Mysterius Girl

Mysterius Girl
Bukan Arthuro tapi Arthurlio


__ADS_3

Dengan setengah mata terpejam Lord tua berusaha tetap sadar . Mempertahankan semua yang tersisa dari dirinya . Berusaha untuk mengatakan apa yang dia tahu . hingga akhirnya dia harus bermusuhan dengan saudara nya sendiri.


" Seharus nya aku lah orang yang bersama dengan Namera bukan Axton . Aku lah yang orang yang mengenal nya terlebih dulu . Kenapa bisa Namera lebih memilih mati bersama dengan nya . " Suara Lord tua semakin lirih . Pria ingin sekali mengakhiri nyawanya sendiri saat ini. Tapi semua itu sia sia segala upaya yang dia lakukan tidak berhasil .


"Apa kau bodoh ... bukan kah saat ini kau sudah memiliki istri bahkan anak .Dan kau masih berharap untuk bisa mendapatkan cinta dari mommy Mera . Sungguh keberanian yang luar biasa. " Suara Hans Terdengar sangat mengerihkan . Aura membunuh meluap tak tertahan kan . " Jika bukan kerena mu pasti saat ini king kecil masih ada .Apa kah itu tidak cukup untuk mu ,kerena ambisi mu . Kau hanya bisa melenyapkan semua orang yang tidak bersalah . " Hans kembali berkata dengan mata memerah . Pria itu ingin sekali membunuh pria tua yang ada didepannya .


Perkataan Hans bukan hanya mengejutkan mereka yang berada didekat nya . Hanya Sam lah yang tidak terkejut . Begitu pula dengan Quera dan duo pembuat onar . Mereka juga tercengang mendengar setiap kalimat yang diucapkan sang master .


" Kak .. katakan apa aku memiliki Kakak ?" Quera bertanya kepada Sia . Yang berdiri dengan aura yang meluap luap .


" Eemm .. seharusnya dia seusia kami . Tapi semua itu tidak bisa bertahan saat dia berusia 5 tahun. " Jawab Sia dengan mata terpejam . Ada begitu banyak luka yang dari setiap kalimat nya .


" Kenapa ...?" Quera beralih menatap Sia dengan raut pucat . Sia menghela nafas menggelengkan kepala nya .


" Aku juga tidak begitu jelas ... apa yang sebenarnya terjadi . Saat itu kami semua masih kecil . Para orang tua begitu enggan untuk menjawab pertanyaan kami . Bahkan bisa dibilang kami sudah lupa kejadian itu . " Sia menunduk kepala nya dengan sendu . Dia sendiri juga tidak tahu pasti dengan kejadian saat itu .


" Jadi selama ini aku memiliki kakak kandung .." Gumam Quera dengan lirih .Suara terdengar begitu dingin .


" Tenang lah semua sudah berlalu ... saat ini k baik kita fokus dengan masa depan ." Alexa menyahuti pembicaraan mereka .


" Eemm ... Alexa benar ." Sia mengiyakan ucapan Alexa .Quera terdiam untuk beberapa saat sebelum kembali fokus dengan layar monitor yang berada didepannya.

__ADS_1


" Maaf kan semua kesalahan nya .Meski aku tahu itu hal yang sangat tidak mungkin . Begitu pula dengan diri ku sendiri ,aku juga berat memaafkan nya . Tapi aku masih saja meminta maaf . Mau bagaimana lagi masih ada darah yang mengalir di tubuh ku ."Hara berkata dengan menunduk sedih .


" Tidak perlu dipikirkan . Bagaimana kita semua di sini adalah korban dari nya ." Quera memilih untuk memendam rasa penasaran.


" Aahh .. anak itu jika saja dia masih hidup ... Aku yakin dia sangat kejam seperti Axton . Hah ... Bahkan wajah nya begitu mirip dengan nya . Berbeda dengan gadis kecil itu yang begitu mirip Namera . " Lord tua terkekeh mengingat anak kecil beberapa tahun silam . Anak yang begitu berani bahkan berani datang kepada nya . Dengan aura membunuh yang sangat kental . Juga ancaman yang dilontarkan nya sangat membuat tubuh lord tua bergetar ketakutan.


" Bisakah kau berkata dengan benar ... Aku luap memberikan oleh oleh dari putra ku . " Reygan berkata sambil merogoh saku nya. "Habel berikan ini kepada nya ..... Itu ramuan yang baru saja di buat oleh Arthur .." Lanjut nya memberikan sebuah botol kaca kecil kepada Habel .


" Tentu ... " sahut Habel dengan langkah besar .


" King ... ramuan apa itu ..?" Alfa tidak bisa menahan rasa ingin tahu nya .Reygan hanya mengangkat bahu nya .


" Zack panggil Arthur kesini ... biarkan dia menyaksikan obatnya bereaksi ." Perintah Reygan cukup mengejutkan semua orang yang ada disana .


" Bos .. apa tidak salah dengar ...Itu tidak baikan membawa Damian kesini .?" Zack dengan bertanya dengan tergagap .


" Dia adalah pemimpin selanjutnya . Dia harus menjadi lebih kuat ." Sahut Hans dengan suara dingin. Mereka semua saling pandang sebelum akhirnya Zack beranjak pergi memanggil Damian.


Tak butuh waktu lama Zack kembali tapi dia datang bukan hanya Damian tapi buah Dominic .Melihat kedua anak itu datang semua orang tertegun . Apa lagi lord tua saat ini melebarkan mata nya .


"Arthuro ....." gumam nya dengan raut wajah semakin pucat .

__ADS_1


" Bukan Arthuro ... Arthurlio putra ku dengan Quera ." Sahut Reygan dengan wajah meremehkan .


" Ha ha ha .... ternyata hidup ku semakin mendekati ajal. Sehingga seakan bisa melihat nya lagi . " Lord tua tertawa dengan sangat menyedihkan .


" CK...CK ... ada apa dengan orang tua ini . Huh kenapa kalian tidak memberikan nya baju .?" Damian bertanya dengan nada mengejek . Sedangkan Dominic hanya menatap dengan merendahkan .


" Mereka tidak layak mendapatkan baju ...." Sahut Sam dengan datar .


" Haish .... Papi kenapa tidak sekalian dikuliti saja ." Perkataan Damian membuat semua orang tertegun Berapa Usia bocah ini kenapa bisa mengatakan nya dengan begitu mudah . Tanpa ada beban sedikit pun saat mengucapkan nya .


" Arthur ...akan kau gunakan untuk apa kulitnya. Pasti itu tidak laku kerena kulit nya sudah keriput ." Sahut J yang baru saja datang .


" Eemm paling tidak bisa dijadikan makan Pira ." Sahut Damian dengan enteng .


" Pira siapa ...?" tanya Max dengan linglung .


" Oohh ..itu ikan yang kami pelihara setengah tahun lalu ." Jawab K dengan senyum miring .


" Cih ... jangan nanti mereka mati kerena ketakutan ." J menimpali dengan sedih .


" Eehh ... iya juga kenapa tidak berpikir kesana ." Damian berkata sambil berpikir .

__ADS_1


__ADS_2