
Flash back of
Malam itu ada sepasang suami istri sedang menuju sebuah rumah sakit wanita itu terlihat kesakitan sambil memegangi perut nya yang membuncit .
Wanita hamil itu sedang menahan sakit untuk melahirkan putra pertama nya.
" Zaen lebih cepat zaen ...." teriak pria dikursi belakang terlihat sangat cemas keadaan sang istri .
Saat Zaen melajukan mobil yang lumayan cepat tiba tiba ada mobil dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi .
Sebuah tabrakan yang tak bisa dihindarkan mobil yang dikendarai Zaen tidak bisa melakukan pengereman langsung menabrak pembatas jalan .
Brakkk Brakkk ...
Tabrakan itu terjadi membuat mobil terpelanting jauh dan tidak jatuh ke jurang yang ada disisi jalan .
Terdengar rintihan seorang pria memanggil sang bos juga istrinya .
" Tuan ... nyonya " ucap Zaen lirih melihat sang tuan yang sedang melidungi tubuh nyonya yang hampir saja melahirkan itu membuat Zaen bangun segera menolong sang tuan .
" Tuan ..." panggil Zaen .
" Zaen tolong nyonya mu dulu aku bisa menahan " ucap pria itu .
" Baik tuan ...." ucap Zaen lirih
" Cepat Zaen ...Safira pingsan semoga anak kami baik baik saja .." ucap Xander hampir tidak terdengar .
Setelah semau usaha Zaen bisa mengeluarkan Sang nyonya dan bergantian membantu sang tuan untuk keluar .dan bersamaan terdengar sirine ambulans datang .
Ketiga nya dibawa kerumah sakit dalam keadaan kritis membuat seluruh rumah sakit heboh menyadari jika korban adalah pemilik rumah sakit .
Hingga beberapa jam kemudian pintu operasi pertama terbuka dokter keluar dengan wajah sedih .
" Aron ... bagaimana apa keadaan mereka " tanya Kakek Zhafran .Dokter yang dipanggil Aron itu tidak mengatakan apa pun hanya menggelengkan kepala .
" Aron jangan bercanda ..." bentak Kakek.
" Aku tidak bercanda tuan aku .... aku tidak bisa menyelamat nya " ucap Aron dengan sedih bahkan dia sudah menangis .
__ADS_1
" Lalu bagaimana keadaan menantu dan juga cucu ku.." tanya kakek lagi .
Tak lama terdengar teriakan yang menggema luar biasa seakan bayi mengumumkan kelahirannya.
Ooeekk ... Ooeekk Ooeekk
Kakek tua itu bisa bernafas lega tapi tak menghilang kan kesedihan atas kehilangan sang putra kebaggangaan .
Cklek... pintu terbuka dokter membawa keluar bayi yang masih memerah kerena menangis .
" siapa yang bertanggung jawab atas bayi ini .." tanya suster yang membawa bayi kecil itu .
" kemarikan cucu ku .." ucap Kakek .
" ini tuan hati hati ...bayi masih sangat rentan ." ucap suster itu .
" Terimakasih sus ..lalu bagaimana keadaan ibunya " tanya Kakek itu dengan gemetar .
" Ibu bayi masih dalam keadaan pemeriksan tuan jadi mohon bersabar " ucap Suster .
Setelah kepergian suster itu keadaan menjadi hening seharusnya bayi ini disambut dengan bahagia tapi kini disambut dengan kesedihan kehilangan orang tuanya .
" Xander tidak selamat ... bayi kecil ini bisa lahir dengan selamat " ucap kakek .
cklek ....
"Permisi tuan nyonya sudah sadar ingin melihat bayi kecilnya jadi mari masuk ada boleh kedalam .." ucap Suster itu .
" Baik lah ..ayo antarkan kami kesana " jawab kakek .
sampai lah meraka ditempat seorang wanita yang tengah berbaring lemah .
" Dad aku ingin melihat putra ku " ucap Safira dengan lemah .kakek memberikan bayi itu kepada Safira .
" Sayang ini mom nak kamu harus menjadi anak yang kuat dan hebat ..," ucap Safira lirih .
"Nak ini adalah pengingalan ibu ...jagalah cincin ini " ucap Safira memberikan cincin itu .
" Dad maaf akan aku tidak bisa menjaga nya lagi ..aku titip Xander dan aku sudah memberikan nama Reygan Axelio Romanov " ucap Safira .
__ADS_1
" Dad semua aset kini sudah atas namanya ..semua berkas ada di pulau bawa lah Axe kesana biarkan dia mengenal kawanan nya ." ucap Safira semakin lemah .
" Baik lah Dad akan menjaga nya Dad akan membawa kesana " ucap Kakek hampir tidak terdengar dia menahan tubuhnya sambil menahan sang cucu .
" terima kasih Dad .... antarkan kami pulang kepulau biarkan kami beristirahat disana ." ucap Safira .
Tit...Tit ...
Ooekk Ooekk...
bayi itu menangis seakan dia tahu jika kini sudah tidak memiliki orang tua lagi .
Dokter suster semua orang yang mendengar tangisan bayi itu ikut menangis ...
keesokan pagi nya mobil berjajar rapi siap mengantar kepergian sang tuan untuk selamanya .
Flash back on
🌼🌼🌼🌼🌼
" kamu adalah cucu kandung satu satunya yang aku miliki dan kamu lah yang berhak mendapatkan semau ini ." ucap Kakek matanya sudah berkaca kaca.
Reygan hanya bisa memandang wajah sedu kakek nya dia bisa melihat kesedihan yang tidak bisa dihapus .sedangkan Zaen yang kini sudah tertunduk lemas hampir saja jatuh kerena tidak sanggup menopang tubuhnya jika Reygan tidak menahannya .
" paman ..." ucap Reygan yang melihat pria yang dipanggilnya paman itu hampir jatuh .
" Ini semua salah paman jika saja paman memperhatikan mobil tidak mungkin terjadi.." ucap Zaen ." Jika ...Jika paman tidak membawa mobil itu .." ucapan Zaen terhenti tubuhnya bergetar hebat merasakan ketakutan kecemasan dan juga penyesalan .
" Itu bukan salah mu Zaen ... ini semua sudah kehendaknya .." jawab Kakek .
" Apa yang sebenarnya terjadi pada mobil itu paman .." tanya Reygan .
" mobil itu .... tidak memiliki rem." jawab Zaen lirih hampir tidak terdengar .
Reygan tidak tahu harus marah kepada siapa dan dia juga tidak bisa menyalahkan sang paman .
Benar apa yang dikatakan kakeknya itu semua sudah takdir yang harus dia jalani .
Keheningan terjadi tidak ada yang berbicara sampai Reygan berdiri ditemani Demon keluar dari ruang membiarkan kedua orang itu .
__ADS_1