sedangkan di negara lain seorang pria sedang melaporkan ,tentang banyaknya klan mafia dibeberapa jalur yang mereka lalui mulai dikuasai oleh orang lain .


" King ... jalur selatan dan barat sudah hampir dikuasai oleh DK .Apa yang harus kita lakukan saat ini tidak mungkin kita bersembunyi terlalu lama ." Lapor pria berkulit gelap itu .


" Eemm ... sepeti nya dia sudah mulai berani . Ha ha ha ....ini akan menjadi hal yang menarik .Sudah waktunya pegasus untuk keluar . Beri tahu klan untuk bersiap kita akan mendapatkan semau nya .Sebelum mereka menemukan nya , beri tahu juga Rebecca untuk segera mendapatkan cincin itu ." perintah pria itu. Zergan terlihat lebih bersemangat saat ini .Dengan senyum yang menyeramkan pria itu memerintahakan bawahan nya untu segera pergi .

__ADS_1


"Tunggu aku .... my queen aku akan datang menjemput mu ...ha ha ha .." Tawa menggema diruangan itu dengan keras .Para wanita yang sudah terbiasa menemani Zergan sedikit mengerut kan kening sepertinya kali ini pria itu tidak main main .


__ADS_2