
Setelah berkendara hampir 20 menit rombongan mobil mewah itu berhenti disebuah masion yang megah . Dengan gaya Eropa klasik yang menawan .Terlihat anak anak yang turun dari mobil dengan gembira .Seakan kejadian baku hantam yang terjadi tadi diperjalanan. Itu tidak berarti apa pun terhadap mereka saat ini .
" Mom ... untuk makan malam apa yang kan kita makan?." Damian bertanya dengan ceria .
" Eemm .. anak mom ingin makan apa ?." Quera kembali bertanya apa yang diinginkan oleh sang anak .
" Eemm..... bagiamana jika Aku ingin seafood mom ..bolehkah?." Damian bertanya dengan wajah yang mengemaskan .
"Tentu .... sekarang pergilah untuk membersihkan diri kalian ." Ucap Quera dengan lembut . Sehingga Damian dengan gerakan yang cepat pergi kekamar nya untuk membersihkan diri .Yabg disusul oleh anak anak yang lain.
" Paman butler ...tolong siapkan biar para koki tahu apa yang di minta Damian " Quera memberi perintah untuk menyiapkan beberapa bahan untuk dimasak .
" Tentu.... nyonya semua akan tersedia untuk makan malam. Apa anda ingin menambahkan menu yang lain .?" Butler bertanya dengan sopan .
" Eemm.... tidak siapkan saja seperti biasa ." Jawab Quera dengan singkat .
Diruang meeting RK suasana cukup tegang, Dimana meting yabg biasa nya dilakukan oleh Alfa . Saat ini dipimpin langsung oleh Reygan setelah sekian lama . Para eksekutif yang hadir merinding tanpa mereka sadari . Jika bersama dengan Alfa mereka masih bisa bernafas normal meski juga tidak kalah tegang .
Tapi saat ini berbeda apa lagi ada kesalahan yang dilakukan oleh salah satu staf keuangan . Sehingga membuat mereka semakin merinding .
__ADS_1
" Eemm .... jadi bagiamana cara kalian menyelesaikan ini . Aku membayar kalian malah bukan hanya untuk sampah seperti ini . " Suara Reygan terdengar rendah dan juga acuh tak acuh .Direktur keuangan sudah menggigil ketakutan saat ini .
" Kami akan memperbaiki nya dalam waktu 15 menit tuan . Jadi kami mohon maaf kesalahan kami . Karena yang mengerjakan nya anak magang ." Jawab nya dengan nada yang bergetar .
" Anak magang .....sejak kapan RK memiliki anak magang .?" Alfa bertanya dengan memicingkan mata .
" Dia anak dari salah satu pemegang saham kita tuan .Dia putri dari tuan Calston, Dia meminta agar putrinya bisa bergabung dan belajar .Dan baru masuk disini selama 1 Minggu ." Jawab Orang itu dengan ketakutan .Dia tidak menyadari jika akan ada kesalahan seperti saat ini . Jadi dia hanya bisa menyalahkan orang lain . Meksi itu semau bukan lah kebohongan semata .
" Berapa saham yang dimiliki orang itu . Sehingga berani lancang disini ?." Ucap Reygan dengan geram dengan kilat kejam dari mata selama lautan itu .
" Eemm ...hanya 3 persen ." Jawab Edgar dengan melipat tangan .
Semau perwakilan menggigil tanpa mereka sadari . Mereka tahu jika para bos yang saat ini berada dihadapan mereka paling tidak suka dengan hal itu. Apa lagi dengan hanya 3 persen saham berani berlagak .
" Anggap saja sudah beres .." Sahut Edgar dengan mengibaskan tangan nya .
Reygan tidak akan mabil pusing dengan itu .Sehingga hanya menyorot tajam direktur keuangan saat ini .
" Pergi lah .... aku memberi mu kesempatan seperti yang kau minta ." Perintah Reygan dengan melambaikan tangan .
__ADS_1
Direktur keuangan langsung pergi untuk membenahi berkasnya . Dengan raut wajah yang kelam dia segera menekan tombol lift yang akan membawanya ke ruangannya.
"Huh... untung saja hampir saja aku tidak bisa lagi berkerja disini." Pria itu menggerutu dengan kesal .Saat ingin masuk lift dia bertemu dengan seorang wanita yang sudah akrab keluar masuk disana. Siapa lagi kalau bukan Rebecca yang berjalan dengan langkah yang anggun . Yang memancarkan aura lembut dari caranya menatap dan tersenyum .
" Aahh .. nona maaf aku terburu buru sampai tidak tahu jika ada anda ." Ucap pria itu dengan sopan dan ramah .
" Tidak masalah ... saya kesini untuk bertemu dengan tuan pertama . Apa dia sedang sibuk saat ini ?." Rebecca bertanya dengan lembut sesuai dengan image yang selama ini dia mainkan.
" Iya ... tuan saat inis sedang meting. beliau baru kembali tadi pagi setelah pergi keluar kota ." Jawab Orang itu dengan ramah . " Saya permisi nona ada yang harus saya perbaiki .," Lanjutnya memasuki lift . Setelah lift tertutup pria itu menghembuskan nafas dengan normal .
"Syukurlah ada nona Rebecca semoga saja tuan bisa .... menunda kembali waktunya ." Ucap Direktur keuangan dengan lirih .
Namun harapan nya hanya tinggal harapan memang siapa Rebecca . Sampai bisa membuat seroang reygan bisa mengubah apa yang sudah diputuskan .
Diruang meting kembali memanas saat lagi lagi anda nya yang tidak beres dengan penjualan . Apa lagi setelah mendengar bisikan yang baru saja diberikan oleh Edgar . mata tajam Reygan semakin berkilat tajam .
" CK ... singkirkan aku tidak ingin melihatnya . Katakan saja jika nanti malam aku akan pulang ." Ucap Reygan dengan lirih yang hanya bisa didengar Edgar .
" Oke ....aku pergi dulu ." Sahutnya setelah itu pergi meninggalkan ruangan meeting yang sudah panas .
__ADS_1