
Saat Rebecca yang berada dikamar Reygan tidak bisa menahan kekesalan nya lagi . Bagaimana bisa mereka membawa kekamar anak kecil .Kamar itu masih terdapat banyak mainan mulai dari mobil sampai ada pesawat .Dan juga langit langit kamar terdapat tataan bintang galaksi .Rebecca hampir melonggo sambil melirik pelayan yang mengantarkan nya .
" Kenapa kau malah membawa ku kekamar anak kecil ,seharusnya kau mengantarkan ku ku kekamar utama .?" Seru Rebecca dengan wajah merah karena marah .
" Nona bukan kah kah menginginkan kamar tuan pertama . Dan ini lah kamar tuan pertama dan ini sudah sesuai dengan apa yang anda minta ." Jawab pelayan itu dengan acuh . Siapa juga yang akan perduli dengan wanita itu . Pelayan itu diam diam mencibir Rebecca dengan tatapan mengejek .
" Tapi bagaimana bisa aku ingin istirahat jika kamar nya saja seperti kamar anak kecil .Dan tidak mungkin Reygan tidur dikamar kecil ini ." Sahut Rebecca dengan murka .
" Jika nona tidak mau ya sudah silahkan pergi ." Bantah pelayan itu dengan berani .Pelayan itu pergi dan membiarkan Rebecca didalam kamar .
Hampir 1 jam Rebecca berada dikamar itu ,dengan perasaan berkecamuk. Dia mencari sesuatu dengan gusar , Sampai matanya menangkap sesuatu yang berbeda dari sebuah lemari kaca .
Dengan penuh semangat dia membuka lemari kaca itu .Saat tangan nya ingin menyentuh cincin itu diurungkan saat mendengar ada pelayan yang berbisik .
" Eehhh ...kalian pernah membersihkan kamar ini apa tidak .?" Salah satu pelayan bertanya dengan berbisik .
" Iya ...pernah aku juga heran kenapa kamar ini tidak dirubah sama sekali .Apa pada hal tuan pertama sudah tidak pernah lagi datang kesini ." Sahut teman nya yang sedang mengelap jendela .
" Itu tidak masalah mungkin itu akan digunakan saat anak tuan dan nyonya lahir ." Jawab pelayan pertama .
" Dan juga ada cincin yang indah dilemari kaca tapi aku takut itu katanya cincin dari mendiang nyonya Tifaret." Sahut yang satunya lagi dengan agak takut .
__ADS_1
Rebecca yang mendengar nya pun terperanjat apa ini cincin yang ingin didapatkan oleh kakaknya .Sampai akhirnya kedua pelayan itu menoleh dan ada Rebecca dibelakang mereka .
" Eemm ...Apa yang sedang kalian bicarakan .?" Tanya Rebecca ramah .
" Maaf nona .... kami tidak akan berbicara lagi tapi tolong jangan lapor kan kami kepada tuan kedua ." Ucap pelayan itu dengan katakutaan.
" Baik tapi ....kalian harus memberi tahu aku tentang cincin yang ada dilemari itu ." Ujur Rebecca dengan senyum remeh .
" Baik nona .... " Jawab keduanya dan mulai bercerita tentang cincin yang mereka ketahui .
" Bagus ... kalian boleh pergi dan siapkan camilan bawa kesini ." Perintah Rebecca seakan dia nyonya rumah . Sedangkan pelayan itu hanya bisa saling pandang sebelum akhirnya mereka berdua keluar .
Zergan yang sedang duduk dikursi kebesaran nya menoleh kearah ponselnya yang berbunyi .Pria itu membuka pesan itu dengan mata melotot .Yang membuat beberapa orang yang ada didepan nya merinding .
" Ha haha .... akhirnya aku bisa mendapatkan nya .Dengan ini aku bisa menguasai semuanya . " Ucap Zergan dengan tawa yang bergema diruangan itu .
" Tuan .... apa yang terjadi .?" Tanya Asistenya dengan cemas .
" Rebecca sudah menemukan cincin itu .... Aku dan ini gambarnya .Sekarang buat salinan yang sama biar Rebecca bisa menukarnya .Jika kita menunggu Reygan memberikan cincin itu kepada nya akan lama ." Jawab Zergan dengan wajah berbinar .
__ADS_1
" Itu bagus ... lord dengan itu kita bisa mendapatkan senjata yang dimiliki mereka dengan itu kita bisa memusnahkan mereka dengan cepat .Dan juga kita bisa menguasai siklus ekonomi dunia ."Sahut Salah satu dari mereka .
" Iya kau benar ..... jadi segeralah lakukan apa yang sudah saya perintahkan." Sambung Zergan dengan senyum mengembang .
" Sekarang bubar dan kirim kan para wanita itu kekamar ku aku ingin mencoba mereka ." Lanjutnya dengan wajah berbinar cerah melihat para wanita yang dibawa oleh anggotanya .
" Baik Lord ... nikmati waktu anda besama dengan mereka . kami Permisi terlebih dulu ." Seru mereka dengan membungkuk sopan .
Sedangkan Para wanita itu segara dibawa kekamar yang diminta oleh Zergan .
Masih Dipulau beberapa orang pria yang saat ini sedang duduk didepan komputer, itu tidak lagi bisa menahan tawa .
" Ini .... pertunjukan yang luar biasa ." Zack berkata dengan tawa yang menggema .
" Kau benar ... Zack ini sangat lucu saat melihat mereka dengan mudahnya tertipu oleh kita ." Sahut Max dengan senang .Habel nya duduk dengan menyandarkan hanya menggeleng miris .
Dia sendiri juga tidak menyangka jika Rebecca hanya lah gadis bodoh yang naif .Yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain .
" Jika kau ada rasa kau bisa membebaskan nya dari mereka ." Ucap Reygan dengan malas .
" Tidak ... aku hanya kasihan kepada kebodohannya itu saja ." Jawab Habel dengan dingin .
__ADS_1