
Setelah perdebatan yang tidak berarti mereka dikejutkan lagi oleh lift yang membawa mereka keruang bawah tanah .Sesuai dengan apa yang baru saja dikatakan Hans . Tentang senjata lain yang disembunyikan oleh orang tua mereka sampai nyawa menjadi taruhannya .
Ting .
Lift terbuka mereka sampai disebuah ruangan yang membuat tercengang . Dimana ruangan itu terlihat sangat luas dan canggih .
" Luar biasa ini sangat indah ." Ucap Zack saat melihat isi dari ruangan itu .
" Menakjubkan aku tidak bisa membayangkan apa pun saat ini." Lirih Marvel dengan kagum .
" Ayah .... ini ?" Tubuh Quera bergetar saat melihat berbagai senjata bioteknologi yang ada didepannya saat ini .
" Eemm ..mereka disiapkan oleh king Demon untuk Namera sebelum bersama Axton ." Jawab Horwad dengan pelan .
" Maksud mu semau ini dad yang menyiapkan untuk mom Namera tapi untuk apa? Kenapa Dad menyiapkan semua ini untuk mom ?." Tanya Reygan dengan menahan gejolak yang saat ini ada ditubuhnya .
" Karena Namera adalah adik baptis Regar , Saat sebelum keluarga lhateza mengalami musibah keluarga kalian masih memiliki hubungan keluarga ." Jawab Horwad dengan sendu .
Ini kejutan yang luar biasa setelah kejutan demi kejutan yang telah disiapkan untuk mereka .
" Lalu ... bagiamana caranya kita membawa semua ini keluar. jika sekarang kita saja berada di bawah tanah .?" Alfa bertanya dengan mengerutkan kening .
" Eemm ... itu juga yang ingin aku tanyakan ." Sahut Edrick dengan malas .
" Itu mudah ...Boy buka pintu ." Seru Horwad kepada Damian yang sudah dinobatkan menjadi pemilik pulau .
" Eemm ... aku sedang melakukannya kakek ." Jawab Damian dengan malas berjalan kesebuah pintu untuk melakukan scan identitas.Setelah beberapa saat derap pintu terdengar nyaring karena terlalu lama tidak terbuka .
Blamm .....
__ADS_1
Pintu terbuka terlihat hamparan laut yang indah dengan banyaknya burung camar.
" Wow .... kakek ini sangat indah Hua .... mom lihat pintu ini terhubung langsung dengan lautan dan lihat kapal pesiar itu luar biasa besar dan mewah .," Seru Damian membuyarkan lamunan mereka saat ini .
" Iya ... kau benar boy ini indah sampai membuat mom tidak habis pikir ." Jawab Quera dengan takjub melihat pemandangan yang tersaji didepannya .
Jika dipulau tersembunyi di sana di isi oleh kekuatan tempur anggota nya maka disini tempat senjata yang sebenarnya .
" Paman .... lalu siap yang mengembangkan mereka semua .?" Edrick bertanya dengan kagum .
"Para human yang melakukannya,Dan aku hanya mengembangkan human untuk lebih banyak .Jadi ini adalah kombinasi yang tepat untuk semua ini ." Jawab Horwad dengan bangga memamerkan keberhasilan nya .
" Jangan berbangga diri tua bangka ,Kau sudah membuat kita semau bersedih dengan acara mati palsu mu ." Sahut Hans dengan engan .
" He he he ....maaf maaf ini semua aku lakukan demi kalian juga ." Jawab Horwad dengan terkekeh kecil saat Hans mulai kesal kepadanya .
Sedangkan di ibukota terlihat seroang wanita yang sedang mondar mandir . Wanita itu terlihat sangat gusar saat menunggu apa yang sedang dicarinya .
" CK ....sial kenapa lama sekali sih ? .Apa yang sebenarnya mereka lakukan hanya untuk mendapatkan informasi dari wanita itu saja ." Gerutu Rebecca saat menunggu orang yang mencari data Quera
" Maaf nona ... kami terlambat ." Ucap orang itu dengan sopan .
" Eemm ... cepat mana yang aku minta ." Ucap Rebecca dengan ketus .
Pria itu menyodorkan sebuah map berwarna coklat .
" Semua ada disini nona ... tapi untuk data yang lain tidak bisa diakses hanya itu yang bisa ." Jawab orang itu dengan tenang .
" Tuan berkata untuk tidak mencoba menyentuhnya saat ini .Tuan juga berkata lebih baik segara cari cara untuk mendapatkan Reygan ." Lanjut pria itu sesuai dengan pesan sang tuan .
__ADS_1
" CK .... aku tidak perduli aku akan melenyapkan wanita itu jika dia menghalangi jalan ku mendapatkan Reygan ." sahut Rebecca dengan mata berkilat kejam .
Saat membuka map yang dibawa pria itu Rebecca semakin murka . Bagaimana tidak didalam map itu tercatat jika Quera adalah musuh nya dan juga istri dari Reygan .
" Sial apa apaan ini ... selama ini tidak pernah ada kabar tentang pernikahan Reygan dengan wanita manapun ." Teriak Rebecca dengan geram .
" Nona ... tenang lah bukan kah selama ini publik tahu hanya nona yang sering bersama dengan nya. Sekarang manfaatkan itu untuk membuat wanita itu mundur dengan sendirinya. " Sahut asisten yang selalu bersama dengan nya.
"Iya kau benar .... kau harus memanfaatkan keadaan ini sekarang. " Ucap Rebecca dengan lirih mencoba untuk menenagkan dirinya .
" Selama ini hanya kau yang mampu dekat dengan nya dan yang pernah tidur diranjang bersama dengan nya ." Lanjutnya dengan bangga .Dia tidak tahu saja jika yang bersama nya orang lain .
Dengan semangat yang membara Rebecca meminta asistennya menghubungi Reygan . Jika saat ini keadaan Rebecca tidak sehat dan harus dirawat dirumah sakit .
" Kamu sekarang hubungi Reygan katakan jika saat ini aku sedang pingsan dan harus dibawa kerumah sakit .Aku yakin dia kan segera datang meski saat ini sedang berada di luar kota ." Ucap Rebecca dengan penuh keyakinan jika Reygan akan datang.
Tanpa harus menunggu lagi asisten kecil itu segera menghubungi Reygan dengan senyum mengembang .
Tut ...Tut ...Tut....
" Katakan...." Jawab dari seberang sana .
" Maaf tuan saat ini nona Rebecca sedang dirawat dirumah sakit ." Ucap asisten itu dengan nada cemas .
" Kau urus dulu aku akan segera kesana ." Jawab dari seberang telfon .Setelah itu panggilan telfon pun dimatikan dengan cepat .
" Nona semua beres ... dia kan segera datang saat ini sedang berada diluar kota ." Ucap asisten itu dengan senyum penuh kemenangan .
" Bagus ...ayo pergi ke rumah sakit membuat drama yang bagus ." Sahut Rebecca dengan raut wajah gembira .
__ADS_1