
" Eemm...tunggu kenapa tidak membuat mereka bertarung dengan Trigris atau Hugo saja ." Damian mengetuk dagunya beberapa kali .Seakan anak itu sedang berpikir keras. Para orang dewasa yang melihat tingkah nya terkekeh pelan . Sepertinya calon king mereka ini sangat mengerihkan kemudian hari . Sehingga akan semakin disegani oleh orang lain .
" Jangan mereka bagaimana dengan blacky ...?" setelah terdiam cukup lama . Dominic akhirnya bersuara .
" Brother kamu yang berbaik...." Damian mengacuhkan jempol berteriak dengan girang .
"Eemm ..." Gumam Dominic.
" Blacky ....siapa ....?" Reygan bertanya dengan mengerutkan kening . Dia tidak tahu apa yang sedang direncanakan olek kedua putranya.
" Ular piton peliharaan Meraka ..." jawab Sam dengan santai . Pria itu melipat tangan nya didepan dadanya .
Hari hari berlalu dengan sangat cepat kini mereka semua dalam keadaan sangat baik . Pagi pagi sekali mansion utama Romanov sangat ramai dengan celotehan konyol Damian. Anak itu semakin aktif yang membuat semua orang kelimpungan dengan tingkah jahilnya .
Hukuman yang diberikan oleh Reygan sudah tidak lagi ditakutinya . Seperti pagi ini satu pria dewasa dan dua orang anak kecil sedang duduk di meja makan . Bersama dengan seorang wanita cantik yang menemani mereka.
" Daddy aku tidak mau pergi kesekolah disana . .. Mereka semua membuat ku kesal.Kita tidak butuh sekolah yang hanya bernyanyi Daddy .." Damian duduk dengan cemberut .Menatap tajam kepada pria dewasa yang memiliki wajah hampir sama persis dengan nya .
" Ayo lah prince ... nikmati saja . kau masih terlalu kecil jadi sesekali kau bergaul dengan teman mu yang lain." Reygan menanggap protes sang putra dengan tegas .
" Oohh ...Daddy kami tidak butuh sekolah formal. Jika butuh sertifikat kelulusan kami bisa mendapatkan nya dengan mudah." Damian lagi lagi kekeh dengan keinginan nya .Quera hanya menatap kedua nya sambil menggelengkan kepala .
__ADS_1
Perdebatan ini sudah hampir terjadi setiap pagi nya .Dan itu bukan hanya pada keluarga ini saja . Begitu pula dengan keluarga inti lain nya . Juga mengalami hal yang sama setiap pagi nya .
"Daddy ayo lah aku lebih suka berada di dalam lab milik kakek. Dari pada harus bernyanyi dengan sekumpulan bocah ." Damian mengerutu dengan kesal.
" Kamu yakin tidak ingin kesekolah ...?" Quera yang sejak tadi terdiam kini angkat bicara . Dengan suara yang terdengar lebih dingin . Meski masih terdengar lembut dan merdu .Damian menoleh melihat mommy nya yang terlihat tidak bersahabat .
" Mom... he he ... mereka membosankan mom.," Bocah itu tersenyum getir .
" Oohh.... baiklah ...K ledakan lab milik ayah ."Ucap Quera setelah menekan gelang berwarna silver miliknya .
" No ...mom ...aku akan pergi sekolah sekarang .Dom ayo pergi ...." Damian berteriak sambil berlari dengan tas yang di tangannya .Dominic mengikuti nya dari belakang dengan wajah datarnya .Anak itu menoleh kepada kedua orang tua nya .
" Hah ... untung saja masih ada yang mengawasi nya ." Gumam Quera dengan tanpa daya . Dia melirik suami nya yang terdiam.
" Dear.... kamu yang terbaik ." Reygan menatap istrinya dengan penuh cinta . " Aku harap kita bisa selalu seperti ini . Bisa terus membesarkan anak anak dengan kasih sayang . " Lanjut nya dengan lirih .Quera yang berada di pelukan nya . Juga mengerti apa yang diinginkan sang suami .
" Eemm..... " Gumam Quera dengan senyum lembut.
" Baiklah ... sudah waktunya untuk ku pergi juga.Jangan terlalu lelah. Biarkan mereka yang mengurus semuanya .." Reygan memberi pesan kepada Quera . Pria itu terlihat enggan untuk meninggalkan wanita itu .
" Aku akan pergi menemani mu di kantor hari ini...jadi ayo pergi ." Suara manis Quera membuat Reygan kembali bersemangat .
__ADS_1
" Dear ... " Ucapkan sebelum melabuhkan sebuah ciuman do bibir Quera .
" Sudah ...ayo pergi ..." Dengan suara serak Quera harus menghentikan hewan buas yang kini siap memangsa nya .Akhirnya setelah bertahun tahun berlalu kini mereka bisa melepaskan dendam. Yang telah lama mereka simpan didalam hati .
END ......
Seroang pria dewasa sedang duduk bersama anak kecil . Yang terlihat menatap nya dengan tajam .
" Siapa anda .... kenapa kamu memiliki wajah yang sama dengan ku .?" Anak itu bertanya dengan dingin .Zergan terdiam dia juga terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini . Sepasang anak kembar yang memiliki wajah yang sama . Hanya saja satu laki laki dan perempuan.
" Katakan ....kami tidak ingin berurusan dengan orang asing . Kami harus kembali ke panti . Ibu panti akan mencari kami ..." Ucap anak laki laki itu dengan geram . Dia memegang erat tangan adik perempuan nya .
Zergan masih tidak bisa mengucapkan satu kata pun dari mulut nya . Dia tertegun melihat nya .
" Aku akan mengantar kalian kembali ... bisakah kau membawa ku kepada mommy kalian ?". Zergan bertanya dengan sendu .
" Mum... tidak ada." Jawab anak perempuan itu dengan menunduk gelisah.
Hello guys ....
Kita akan lanjut dengan cerita Zergan ya ....
__ADS_1