Mysterius Girl

Mysterius Girl
Rencana untuk mengobati Quera


__ADS_3

Beberapa hari lalu dengan cepat .Keadaan Quera semakin membaik yang membuat Reygan bernafas lega . Hari ini dia harus meninggalkan Quera sendiri dirumah sakit hanya bersama dengan Sia yang terus merawat Quera .


"Ughh ...." Lenguhan kecil terdengar dari mulut wanita yang terlelap itu .


"Q .... kau bangun .?" Tanya Sia dengan wajah dipenuhi senyuman.


" Eemm .... kak ayo pergi aku tidak mu disini ." Jawab Quera dengan lemah .


"Tidak A keadaan mu baru saja sadar ... dan ingat janin mu masih dalam bahaya jika kau pergi sekarang ." Jawab Sia dengan tegas dia tidak mau mengambil resiko yang terkecil pun saat ini .


" Eemm...baiklah " Jawab Quera dengan lemah .Dan kembali menutup matanya untuk tidur lagi .


Sia hanya bisa menghela nafas lega saat Quera masih mau mendengar ucapannya .


Wanita itu mengeluarkan smartphone nya dan menghubungi , Hans jika Quera telah sadar begitu juga dengan Reygan .


Dalam waktu satu jam mereka semua sudah ada diluar ruangan Quera .Hanya Reygan dan juga Hans yang masuk untuk saat ini .

__ADS_1


" Baby ... terima kasih sudah bertahan untuk ku ." Ucap Reygan dengan lirih .Terlihat mata tajam itu kini berkaca kaca saat kembali bisa melihat mata bulat dan bening milik Quera .


" Aku tak apa ...Tapi bisakah kau lepaskan dulu aku kesusahan bernafas ." Pinta Quera dengan lirih .Reygan langsung melepaskan pelukannya dengan lembut seakan takut membuat Quera tersakiti .


" Abang senang kau sudah sadar ..... princess maaf Abang yang tidak menjaga princess benar ." Ucap Hans dengan sendu .


" Itu bukan salah mu bang .... semua itu takdir kita ." Jawab Quera dengan lirih nyaris tidak terdengar .


" Abang akan menuggu diluar beristirahat lah Reygan akan menemani mu ." Ucap Hans sambil mengusap rambut Quera dengan penuh sayang .


Hans keluar untuk berbicara dengan Dia tentang keadaan Quera saat ini .Pria itu tahu jika keadaan Quera belum lah bisa dikatakan baik saat ini .


" Kau tahu bang keadaan Q tidak lah baik kita harus membawanya kesana lagi .Hanya orang itu yang mampu membuat keadaan Q stabil .Apa lagi saat ini kandungan Quera sangat lemah ." Jawab Sia dengan wajah sendu ." Kau tahu...jika kita kesana tidak mungkin memberitahu Axe ...aku benar benar bingung saat ini aku tidak tahu harus berbuat apa ." Lanjut Sia dengan tertunduk cemas .Hans hanya diam mendengar keluh kesah saudara nya itu .


"Kita harus membawa nya kesana aku akan berbicara dengan Axe semoga dia bisa mengerti dengan kondisi saat ini ." Sahut Hans dengan lirih dia juga tidak berdaya .Hanya keinginan untuk melindungi lah yang masih tersimpan rapat di hatinya .


" Eemm...itu lebih baik bang ...aku serahkan kepada mu ." Lirih Sia .Hening mereka terdiam tanpa adanya uang berbicara sepatah kata pun. Kedua orang itu hanya bisa merenung apa yang sudah terjadi .

__ADS_1


Apa pun yang terjadi mereka harus siapa , Ini terkait dengan generasi penerus mereka yang akan datang . Tidak mungkin mereka rela kehilangan satu satunya pewaris DAR begitu saja . Segala upaya akan mereka lakukan meski harus nyawa mereka .


" Bang ...." Panggil J dengan wajah lesu sedangkan K hanya diam berjalan dibelakang J .


" Kemari lah ... jangan perlihatkan wajah luka kalian kepada Q jika tidak dia akan mengamuk ." Ucap Hans dengan lembut . Kedua nya sudah seperti anak bagi Hans .Karena sejak berusia belia Hans lah yang merawat mereka .


" Eemm... kami tahu bang ... tapi luka ini tidak terasa sakit ." Jawab K dengan sendu .


Kedua pemuda pembuat onar itu melampiaskan kekesalan meraka dengan membuat mereka babak belur sendiri .Hans hanya bisa menghela nafas lelah . Beginilah setiap harinya saat menghadapi mereka berdua .


" Sudah biar kak yang mengobati kemari jangan manja sama Abang ." Ucap Sia dengan tenang sudah tidak ada lagi gundah seperti tadi .


" Eemm...kakak janji ya ... tidak perih ." Jawab J dengan sedih . Entah kemana hilangnya wajah garang keduanya saat bersama dengan Hans dan Sia .


" Iya kemari .... ini tidak akan perih " Lanjut sia sambil tersenyum mendengar rengekan Pemuda yang ada didepannya .


" Kenapa kalian berdua ini jadi manja saat bersama kami .Kemana perinya pembuat onar itu .Kenapa malah ada dua balita kecil yang sedang merengek kepada ku ." tanya Sia dengan terkekeh pelan . Yang membuat keduanya yang bisa menggaruk kepala .

__ADS_1


" Sudah cepat obati luka itu ....jangan cengeng ." Sahut Hans dengan mengejek keduanya .


" Bang ... jahat banget sih .... " Gerutu K dengan cemberut .Membuat Hans dan Sia tertawa melihat kelakukan keduanya .Yah itu mempu membaut mereka menghilangkan kesedihan mereka untuk sejenak .


__ADS_2