
"Kau ... kenapa kau bisa berdiri disini ?" tanya salah satu dari mereka .
" Lalu aku harus berdiri dimana.?" Hara bertanya balik ." Bagaimana apa kalian telah lupa siapa aku ..?" Hara bertanya lagi dengan seringai kejam.Melihat itu mereka semua bertanya tanya siapa hara sebenernya .
" Cih ...ternyata ingatan kalian sangat pendek . Sehingga kalian lupa siapa aku . Huh ..." Hara berdecik dengan keras . Wanita itu memandang mereka penuh dengan kebencian ."kamu bawa dia kemari ..." Perintah Hara kepada penjaga.
" Baik ..." Jawab pria itu lalu membuka pintu dan menyeret pria yang memandang hara .
" Kamu hanya wanita yang akan dibuang oleh lord muda . sepertinya hal dengan para wanita yang lainnya . Jadi lepaskan saya dan saya akan memberi mu kebahagiaan ." Ucap pria itu dengan berani . Sedang akan asisten lord tua yang sadar hanya bisa mengumpat dengan keras . Melihat betapa bodohnya pria itu.
" Ooo... kebahagiaan apakah orang sekarat bisa memberi ku kebahagiaan .?" tanya Hara dengan senyum dingin.
" Kamu ..." Suara pria itu bertahan saat Hara memberi perintah kepada penjaga untuk ,membuat pria itu berlutut .Tanpa ada nya aba aba .Hara sudah lebih dulu melemparkan sebuah belati kecil . Yang dengan tepat sasaran mengenai leher pria itu .
"Upss ... untung saja itu tidak dalam .Aahh ...aku ingat kau dulu juga melakukan hal yang sama kepada ku . Yaeh meski aku saat itu masih berusia 10 tahun .Tapi ingatan ku sangat baik." Hara berkata dengan menepuk dagunya .
" Kamu kamu ...siapa kamu ..?" Pria itu bertanya dengan ketakutan .
__ADS_1
" Aku ...coba kalian bertanya kepada mereka ..." Hara berkata sambil menujuk ke salah satu sel . Yang berisi kan dua orang yang begitu mereka kenal . Siapa lagi jika bukan lord tua dan asisten nya .
" Jangan macam macam jal4ng ... cepat katakan apa mau kalian berada disini ." teriak pria itu dengan keras . Apa lagi saat ini tubuh nya begitu lemah . Akibat obat yang diberikan oleh Daniz .
" Baik lah baik lah ...aku Halmahera Grey .." Jawab Hara dengan pelan . Tapi nama itu bak terdengar seperti genderang perang .Pria itu berusaha untuk mundur tapi tubuhnya ditahan oleh anggota DK .
" Tidak mungkin kau ...sudah mati didasar jurang itu ." Gumam pria itu dengan tubuh semakin bergetar ketakutan .
" Oohh ..aku lupa . Aku Hara pembunuh bayaran yang telah membunuh banyak anak buah mu ." Hara berkata dengan melipat kaki nya . Siapa pun yang mendengar akan ketakutan . Hara nama itu adalah momok terbesar yang dicari nya selama ini . Wanita inilah juga yang telah membunuh putra nya .
" Kenapa kau marah ... begitu juga dengan aku . Saat kau memperkosa mommy ku juga setelah kau puas kau membunuh nya . Dengan cara itu lah aku membunuh putra mu ." Suara Hara terdengar sangat dingin . Juga aura yang ada ditubuhnya semakin menakutkan ." Lady ....orang ini bagian aku kau bisa mengambil lainnya ."Lanjut menatap Alexa yang berdiri dengan acuh tak acuh . Melihat pemandangan didepannya . Seakan semua itu sudah biasa .
" Emmm ... lakukan apa pun yang bisa membuat mu puas . Mereka mereka masih banyak ." Sahut Alexa dengan seringai dingin.Para tahanan langsung gemetar , mendengar pembicaraan kedua wanita itu. Belum lagi wanita yang saat ini sedang bersandar disudut ruangan .
Mereka datang bukan untuk menghibur mereka tapi untuk menyiksa . Sekujur tubuh mereka merasa membeku . Saat melihat seringai yang dikeluarkan wanita itu .
" Arrghhh....tolong ampuni aku ...bunuh aku dengan cepat ."Teriak pria yang berada didepan hara . Saat dimana hara menancap belati kecilnya disalah dada kiri nya .
__ADS_1
" CK ... lemah ." Hara berdecih licik." Kau tahu Putra mu juga merasakan hal yang dengan mu . Begitu pula dengan mommy ku .." Ucap nya dengan nada penuh dendam .
" Arrghhh .... " Pria itu hanya bisa berteriak untuk mengurangi rasa sakit nya . kali ini Hara berpindah tempat . Yaitu paha , Semau yang dilakukan hara saat ini sama persis dengan apa yang dilakukan pria itu kepada mommy . Wanita yang rela mati hanya untuk bisa menyelamatkan nya . Dari para orang biadab yang berada didepannya saat ini.
" Ce- Pat .... bunuh aku .." Suara pria itu semakin lirih .
" Bunuh itu sangat mudah .. apa ku juga mendengar permintaan mommy ku malam itu .Kalian semau merusak tubuh mommy dengan cara seperti ini. setelah kalian puas menikmati nya . Dan bajing4n kepar4t yang berada disana mereka hanya tertawa mendengar jeritan mommy ku ." Sahut Hara dipenuhi dengan hasrat membunuh yang meluap luap. .
Hara berkali kali menancapkan belati itu kepada pria itu. Dengan luka di sekujur tubuhnya. Darah mengalir dengan deras hingga lantai basah . Dipenuhi dengan genangan darah orang itu . Dengan sisa kesadaran nya pria itu menatap Hara penuh permusuhan .
" Bawa dia kembali sel ... jangan biarkan dia mati . Mati akan terlalu mudah untuk saat ini ." Hara memberi perintah kepada anggota yang berjaga. Bergegas membawa pria itu pergi .
" Sudah puas jika belum ... masih ada banyak.?" tanya Sia dengan tenang .
" Cukup untuk saat ini ..." Jawab Hara dengan nafas memburu . Sia tahu jika Hara dengan sengaja tidak menikam titik vital pria itu . Sia cukup terkejut dengan kemampuan yang dimiliki Hara . Yang bisa menyiksa musuh dengan cara seperti ini .
Disisi lain Alexa menatap salah satu tahanan yang berada disudut ruangan. Yang sudah gemetar ketakutan .
__ADS_1