Mysterius Girl

Mysterius Girl
Membereskan musuh


__ADS_3

" Apa yang harus kita lakukan sekarang ... mundur pun kita tidak kan bisa?." Salah satu dari mereka bertanya dengan ketakutan .Apa lagi mereka melihat betapa ganasnya musuh mereka . Meski mereka menang jumlah tapi masih kalah dengan skill .


" Meski mati aku lebih baik mati melawan dari pada harus menanggung malu ." Ucap ketua dengan nada yang sangat tidak enak .


Akhirnya dengan sia sia keberanian yang mereka miliki pun menyerang .Para pengawal hanya bisa menggeleng miris mereka tidak diijinkan untuk turun tangan . Hanya Masaya dan Hara yang turun untuk membereskan para penganggu itu .


" Queen ...sebaiknya anda tetap disini bersama dengan para tuan muda . Biarkan kami saja yang mengurus mereka . " Ucap Ketua pengawal .


" Tidak kalian tetap berjaga disini ... biarkan kami berdua saja juga dengan mereka . " Sahut Masaya dengan senyum yang menakutkan .


" Pergi lah ...mereka hanya penganggu yang tidak penting ." Jawab Quera dengan acuh . Setelah mendapatkan persetujuan Quera kedua wanita itu dengan gerakan yang sangat cepat sudah menyerang musuh .


Masaya melempar belati yang sudah dia siap kan . Hanya sekali lempar terdengar jeritan dari musuh . Sedangkan Hara lebih suka bertarung sebelum mengakhiri musuh .


Dengan sebuah tendangan yang keras wanita itu sudah mendarat kan salam pembuka . Untuk ketua para penganggu yang saat ini sudah mundur .


" Sial ... hanya dengan sekali tendang aku sudah terpukul mundur ." Ucap Ketua musuh dengan miris .

__ADS_1


" Cih ....apa hanya ini kemampuan kalian .Lihat semau kawan kalian telah jatuh satu persatu oleh lemparan pisau yang dilakukan wanita disana." Ucap Hara dengan menujuk beberapa orang yang telah terkapar di tanah .


" Sialan. ... apa kau harus menyerah kalah dengan par wanita ini. " Batin pria itu semkin ketakutan .


Apa lagi dengan datangnya beberapa mobil yang berada dibelakang mereka saat ini. Terlihat dari mobil mobil itu bisa dipastikan jika itu mobil lawan . Dan benar saja Marvel keluar dari mobil bersama dengan Habel . Yang diikuti oleh beberapa anggota pengawal dari mobil lain .


Disusul mobil lain dua orang pria turun dari dalam mobil itu .Edgar pergi begitu saja setelah mendapatkan telfon dari sang istri jika ada yang mengikuti mereka . Pria itu meninggalkan ruang meting tanpa perduli dengan klien yang akan marah .


"CK CK ... Haish .... kenapa mereka mengirim orang lemah ini. Lihat mereka semau sudah terkapar dan babak belur hanya dihajar para wanita . " Marvel berkata dengan menggelengkan kepala miris .


" CK ....minggir kau ingin melihat keadaan istri ku dulu ,dia pasti kaget dengan kelakukan mereka ." Sahut Edgar dengan kesal . Lihat bagaimana para istri dari saudara nya itu sedang menghajar musuh . Apa lagi sang kakak ipar dengan santainya bersandar di body samping mobil . Yang berisi kan istrinya dengan tenang tanpa terpengaruh apa pun .


" Pergilah kesana jika khawatir kami yang akan membereskan mereka ." Ucap Habel dengan datar menatap tajam kearah para penganggu .


" Masaya ... sudah cukup kami yang akan mengurus mereka . Jika tidak suami mu itu akan mengirim bom kepada mereka ." Marvel berteriak dengan keras yang menghentikan kedua wanita.


" Kalian ....menunggu saja . Kami sedang menikmati apa kalian tidak tahu kami sudah lama tidak melakukan nya ." Masaya mencibir kearah Marvel .

__ADS_1


" Hah... pada hal aku belum berkeringat ." Sambung Hara dengan engan melepaskan musuhnya .


" Sayang kau tak apa kan.?" Edgar bertanya kepada fiona dengan cemas .


" Tidak aku tak apa ..lagi pula ada mereka yang menjaga ku ." Jawab Fiona dengan senyum lembut . Dia tidak merasa takut saat melihat bagaimana Quera yang siap menjadi perisai . Dia harus bersyukur memiliki Quera yang begitu tenang .


" Kalian kembali lah biarkan mereka yang mengurus . " Seru Quera dengan berbalik pergi dengan anak anak yang mulai masuk kedalam mobil masing masing .


Mau tidak mau kedua wanita itu hanya bisa melepas mangsa mereka .Dengan berat hati mereka juga pergi menuju mobil yang mereka berdua tumpangi sebelumnya .


Mobil itu segara melaju pergi setelah memastikan jika para wanita sudah berada didalam mobil .


" Apa yang harus kita kepada mereka ...?" Roy bertanya dengan malas .


" Eemm .. biar Habel yang membawa mereka kemarkas . Kau kembali lah bersama dengan anak manja itu ." Sahut Marvel dengan nada menyindir .Sedangkan Edgar hanya bisa mengangkat bahunya tanpa perduli dengan ucapan Marvel .


" Roy ayo kembali ... Istri ku sudah baik baik saja . Selama ada kakak ipar aku yakin dia akan selalu baik baik saja. " Ucap Edgar dengan acuh tak acuh melangkah pergi kemobilnya . Tak butuh waktu lama mobil itu juga melaju pergi dengan cepat .

__ADS_1


" Pergi lah kerumah sakit aku akan mengurus mereka ." Habel berkata dengan dingin seperti biasa nya seakan tidak ada lagi yang bisa mencair kak es batu itu .


__ADS_2