
Di ruangan tahanan yang cukup besar terdengar suara lirih . Juga teriakan yang menggema diseluruh penjuru . Terlihat pria paruh baya sedang telanjang merintih kesakitan .Suara semakin menjadi jadi ketiga para penjaga membawa banyak pria yang tidak sadarkan diri masuk . Dengan tidak yang lemah pria itu melihat rekan nya yang juga masuk perangkap .
" Cukup berhenti ....aahh.... " Teriakkan kembali menggema . dalam waktu kurang dari 3 jam sudah hampir puluhan orang menjamah tubuhnya.
" Cih ....kami dibayar untuk memuaskan mu . Jadi memohon lah kepada orang yang membayar kami ." Sahut salah satu dari mereka .
" Jadi kalian berdua harus menikmati pelayanan kami . Bukan hanya berteriak saja .Bukan ini sangat nikmat begini lah yang kalian rasakan setiap menjamah orang lain ." Tutur pria yang saat ini bergerak dibelakang tubuh lord tua .
" Aku akan mengingat ini ....jangan sampai kami bisa bertahan hidup . Aku akan mencincang tubuh kalian ." Ucap Asisten itu dengan geram . Dipenuhi marah dia merasa tidak terima dengan apa yang terjadi saat ini . Awalnya dia mengira jika Zergan dan Hara akan menyediakan puluhan wanita untuk membalas dendam . Tapi semua hancur sudah saat puluhan pria kekar masuk digiring salah satu anggota DK .
" Ha ha ha ha ..... itu pun jika kalian bisa . Maka kami akan menunggu itu ." Tawa mereka menggema .Tawa yang penuh dengan cemoohan yang semakin menyayat hati dan kedua pria itu .
Dari ruangan yang juga terdapat banyak pria yang baru saja di bawa . Tak lama juga semakin menggila mereka saling melepas baju . Mencari kesenangan mereka masing masing . Tidak lagi perduli entah siapa pun mereka .Yang saat ini mereka tahu hanya bisa segera menuntaskan hasrat yang semakin menggebu .
Anna wanita itu terbangun disalah satu ruangan .sebuah kamar kecil yang terpencil ruangan itu juga cukup gelap . Perasaan wanita itu bergetar ketakutan melihat sekeliling nya tidak ada siapa pun .
" Ssshh....ini dimana ...kenapa aku hanya sendiri kemana mereka semau .?" tanya Anna dengan cemas . Sayang nya wanita itu tidak mendapatkan jawaban dari siapa pun . hanya gelap yang menyapa nya saat ini .
__ADS_1
Begitu pula dengan kedua wanita yang berada diruangan sebelah mereka juga . Baru saja bangun dengan penuh tanya . Entah apa yang terjadi semalam mereka lupa .Saat bangun sudah berada diruangan gelap ini .
" Judy... apa yang terjadi dimana kita .Kenapa ruangan sangat gelap.?"Rebecca bertanya dengan pucat pasi .
"Aku juga tidak tahu ..... diam lah aku akan mencoba untuk mencari tahu . " jawab Judy dengan suara tak kalah ketakutan . Tidak mungkin Zergan akan melakukan ini . Selama ini dia terus patuh tidak mungkin pria itu akan menghukumnya diruang gelap .
" Sial..... apa yang sebaiknya terjadi hari ini .Tidak mungkin lord melakukan sesuatu." Pikir Judy dengan sedih . Dia selalu menjadi yang paling setia kepada Zergan . Entah apa yang terjadi berada diruangan gelap masih cukup beruntung untuk kedua nya saat ini .
Mereka juga tidak tahu jam berapa sekarang semua alat komunikasi telah hilang . Bahkan jam tangan yang selalu dia gunakan juga hilang .
"Tolong .... kak Zergan tolong lepaskan kami .Apa salah kami sehingga Kakak tega mengurung kami seperti ini ." Teriak Rebecca dengan keras .
" A- Apa maksud mu .... jadi saat ini kita sedang disekap ?" Tanya Rebecca dengan mata berlinang air mata .
" Iya ....jadi diam lah untuk menghemat tenaga ." Sahut Judy dengan ketus . Sungguh dia muak dengan wanita manja sayang satu ini . Jika bukan tugas yang diberikan Zergan mana mungkin dia mau melayani wanita disamping nya . Yang bodoh juga hanya tahu membuka ************ nya saja .
"Hiks ....kenapa kakak tega kepada ku .Bukankah aku adik satu satunya . Kenapa dia tega sekali .Hiks hiks ...kak .." rengek Rebecca dengan menangis .Semakin memicu amarah Judy saat ini .
__ADS_1
" Diam ..... tutup mulut mu itu.tidakkah menurut mu ini lebih baik dari pada harus berada disel tahanan . Yang penuh dengan kotoran . Meski ruangan ini gelap paling tidak masih bersih . Tidak berdebu sama sekali ." Judy dengan keras membentak Rebecca yang masih terisak .
Disalah satu kamar dilantai empat seorang pria tengah memadangi wajah wanita yang masih terlelap . Bulu mata yang panjang dan lentik itu menjadi daya tarik tersendiri . Apa lagi pipi tembem nya yang merona semakin membuat pria itu merasa gila .
"Hubby .... aku masih lelah . jangan lagi menatap ku seperti itu ." lirih Quera dengan sangat pelan . Semalaman pria itu tak berhenti menggempur tubuhnya hilang kelelahan .
" Eemm...tidur lah ..." Reygan terkekeh sambil mencium kening Quera dengan lembut .Reygan beranjak dari ranjang besar nya menuju kamar mandi . Tak butuh waktu lama pria sudah keluar dengan tubuh segar nya . Melihat Quera yang masih terlelap pria itu juga engan membangunkan nya . Sehingga hanya membiarkan saja .
Reygan menuju kamar yang ditempati putra nya . Begitu dia membuka pintu pemandangan putra nya tidur dengan polos membuat dirinya tersenyum samar .
" Kamu sudah bangun.....bos ...?" Tanya suara dari belakang nya .
" Eemm ...ada apa?" Tanya Reygan dengan datar .
" Para pria itu sudah semalam menguasai kedua nya . Apa yang akan kita lanjutkan saat ini.?" Tanya Edrick dengan muram .
" Untuk saat ini tanya kepada istri mu sudah puas apa belum ." Jawab Reygan dengan menatap jauh kedepan .
__ADS_1
" Baik ....aku tidak pergi dulu Hara juga belum bangun ." pamit Edrick sebelum memutar tubuh nya dengan malas .