Mysterius Girl

Mysterius Girl
Rencana untuk menghancurkan musuh


__ADS_3

" Max... pimpin tim untuk berangkat wilayah barat , berikan sedikit terapi kepadanya ." Ucap Reygan dengan suara bariton .Max yang menyadari apa maksud dari ucapan Reygan bergegas berdiri untuk menyiapkan tim .


" Anggap sudah beres .." Jawab Max sambil melambai kan tangan .


"Zack ... kau tahu apa yang harus kau lakukan. Tunggu beberapa waktu lagi biar mereka lengah setalah itu rilis berita ." Suara Reygan kembali bergema dengan dingin .


" Kami tahu king ... semua sudah kami siapa kan ." Jawab Zack dengan percaya diri .


" Eemm ... kita akan menyerang mereka dalam waktu 1 bulan . Dan aku harap kalian semau sudah siap . Kita akan menyerang didepan bersama para human .Sedangkan DAR akan memastikan jika tidak akan ada musuh yang lari ." Seru Reygan dengan mata yang semakin tajam . Terlihat sangat ganas yang siap mencabik cabik siapa pun yang menghalanginya .


" Kami siap berangkat kapan pun king ." Jawab mereka dengan serempak .


Sedangkan dimarkas DAR Hans sedang duduk ditemani oleh Sia dan juga Danzel sang putra .Keluarga itu terlihat damai saat orang lain melihat mereka .Pada kenyataannya anak dan ayah itu sedang pernah dingin .


" Papa ... jangan memonopoli mama ... " Ucap Danzel dengan kesal .Saat sang ayah terus saja menggoda nya dengan bermanja kepada Sia .


" Ini istriku ...jadi jangan cerewet ." Sahut Hans dengan jahilnya menggoda yang putra .


" Ma .. apa kau punya racun yang sanggup melumpuhkan papa .?" Tanya Danzel dengan sarkas .


" Zel ...Papa mi sudah kebal racun mama .Jadi percuma saja jika kau memberi papa mu ini racun ."Hans yang menjawab ucapan Danzel yang membuat bocah berusia belum genap 4 tahun itu marah .

__ADS_1


" Sudah ....kenapa kalian ini selalu saja ribut ." Seru Sia dengan keras .Yang membuat kedua pria beda usia itu terdiam .Mereka tidak ingin mendapatkan hukuman dari sang lady .


" Ma ... apa yang kakek lakukan saat ini .Kenapa dia malah berdiam diri disana bukan kah disana tidak ada yang menemani nya .?" Danzel bertanya dengan bingung .


" Eemm ... biarkan saja buktinya kakek bisa bertahan sampai sekarang .Apa lagi ada Arthur yang akan menemani nya jika dia mau ." Jawab Sia dengan gemas melihat wajah memerah sang putra .


" Eemm ...aku tahu ma ." Jawab Danzel dengan senyum manis .Entah kenapa senyum itu hanya bisa berlaku untuk para ibu nya sedangkan untuk para ayah .


Tak lama terdengar suara J dan K yang datang membuat keributan .Sia hanya bisa menggeleng lemah jika kedua nya sudah kembali .


" Abang .... yuhu..kami kembali ..." Teriak J dengan keras .


" Bagaimana dengan ....apa misi kalian berhasil ?. Jangan membuat keributan disini ." Hans bertanya dengan raut dingin .


" Huh .. bang tentu saja semau beres . Oohh ya bang di LL masih banyak tikus ngak aku mau beli obat nya .?" Seru K dengan bangga


" Eemm .. aku akan menyelesaikan mereka dalam waktu 1 Minggu Jadi bersiap lah ." Jawab Hans dengan tenang .


" Eemm ... Elmerat sudah siap bang ." Jawab K dengan senyum .


Saat ini kedua kubu sedang menyusun rencana untuk membersihkan wilayah masing masing .Sedangkan Dirumah sakit Rebecca saat ini tengah menuggu Reygan untuk datang menjemputnya .

__ADS_1


Dengan wajah berbinar wanita itu menunggu sambil menikmati apa yang saat ini sedang diberitakan .Dengan munculnya Reygan dirumah sakit nanti akan membuktikan jika bayi itu milik nya .


"Kau sudah menyiapkan nya kan ... untuk saat ini jangan ada kesalahan lagi ." Ucap Rebecca kepada asisten nya .Yang sudah menyiapkan reporter untuk mengikutinya .


" Kau tenang saja ... semua sudah siap .Hanya tinggal menunggu Reygan datang dan ingat untuk segera mungkin untuk mendapatkan cincin itu ." Sahut asistennya dengan penuh tekanan .


" Tenang saja dengan mengandalkan bayi ini , Aku bisa memliki semuanya ." Jawab Rebecca dengan bangga . Ada kilatan aneh di matanya saat ini.


" Eemm ... lihat saja setelah aku mendapatkan Reygan sepenuhnya aku akan membuat asisten itu pergi selamanya ." Batin Rebecca dia geram saat melihat tingkah Asistenya itu yang hanya mau menuruti perintah sang kakak .


" Zergan aku harap apa yang kau cari tidak akan dapat dengan itu aku akan menghasut Reygan untuk menghancurkan mu ." Gumam Rebecca dengan senyum mengembang.


Setelah menunggu hampir 2 jam Reygan datang dengan membawa sebuah bunga . Bunga itu terlihat sangat cantik dan juga dipilih dengan hati hati .


"Selamat atas kehamilan mu Beca .. " Ucap Reygan sambil menyerahkan buket bunga .Tidak ada raut wajah bahagia dari pria itu hanya raut wajah datar .Namum itu sudah membuat Rebecca bahagia ,dengan begini dia bisa memastikan jika Reygan lebih memilihnya dari pada istrinya .


" Terima kasih ... aku senang kau datang .Apa istri mu tidak melarang mu datang . Seharusnya aku ... tidak ceroboh sehingga bisa hamil ." Ucap Rebecca dengan raut wajah sedih ." Aku juga tahu kau masih beristri ... maaf kan aku tidak seharusnya aku ..." Lanjutnya dengan terbata bata .


" Tidak perlu kau pikirkan .. sekarang fokuslah kepada janin mu .Aku akan mengurus nya nanti lagi pula dia tidak masalah dengan ini ." Jawab Reygan dengan dingin ." Huh ... Jika bukan karena misi sudah ku bunuh wanita ini .sungguh aku memuakkan." Batin Reygan dengan geram .Dia tidak menyangka jika Rebecca sangat mudah tertipu dengan apa yang sedang dilakukan nya saat ini .


Jika diteliti ada perbedaan mutlak antara Reygan dan Habel .Hanya saja Rebecca tidak bisa membedakan nya .

__ADS_1


__ADS_2