Mysterius Girl

Mysterius Girl
Jawab pertanyaan mati dengan mudah


__ADS_3

Para tahanan yang melihat anjing liar masuk kearah salah satu ruangan tahanan . Mereka secara logis mundur untuk menghindari para anjing lapar itu. Tapi apa daya tubuh mereka tidak berdaya . Reygan memberi perintah kepada penjaga untuk menarik pria yang telah sekarat . Keluar dari sel dan melemparkan nya kepada para anjing liar . Yang kelaparan mereka menggonggong denah keras .


" Lemparkan orang itu untuk uji coba .Apa obat itu berbahaya kepada mereka . "Perintah Reygan dengan wajah dingin.


" Baik king ... " Jawab penjaga dengan senang hati . Reygan beralih menatap Marvel ,Tanpa mengucapkan satu kalimat pun . Marvel hanya mendengus kesal saat menyadari isyarat mata Reygan .


" Ayo king ... aku ini dokter manusia bukan dokter hewan. Kenapa bukan pencipta obat itu saja yang memeriksa mereka ?". Marvel bertanya dengan mencibir Lirih .


" Pergi lah .." Suara itu keluar dari mulut Hans . Kepada pria yang berdiri dibelakang nya.


" Tentu ...saja aku juga ingin tahu apa obat itu bisa digunakan untuk mereka ." Jawab Daniz dengan senyum pongah.


" Cih ...awas saja jika itu malah menjadi racun.." gumam Marvel berjalan mengikuti Daniz .Setelah setengah jam berlalu para anjing itu telah terkapar kerena kenyang . Daniz masih mengamati pergerakan para anjing . Sedangkan dari sudut sel lain sudah terdengar berbagai teriakan . Yang menyayat hati tapi berbeda dengan beberapa pria yang duduk . Seakan mereka sedang menikmati pertunjukan di bioskop .


" Aagrrhh ... lepas ...apa ..kalian tidak takut...jika anak buah ku diluar sana menyerang ." Pria yang berada dihadapan Zack berkata dengan terbata bata .


" Heh... kenapa mereka harus menyerang tempat kami . Bukan kah kau sedang bersenang senang . " Jawab Zack dengan senyum licik diwajah nya .


" Kalian ..." Ucap pria terputus saat Zack menyumpal mulut nya dengan kain.


" Huh ..kenapa berisik sekali ." Sahut Zack dengan mendengus kesal.

__ADS_1


" Aku memberi kalian pertanyaan jika kalian bisa menjawab nya,aku akan mempermudah kematian kalian." Suara Reygan terdengar berat . Pria itu bersandar dikursi dengan malas.


" Katakan aku akan menjawab nya ." Sahut pria yang didepan Edrick .


" Bagus ... senjata apa yang dicari oleh pria tua bangka itu .?" Tanya Sam dengan wajah masam.


" Kami tidak tahu ....yang kami tahu dengan senjata itu bisa memusnahkan sebuah negara ." Jawab pria itu dengan tegas . Tidak ada keraguan dalam setiap ucapan nya .


" Cih ... dasar bodoh . Kalian bisa bisa dibodohi oleh mereka . " Sahut Zack dengan geram.


" Sebaiknya kalian menjawab dengan benar ... kerena mudah atau tidak nya tergantung jawaban kalian." Alfa menimpali ucapan Sam .


Begitu juga dengan Hans,kedua orang itu merasa semua orang ini. Memang bodoh menjadi pion dari kedua pria yang saat ini tengah menghadapi puluhan pria .


" Kami bertanya sekali lagi ...jika tidak menjawab dengan benar . Nasib kalian akan sama dengan kedua pria itu ." Sam berkata dengan seringai kejam . " Jadi katakan senjata itu berupa apa .?" Tanya Sam dengan senyum dingin.Senyum itu lebih menakutkan dari pada seringai kejam tadi .


" Kedua nya berkata senjata itu berupa bioteknologi ." Ucapnya dengan ketakutan .


Mereka saling pandang untuk memastikan lagi . Setelah itu Reygan dan Hans mengangguk kepala nya . Edrick dengan cepat menebas leher pria itu . Sesuai dengan perkataan mereka akan memberikan kematian yang mudah .


" Bagaimana dengan kalian ... apa ada yang tahu ..." Kali ini Reygan beralih kepada yang lain .

__ADS_1


" Jawaban kami sama . Semalam ini lord hanya mengatakan itu . Dan dia berjanji jika sudah mendapatkan senjata itu . Maka kami bisa memiliki juga . Setelah senjata itu digandakan ." Jawab Pria yang berlutut ketakutan dihadapan Habel.Wajah dingin Habel semakin suram mendengar jawaban itu .


" Ganda kan apa itu benar ...?" Suara serak Hans terdengar bak melodi pengantar kematian .


" Iya .. mereka bilang seperti itu. Selama kami bisa menemukan ilmuwan yang bisa membantu kami . Dengan begitu kami bisa menguasai dunia ." Jawab nya dengan semakin menggigil.Reygan menoleh kepada Habel sambil melambaikan tangan.Habel dengan cepat menancapkan belati ditangan nya ke jantung pria itu .


Kedua nya mati dengan cepat tanpa harus merasakan penyiksaan .Tahanan yang lain saling pandang mereka sudah tidak lagi berharap mati dengan mudah . Kerena semua yang mereka tahu sudah dijawab.


" Masih adakan yang tahu ...?" Reygan bertanya lagi .Setelah beberapa saat tidak ada yang menjawab.Keadaan kembali hening tidak ada suara . Hanya terdengar geraman dari ruangan tahanan yang ditempati lord tua .


" Semau nya sudah dijelaskan kedua nya .Kami tidak memiliki jawaban lagi ." Sahut salah satu tahanan dengan pasrah .


" CK .... CK menjengkelkan sekali .Apa kalian tidak tertarik untuk berbicara lagi .?" Max yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara .


" Tidak.... Kami siap mati ."Sahut pemuda yang terlihat sangat mengenaskan .


" Kamu masih muda tapi kenapa itu ayah mu yang gila ini." Sam mencemooh dengan geli .


" Tolong .... segera bunuh aku ,agar bisa segara bertemu dengan ibu ku .Kalian telah membunuh ayah ku .Jadi aku bisa mati dengan tenang . " ucap pria muda itu dengan senyum yang menghiasi bibir nya .Sebelum mereka bertindak pemuda itu lebih memilih mati dengan mengarahkan tubuhnya kepada habel .Yang memang belati ditangan nya .


" Terima kasih ...." Ucap pemuda itu sebelum menghembuskan nafas terakhir .

__ADS_1


__ADS_2