Mysterius Girl

Mysterius Girl
Persiapan untuk menghadapi musuh


__ADS_3

Keesokan harinya sesuai dengan apa yang sudah diputuskan . mereka akan berangkat untuk menutaskan semua dendam lama yang telah beranak pinang. Saat ini apa inti telah siap berangkat . Ada kesedihan juga ada harapan yang tersirat dari tatapan teduh para ibu .


" Ingat untuk kembali apa pun ubah terjadi ." Ucap Masaya kepada Zack sebelum pria itu naik kedalam pesawat .


" Eemm ... tentu jaga diri dan juga anak anak. Aku serahkan keselamatan semua nya kepada mu ." Sahut Zack dengan mencium kening istrinya itu .Beralih menatap putranya yang saat ini bersembunyi dibelakang Damian . Hyuga bocah itu dengan mata yang merah . mendengus mengalihkan mata nya dari sang ayah .


" Bos kecil jaga diri ... dan juga para saudara mu . Mereka masih terlalu kecil untuk bertarung hidup dan mati. " Ucap Zack kepada Damian .


" Aku tahu papi ... pergi lah aku akan menjaga mereka ." Jawab Damian dengan datar .Reygan hanya mengusap kepala Damian dan Dominic dengan lembut. Tangan besar Reygan hampir menutupi seluruh kepada kecil mereka .Rasa aman yang diberikan oleh tangan Reygan itu seakan telah menjanjikan semuanya akan kembali .


" Jaga mom Dad ..." Suara Dominic terdengar lirih .


" Eemm ... " Jawab Reygan . Quera sudah berada di helikopter bersama dengan Sia dan Alexa . Dia harus menginggalkan mereka meski dengan engan .Ini pilihan terberat dalam hidupnya saat ini .


Setelah berpamitan mereka semua masuk kedalam jet . Tak lama terdengar deru mesin jet yang siap mengudara .Ikuti dengan beberapa heli yang digunakan Quera bersama dengan lady DAR .


" Ma ... apa meraka semua akan kembali .?" James bertanya kepada Masaya yang berdiri dengan tegak .

__ADS_1


" Eemm mereka akan kembali ...ayo masuk kita juga harus bersiap untuk segala kemungkinan.," Jawab Masaya dengan suara yang terdengar tegas .


Mereka kembali berjalan menuju tempat utama . Disana masih ada beberapa anggota yang berjaga .Masa melihat mereka dengan teliti .Mata wanita itu memicing melirik Kelly yang berjalan disampingnya .


" Mereka baru ...?" Masaya bertanya dengan kode .


" Mereka human ...mam . Aku yang meletakkan mereka disetiap sudut ." Damian menjawab dengan lugas . Seakan Damian yang jahil telah kembali .


Tak lama mereka disambut oleh Hunter dan trigris . Yang sengaja berjemur dengan malas ditepi pantai .Kadang mereka juga heran kenapa bisa para keduanya begitu akur . Sedang kan semau orang yang jika kedua nya adalah raja dari kawanan mereka .


"Trigris....tetep disini sebentar lagi dia akan datang ." Ucap Dominic dengan mengusap kepala binatang itu .


" Ggrrrhh ...." Harimau itu mengeram senang . Tak lama apa yang dikatakan Dominic benar seekor burung elang jantan . Datang menghampiri mereka yang berada didekat pantai .


" Selamat datang Hulk ... " Ucap Dominic .kepada elang yang berputar putar diatas mereka ." Arthur menjemput Heldon ..jadi jangan mencarinya lagi ." Lanjut Dominic dengan dingin . Semua yang mendengar ucapan bocah itu hanya bisa diam sambil melonggo .Apa mereka tidak salah Dominic berbicara dengan burung itu seakan dia bisa berbicara .Kepada hewan hewan itu saja .


Apa lagi mereka tahu jika selama ini Dominic sangat irit bicara. Hanya kepada Damian dan Quera dia akan berbicara banyak .Melihat burung itu turun dan hinggap dipundak bocah itu . mereka semua bertambah terkejut saat menyadari jika Dominic telah mengunakan pelindung di bahunya .

__ADS_1


Setelah cukup lama mereka menunggu terdengar lolongan Hunter dari arah hutan . Juga terdengar suara hewan lain yang tak kalah ganasnya dengan lolongan itu . Juga terdapat banyak elang yang terbang berputar putar dilangit .


" Arthur .... kau memangil mereka .?" Dominic bertanya dengan memiringkan kepalanya .


" Eemm ...untuk berjaga jaga ...bukan kah kau sudah melihat apa yang dilihat Hulk .." Jawab Damian dengan seriangai kecil .


"Kalian pergilah menuju pulau terkunci ...disana kalian akan aman .Saat ini mereka masih mencari lokasi tempat ini. Tapi untuk berjaga jaga pergi kesana .Ada kakek yang akan membantu kalian ." Ucap Damian melirik Fiona dan para saudaranya .


" Tidak ...kami disini biar bunda dan mama vero saja yang pergi kesana ." Jawab Xander dengan tegas .Apa lagi saat ini Edgar tidak ada disini . Pria itu harus berkerja keras untuk mengalihkan perhatian semau orang yang sedang mencari sang kakak .


" Tapi ...Kalian ..." Ucapan Damian terpotong oleh Kenzo yang muncul dengan gerakan cepat .


" Xander benar ... mami Vero cepat bawa pergi bunda ." Suara Kenzo terdengar sangat cemas . Apa lagi saat ini dia lah yang memliki usia paling tua . sehingga dia lah yang bertanggung jawab untuk keselamatan mereka .


Veronica tidak lagi membantah apa yang dikatakan oleh mereka . Ini merupakan yang terbaik untuk saat ini.Zaen juga berada disana pria tua itu sudah tidak lagi sebugar dulu . Sehingga hanya tidak bisa banyak membantu untuk saat ini.


" Kalian bersiaplah... " Ucap pria tua itu . Meski tubuhnya tidak bisa lagi untuk bertarung. Tapi dia masih bisa menggunakan strategi untuk melawan musuh jika mereka datang .Apa lagi Medan saat ini itu akan mempermudah untuk mereka menghadapi lawan yang berada diluar.

__ADS_1


__ADS_2