Mysterius Girl

Mysterius Girl
Pasukan robot


__ADS_3

Setelah beberapa saat mereka didepan makam para pendahulu . Mereka dikejutkan kedatangan seorang pria dengan mengunakan kursi roda otomatis dan bisa dijadikan robot .Pria paruh baya itu tersenyum sendu saat melihat anak anak yang sudah lama tidak terlihat itu berada didepannya .


"Ayah ..... " Gumam Dia dengan pelan .


" Kemari lah nak .... Ayah merindukan kalian .Putri Ayah senang melihat mu lagi ." Ucap Pria itu dengan mata yang berkaca kaca .


" Kau tua bangka ..... " Ucapan. Hans terhenti saat melihat istri nya sudah terlebih dulu menghambur kepelukan pria yang berada dikursi roda .


" Ayah ... hiks ... aku pikir ayah sudah meninggalkan kami hiks ..." Ucap Sia dengan menangis dipangkuan pria itu .


"Maaf kan ayah nak ... ayah melakukan ini demi menjaga tempat ini .Agar tidak jatuh ketangan mereka orang orang yang serakah ." Jawab pria itu dengan sendu . Tak lama keluar beberapa orang dari hutan bambu yang lebat .Mereka terlihat seperti manusia pada umum nya tapi hanya tidak memiliki jiwa .


" Mereka .... ?" Seru Marvel dengan terbelalak saat melihat ratusan robot berbentuk manusia itu .


" Iya mereka pasukan yang diciptakan oleh orang tau kalian semua ." Jawabnya dengan bangga .

__ADS_1


" Ini... luar biasa apa ini mereka merupakan senjata mutakir yang kita miliki saat ini ." Zack berseru dengan mata melebar .


Benar mereka semua berdecak kagum dengan apa yang ada didepan mereka saat ini . pasukan yang tidak akan ada matinya yang pasti juga luar biasa .


" Mereka akan menuruti perintah dari king dan queen saja .Atau salah satu dari kami bisa menggerakan mereka .?" Tanya Alfa dengan penuh kekaguman .


"Mereka hanya .... tunduk kepada yang memiliki DNA yang sama dengan king dan queen ." Jawab pria itu dengan lesu ." Aku sendiri saja tidak bisa menggerakan mereka semau karena hanya yang memiliki DNA itu yang bisa ." Lanjut nya dengan senyum teduh .


Reygan yang dari tadi hanya diam sambil terduduk didepan makam orang tua nya ,yang tidak pernah dia lihat . Pria itu dengan senyum semirik melirik Damian yang sudah mulai mengotak atik ponselnya .


" Tapi dad bukan kah lebih baik dad dan mom ..yang mengendalikan mereka . Aku masih terlalu kecil dad ayo lah aku ingin bermain saat ini ." Sahut bocah itu dengan senyum simpul .


" Tidak ... mereka akan menjaga mu dan juga para saudara mu ." Jawab Reygan dengan tegas tidak ingin ada yang membantah ucapannya lagi .


" Terima dad ingin yang terbaik untuk kita semua ." Sahut Dominic dengan datar .

__ADS_1


" Huh ..dasar kutub Utara ." Sahut Damian dengan lirih .Akhirnya Bocah itu menyentuh salah satu batu yang ada didekatnya .Hingga para robot itu dengan serampak menyapa bocah kecil itu .


" Selamat datang tuan ...." Sambut mereka dengan suara yang menggema .


"Sensor jebakan akan otomatis mati saat kita semua masuk dan aktifkan jika pintu tertutup ." Ucap Damian dengan senyum jenaka .Namun senyum itu membuat mereka agak merinding .


"Hah ... aku pikir anak ini lebih ganas dari pada bos ." Pikir para inti dengan wajah masam .


" Mom .... No 1 akan menjaga mu ." Ucap Damian dengan senyum lembut saat berbicara dengan memandang Quera.


"Sayang. .. mom rasa itu tidak perlu mom bisa menjaga diri mom ." Sahut Quera dengan lembut .


"Tidak dear aku setuju dengannya ... itu bisa membuat kami lebih tenang ." Sahut Reygan dengan tegas . Dia tahu betapa keras kepala nya Quera jadi dia memaksa untuk itu .


" Baik lah aku akan menerima nya jadi jangan memandang mom seperti itu ." Jawab Quera dengan engan .

__ADS_1


__ADS_2