
Setelah sarapan selesai para wanita memutuskan untuk pergi berbelanja disalah satu pusat perbelanjaan .Mereka juga membawa anak anak dan beberapa pengawal yang bertugas membawa barang mereka .
Juga beberapa pengawal bayangan yang bertugas untuk menjaga dari kejauhan .
Mereka menuju tempat time zone untuk anak anak bermain . Sebelum mereka melanjutkan
acara berbelanja .
" Oke boy's ....kalian bisa menikmati waktu bermain disini ." Seru Hara dengan senyum cerah .Dia berfikir mereka akan suka dengan pengaturan ini .Tapi tidak semua anak anak itu suka dengan permainan di time zone .
" Ma ... ini kami akan bermain ... tapi tidak ada yang menantang . "Jawab Alaska sambil melihat sekeliling . Tapi Saat melihat para saudara nya yang udah pergi ke area yang lebih tinggi lagi .Yaitu area yang biasa dimainkan oleh para remaja yang sedang berkencan .
" Kalian tunggu aku ...." Bocah itu berteriak dengan keras saat melihat para saudara nya sudah menjauh .
" Cepat lah Al .... disini mainan anak kecil semua kita tidak bisa memainkan mereka ." Jawab Xander dengan berjalan pergi sambil menggelengkan kepala .Para petugas hanya bisa tertawa miris mendengar ucapan itu .
" Mereka baru berusia 5 sampai 6 tahun kan kenapa mereka bilang jika ini permainan anak kecil ." Ucap petugas itu dengan bingung .
" Tidak tahu ...." Jawab teman nya yang juga tidak tahu apa maksud dari para bocah kecil itu .
" Boy.... bukan itu terlalu meremehkan permainan ini .?" Tanya Veronica dengan muram .
" No mami .... itu terlalu mudah kami akan pergi kesana seperti nya ada yang menantang . " Sahut Aron dengan wajah polos nya . Banyak pengunjung yang melihat mereka menjadi gemas sendiri . Tidak menyadari jika wajah imut nan polos itu tersimpan kenakalan dan juga kejahilan .
" Mami ...pergi lah belanja kami akan bermain jangan khawatirkan kami ... pergi lah kami bisa menjaga diri kami ." Ucap Hyuga dengan memainkan ponselnya .
__ADS_1
" Baiklah ... jika sudah selesai kalian bisa mencari mom Arthur jaga mereka ." Ucap Quera dengan lembut . Dia tidak tahu jika saat ini para bocah kecil itu tengah menyusun rencana .
" Mom ... pergi lah aku akan menjaga mereka .Disini ada Dom dan juga Danzel jadi tidak perlu khawatir . Lagi pula James terkenal siapa yang tidak tahu dia ." Jawab Damian dengan melirik saudaranya yang satu ini . Siapa yang tidak mengenal putra dari Ceo QS saat ini .
" Oke .. mom percaya ingat jangan berlebihan . Mom yakin kau tahu apa yang harus kau lakukan ." Pesan Quera dengan senyum yang lembut .
" Siapa ... mom ." Jawab Damian dengan imut .Banyak para ibu yang menjerit saat melihat tingkah lucu dari para anak kecil itu .
Setelah mendapat persetujuan dari Quera mereka pergi bermain . Dari permainan yang paling sederhana sampai area menembak .
Para ibu pergi mereka tidak perlu khawatir dengan apa yang akan dilakukan para bocah nakal itu .Hal pertama yang mereka tuju adalah perlengkapan anak dan ibu .Mereka berencana membeli perlengkapan bayi untuk Fiona .
" Wah ... lihat ini sangat lucu .." Seru Masaya dengan mata berbinar melihat baju bayi yang lucu .
"Iya kau benar ... huh aku ingin membeli mereka semua ." Sahut Veronica dengan gemas .
" Aku rasa tidak ... lagi pula para suami kita punya banyak uang . " Jawab Masaya dengan tenang sambil mengeluarkan sebuah kartu hitam milik Zack .
" Wow ... kau benar ayo waktunya kita menguras isi dari kartu kartu ini." Sambung Veronica dengan mata berbinar cerah .
Quera hanya melihat dan berbagi perlengkapan bayi itu . Sampai mata biru laut wanita itu menangkap sebuah seliuet bayangan seseorang .
" Anna.... tapi tidak mungkin bukan kah dia masih berada di RSJ saat ini .?" Gumam Quera dengan lirih .
" Siapa yang kau lihat Kakak ipar.?" tanya Fiona . Sambil melihat wanita yang sedang dipandangi Quera .
__ADS_1
" Aku seperti melihat ... Anna tapi itu tidak mungkin ." Jawab Quera dengan pelan .
"Itu tidak mungkin Kakak ipar ... aku baru saja melihatnya di RSJ satu bulan lalu dengan Edgar ." Sahut Fiona . "Dan lagi pula semau dokter dan penjaga orang kita ." Lanjutnya dengan menyeringit kan kening .
" Kau benar ... mungkin saja kau salah orang ." Jawab Quera ." Sudah pilih baju yang cocok dan segera lah istirahat Jangan kelelahan ." Sambungnya dengan senyum lembut .
" Tentu ... " Jawab Fiona dengan senang hati . Siapa yang tidak suka dengan belanja apa lagi itu gratis .
Saat para ibu sedang sibuk belanja berbeda dengan anak anak yang saat ini sedang melihat seorang wanita . Mereka saling melirik setelah itu Damian pergi berlari menuju wanita itu .
" Aagrrhh ... apa yang kau lakukan ...kenapa kau berlari disini apa kau tidak tahu siapa yang sedang kau tabrak saat ini .?" Judy meraung marah kepada Damian .Wanita itu dengan cepat membantu Rebecca berdiri .
Sedangkan anak itu hanya menunduk sambil meminta maaf .
" Judy sudah ... tak apa dia hanya anak kecil ."
Jawab Rebecca dengan wajah meringis .Meski dia merasa kesal dia harus tetap menjaga image nya sebagai artis yang lemah lembut pemaaf dan polos.
" Tidak bisa dibiarkan begitu saja becca saat ini kamu sedang mengandung . Apa lagi itu bayi berharga milik tuan pertama . Kau itu terlalu baik itu dibiarkan ." Sahut Judy dengan geram .
" Aunty bukan kah saudara saya sudah minta maaf . Lagi pula aunty itu juga tidak terluka . Jika terluka aku bisa menelfon mami ku untuk kesini . Anda pasti tahu dokter Veronica itu ibu ku ." Sahut Aron dengan wajah memerah menahan tawa .
Mendengar itu baru lah kedua wanita itu melihat adanya 8 bocah kecil . Mereka kaget apa lagi mereka melihat anak kecil yang baru saja menabrak Rebecca. Anak kecil itu mendongak kan kepala nya .
Deg .....
__ADS_1
" Tidak mungkin ...." Batin keduanya . Yah itu wajah Reygan versi mini .Apa lagi dia tahu jika Aron yang merupakan putra dari Marvel yang merupakan saudara dari Reygan .