
Setelah makan siang mereka memutuskan untuk pulang . Sedangkan para ayah Kemabli ke kantor .Didalam perjalanan menuju ke masion utama Romanov . Dikejutkan dengan adanya mobil yang berani mengikuti mereka .
Satu mobil ditumpangi oleh Quera bersama dengan si kembar dan James juga Danzel . mobil kedua ditumpangi oleh Masaya ,dan hara bersama dengan putra mereka .Mobil ketiga ditumpangi oleh Veronica dengan Fiona dan juga Xander dan Aron.
Setelah melihat mobil mereka diikuti mobil ketiga melaju ketengah sesuai dengan apa yang diintruksi oleh Quera .Saat ini prioritas mereka adalah keselamatan Fiona yang sedang hamil .
" Mom...menurut mu siapa mereka .?" James bertanya dengan senyum miring .
" Mom tidak tahu tapi sudah lah biarkan saja . Yang penting saat ini mama fiona baik baik saja . " Jawab Quera dengan tenang .
" Eemm mom... mereka hanya tikus yang jadi jangan khawatir ." Sahut Danzel dengan mata berkilat tajam . Sedang supir merasa merinding dengan anak anak kecil itu entah kenapa dia merasa mereka lebih berbahaya dari pada musuh yang sedang mengejar mereka saat ini .
" Terus lah mengemudi paman tolong jaga mobil yang ditumpangi mama fiona saat ini ." Ucap Damian dengan senyum cerah .
"Tentu .. tuan muda kami akan melakukan nya ."Jawab Supir itu segera memberi tahu pengemudi yang lain untuk lebih waspada . Dan juga mobil yang digunakan para penjaga mulai mendekat .
Sedangkan mobil yang sedang mengikuti mereka saat ini terlihat masih mengejar dengan kecepatan tinggi .Fiona yang pada dasarnya sedang hamil merasa ketakutan .Masaya berusaha untuk menenangkan wanita hamil itu .
" Kak ... siapa mereka kenapa mereka mengejar kita .?" Tanya Fiona dengan cemas .
" Tenang lah ... semua akan baik baik saja mereka tidak bisa menyentuh kita ." Sahut Veronica dengan mata berkilat tajam . Meski dia juga merasa cemas tapi wanita itu berusaha tenang .
"Mam.... tenang lah ada kami yang akan menjaga kalian jadi jangan takut ." Seru Xander dengan berani . Kedua bocah itu mengeluarkan sebuah belati dari balik bajunya .
__ADS_1
"Damian apa yang harus kita lakukan saat ini ..?" Xander bertanya kepada Damian yang lewat jam tangan pintar yang dirancang J .
" Tenang saja ... akan ada yang mengurus mereka . Tapi jika ada yang masih berani mendekat kita musnahkan saja . " Terdengar suara imut dari Damian .
" Bersiap lah mereka mendekat ." Terdengar lagi suara dari Dominic yang terdengar dingin .
" Tugas kalian berdua menjaga kedua mama yang bersama dengan kalian . " Suara Damian saat ini terdengar berbeda .
" Kami lakukan bos ..." Jawab kedua nya dengan tegas .
Mobil mereka berhenti dijalan yang agak sepi . Sesuai dengan yang diminta oleh Quera yang tidak mau ambil resiko keselamatan Fiona .Wanita itu keluar dengan anggun diikuti oleh 2 wanita lainya .
Begitu pula dengan para pengawal mereka juga keluar setelah melihat queen mereka keluar .
"Vero jaga Fiona jangan biarkan dia keluar ." Seru Masaya dengan mata yang sudah berkilat .
"Eemm ... aku akan menjaga nya . Kalian bisa pergi dengan tenang . "Sahut Veronica dengan tenang . Tapi dia tidak bisa menyembunyikan kecemasan di matanya .
" Huh ... ayo lah ... aku sudah lama tidak mendapatkan musuh . Ingin rasanya aku mencabik cabik mereka ."Sahut Hara dengan kejam .
Saat mobil yang mengejar mereka datang mereka langsung keluar dari mobil . Damian menghitung orang yang keluar dari 2 mobil itu. Wajah imut berubah dengan cepat setelah memindai musuhnya .
" Dom ... mereka meremehkan kita . Kenapa hanya mengirim mereka saja .Huh jika begini hanya akan setor nyawa ." Ucap Damian dengan melirik Dominic yang hanya menyapa dengan tajam .
__ADS_1
" Huh ... para pengganggu ini menyebalkan ." Sahut Danzel dengan geram .
" Eemm... kau benar mereka hanya nyamuk ." Sambung Alaska dengan malas bocah itu bersandar di body samping mobil .
" Perhatikan sekeliling ...." Jawab Dom dengan dingin .
Tak berselang lama dari arah samping terdengar teriakan yang memekakkan telinga .Dan benar saja terlihat beberapa human yang datang dengan membawa sebuah tubuh yang tak bernyawa .
" Haish.... kenapa mereka bisa datang ." Ucap Quera dengan menggelengkan kepala sambil melirik sang putra . Yang tersenyum manis dibelakang nya .
" Mom ... tidak perlu turun tangan biarkan mereka yang mengurusnya ." Teriak Damian dengan memasang wajah gembira .
Para pengejar hanya bisa melonggo melihat teman mereka yang bersembunyi . Sudah tidak bernyawa ditangan para human .
" Sial ... aku pikir mereka hanya membawa beberapa pengawal itu . Sialan kenapa kita tidak tahu apapun tentang misi ini . " Ucap pemimpin mereka dengan geram . Mereka menjalankan misi yang diberikan oleh atasan tanpa tahu jika mereka yang akan dimangsa .
Mereka ketakutan dari awal mereka keluar dari mobil .Saat keluar mereka baru sadar jika pengawal itu memliki lambang kepala serigala. Yang merupakan lambang dari DK .
Sungguh sial nasib mereka saat ini berhadapan dengan mereka saat ini . Ingin kabur pun percuma saat ini hanya bisa melawan sekuat tenaga .
" Ketua apa yang harus kita lakukan saat ini? Aku tidak menyangka jika mereka sangat cantik dan seksi ."pria yang ada disebelahnya bertanya dengan cemas tapi juga bersemangat apa lagi saat melihat para wanita yang turun dari mobil sangat cantik dan menggoda .
" Bodoh .... diam lah jika kau masih sayang dengan nyawa mu . Apa kau tidak tahu siapa para wanita itu. " jawab orang yang dipanggil ketua dengan geram .
__ADS_1
" Sial jika aku tahu ... mereka para istri dari inti DK aku tidak menerima ini ." Sambung nya dengan geram .Dia menyumpahi siapa pun yang sudah memberi misi kali ini .