Mysterius Girl

Mysterius Girl
Mentertawakan kebodohan Rebecca


__ADS_3

Fiona hanya bisa menggelengkan kepala miris melihat drama yang saat ini dimainkan Rebecca .Dengan sekali lirik saja sudah tahu siapa Fiona dan dia masih berpura pura .Kepala pelayan juga terlihat muram selama ini fiona memang baik terhadap mereka .Jadi dia tidak akan membiarkan ada orang luar yang mencoba menggertak nyonya dirumahnya sendiri .


" Oohh ... Bukan kah anda artis hebat bagaimana bisa tidak mengenali ku .?" Tanya Fiona dengan angkuh seperti apa yang diinginkan oleh Edgar .


" Aahh..iya aku jarang saja bertemu dengan orang orang dari kalangan kalian ." Jawab Rebecca dengan senyum palsu nya . Ada makna yang tersirat dari ucapan wanita itu .Semau orang hanya tahu jika fiona duku hanya salah satu pelayan di club milik Edgar .


" Oohh ... benarkah aku tidak menyangka jika artis hebat seperti mu tidak datang ke acara para pengusaha muda ." Sahut Fiona dengan tenang dia tidak ingin terpancing emosi .


" Iya ... tapi aku tidak melihat mu ... " Jawab Rebecca dengan sinis ." Oohh ...iya aku haus bisa kah aku mendapatkan segelas air untuk minum .?" Rebecca bertanya dengan mencibir kearah kepala pelayan .


" Paman ...bawakan anggur di gudang kesini . Aku sampai lupa tidak memberikan minuman terbaik untuk nona Rebecca Cleopatra." Perintah Fiona dengan senyum lembut . Rebecca akui wanita yang ada didepannya ini sungguh menyebalkan .


Tak tak tak ....


Suara langkah kaki dari belakang terdengar yang membuat Fiona menoleh . Dia tersenyum dengan lembut sambil duduk dengan anggun .


" Sugar....Apa kau sudah minum susu mu hari ini .?" Tanya Edgar dengan mengecup kening sang istri ." Dan ini aku bawakan buah untuk camilan mu ingat sugar .. jangan kelelahan apa lagi saat aku tidak ada disamping mu ." Lanjut Edgar sambil mengusap lembut perut buncit milik Fiona .


" Tenang .... honey aku tak apa ..aku sudah meminumnya . " Jawab Fiona dengan terkekeh lembut. Kedua nya tidak perduli dengan Rebecca yang saat ini sedang marah karena diacuhkan keduanya .


" Honey ... kami tidak melihat ada tamu disini ." Seru Fiona saat Edgar tanpa malu mulai mengecup bibir Fiona .

__ADS_1


" Eemm ... tidak masalah dia bisa pergi jika ingin .Lagi pula kakak juga tidak ada disini saat ini dia sedang pergi dengan Kakak ipar kecil ." Jawab Edgar tanpa rasa bersalah .


" Honey kenapa kau suka sekali memanggil Kakak ipar dengan Kakak ipar kecil .?" Tanya Fiona dengan cemberut .


" Kau ingin tahu ... cium dulu ." Jawab Edgar dengan senyum mesum .


" CK .... mesum .." Sahut Fiona dengan cemberut .


Melihat kemesraan yang mereka berdua tampilkan membuat Rebecca muak . Ingin rasanya Rebecca mencakar wajah mereka saat ini .


" Tuan kedua tolong ... bisa kah aku tahu dimana dia berada . Aku ...aku sangat ingin bertemu dengan nya ,mungkin itu bawaan bayi ." Ucap Rebecca dengan lirih dan mata berkaca kaca .Hal itu sontak membuat Edgar dan Fiona mendengus jengkel .


" Eemm..satu bulan dan Reygan sudah tahu ." Jawab Rebecca dengan mengusap lembut perut nya yang masih datar .


" Ppffftt ...Luar biasa ." Ucap Edgar sambil menahan tawanya .Dia merasa kasian kepada


Rebecca yang sudah ditipu sedemikan rupa oleh kakaknya .


" Aahh... maaf aku excited untuk masalah ini ." Sambung Edgar dengan senyum miris .


"Eemm ... bolehkah aku menginap disini untuk menunggu Reygan .?" Rebecca bertahta dengan memunduk sedih ." Mungkin saja dengan aku berada dikamar Reygan itu bisa membuat ku sedikit bisa mengobati rasa ini ."Lanjutannya dengan malu malu .

__ADS_1


Sedangkan di pulau terdengar gelak tawa mentertawakan kebodohan Rebecca saat ini .Siapa pun akan tahu jika reygan pernah kembali kerumah itu sejak puluhan tahun lalu .


"Biarkan dia disana ...dan berikan kamar ku kepada nya ." Ucap Reygan dengan tenang .Mata pria itu masih menatap layar komputer dengan tajam .


" Aku tidak menyangka jika dia sangat bodoh dan bodoh ." Ucap Zack yang tidak bisa berhenti tertawa melihat kebodohan Rebecca .


" Aku bisa membayangkan .... bagaimana ekspresi nya saat masuk kedalam kamar ." Seru Marvel dengan semangat .Yang mendapatkan anggukan kepala dari Zack .


" Diam lah dan lihat saja .... " Seru Reygan dingin .


" Letakan cincin yang sudah aku kirim dikamar ." Ucap Reygan dengan datar .


Kembali kepada masion Edgar pria itu hanya bisa menahan tawa . Dia juga berpikir sama dengan para saudara nya itu .


" Baiklah ... pelayan akan membersihkan kamar itu .Dan kau bisa menginap sesuka mu ." Jawab Edgar dengan malas." Nikmati lah waktu mu aku akan pergi dengan istri ku ." Lanjutannya sambil membantu fiona untuk berdiri .Mereka berdua berjalan menuju taman belakang dan meminta pelayan untuk meletakan cincin palsu itu dikamar Reygan .


Sampainya mereka ditaman Edgar tidak bisa lagi menahan tawa nya. Dia tertawa dengan keras begitu juga dengan Fiona yang sebagai duduk bersandar di tubuh Edgar .


" Apa kita akan melihat ekspresi nya setelah masuk kekamar itu .?" Fiona bertanya setelah selesai tertawa .


"Tidak aku tidak kuat untuk menahan tawa ." Jawab Edgar sambil mencium rambut fiona .

__ADS_1


__ADS_2