
Rebecca datang kerumah sakit sesuai dengan apa uang direncanakan sebelumnya .wanita itu kembali membayar dokter untuk membantunya dengan imbalan yang tidak sedikit .Apa pun yang terjadi dia kan memiliki Reygan untuk selamanya .
" Kamu pergilah cek sampai dimana Reygan saat ini .Setelah itu siap kan media secara sembunyi untuk memotret kita saat sedang bersama . "Perintah Rebecca dengan senyum culas .Dengan begini istri dari Reygan akan mundur jika mengetahui suaminya berhubungan dengan wanita lain .
" Baik ....ingat kau harus tetap pada citra mu yang polos dan juga anggun .Jangan buat masalah selama aku tidak ada ." Ucap asistennya dengan tegas .
" Iya ....pergi lah aku tahu harus berbuat apa ." Sahut Rebecca dengan raut malas .Jika bukan karena kakaknya dia tidak mau diatur oleh asisten kecil itu .Selama ini asisten kecil itu terus saja melaporkan semau yang dilakukan oleh Rebecca kepada pria itu .
Dipulau Habel sedang menuggu rombongan Reygan yang masuk ke pulau lain dengan cemas .Setelah mendapatkan telfon dari asisten Rebecca dia hanya mengerutkan kening nya .
" Lebih baik tunggu king keluar baru bicara diputuskan ." Pikir Habel dengan mendengus malas .
" Siapa yang menghubungi mu ... Sampai membuat mu kesal seperti itu .?" Tanya Masaya sambil mencibir . Istri dari Zack itu terlihat lebih kejam jika berurusan dengan Habel yang nota bene pernah menjadi musuh .
" Wanita itu siapa lagi ." Jawab Habel malas dengan istri Zack ini .Sebagi sesama pembunuh bayar mereka saling mengenal dan juga pernah bersitegang.
"Sudah ... jangan ribut sekarang .Para suami kita belum ada yang keluar sampai sekarang ." Seru Wanita cantik Veronica yang merupakan istri dari Marvel . Dokter cantik itu hanya bisa menahan amarah jika kedua nya bertemu hanya akan ribut .
__ADS_1
" Suntik saja mereka dengan obat bius pasti akan diam ." Sahut wanita dengan wajah khas timur tengah itu Hara yang merupakan istri dari Edrick .
Saat mereka berdebat anak anak hanya bisa menggeleng miris . Tidak akan ada gunanya membantah para ibu saat ini .Hanya Kelly lah yang menurut mereka bisa diandalkan saat ini .
" Ma ... apa mereka masih lama aku leleh menunggu mereka saat ini ." Seru Zaeron yang merupakan anak dari Marvel dan Veronica .
" Mama ... juga tidak tahu sayang mungkin sebentar lagi ." Jawab Kelly dengan lembut. Yah hanya Kelly yang akan bisa lembut untuk berbicara dengan mereka .
" Huh ... semoga saja mommy bisa lebih baik ." Lirih Alexander anak dari Alfa dan Kelly itu .Bocah yang kerap disapa Xander itu hanya bisa tersenyum miris saat melihat kelakuan para ibu .
Setelah menunggu para inti yang masuk terlihat dari kejauhan dari tengah tengah kebun sakura dan persik Ada beberapa orang keluar dari sana .Senyum menyambut kedatangan mereka dengan penuh tanda tanya .
" Itu mah sama saja siapa juga yang mau setor nyawa ." Jawab Veronica dengan kesal .
" Hah... itu namanya cari mati sendiri , Lebih baik tidak masuk kesana meski ingin sekali melihat bunga itu ." Sahut Masaya dengan lesu .
" Ha ha ha ... mama kalian bisa masuk bersama dengan ku ." Tawa Damian membuat semua orang menoleh bocah 4 tahun itu tertawa tanpa beban sedikit pun .Saat melihat para orang tua mendengus kesal kearah bocah berwajah malaikat itu . Tapi sayang wajah itu hanya topeng belaka .
__ADS_1
" Sudah ....jangan hirau itu sebaiknya kita bersiap . Mereka akan segera bergerak jadi mulai lah untuk bergerak ." Sahut Hans dengan tegas . Sia mendorong kursi roda yang ayah dan disamping nya ada bocah yang berwajah datar Danzel .
" Eemm ... kami sudah membersihkan jalur selatan dan barat ." Jawab Alfa dengan serius dan tegas .Sekarang wajah para inti berubah menjadi serius tidak ada lagi jawab jenaka Zack dan si mesum Marvel .
"Aku akan kembali untuk mengurus markas . Untuk yang ada disini aku serahkan kepada kalian ." Seru Hans yang kini semakin dingin .
" Tugas kalian para ibu dan anak tetap disini untuk memastikan kalian aman . Dan jangan lupa untuk latihan kalian harus ditingkatkan ." Sambung Reygan dengan mata berkilat memandang keseluruh Anggota .
" Kami ...mengerti king ." Jawab mereka serempak .
Hans kembali kepulau tersembunyi bersama dengan keluarga nya . Dengan berat hati Danzel harus merelakan untuk meninggalkan kedua saudara nya .
" Ma ....apa perlu aku menjaga mereka berdua .Dengan sifat nakal Arthur itu pasti akan merepotkan kan Dom ." Ucap Danzel dengan khawatir jika nanti Damian membuat keributan .
" Tidak perlu biarkan saja disini wilayah nya Damian tidak akan ada yang berani kepada nya .Seharusnya bukan mereka yang kau khawatirkan saat ini tapi para anggota disana ." Sahut Sia dengan senyum miring .
Bocah itu menghela nafas kasar .Benar juga dengan siapa yang akan bisa membuat bocah itu takut .
__ADS_1
" Sudah jangan pusingkan mereka berdua .lebih baik kau juga bersiap untuk menjaga pulau selama papa dan mama tidak ada disana .Itu akan menjadi tugas mu jadi bersiap lah ." Tambah Hans dengan tegas .Terlihat jelas dari mata pria itu putra nya adalah harapan nya untuk menjaga keutuhan pulau .
" Aku tahu pa ... aku akan menjaga nya ." Jawab Danzel dengan mata berbinar cerah .