
Saat Matahari semakin tinggi terdapat iring iringan mobil . Menuju markas dari mobil mobil yang berdatang sudah bisa dipastikan itu mobil dari DK . Dengan ada nya lambang kepala serigala didepan nya .
Didepan pintu sudah ada yang menanti kedatangan rombongan itu .Siapa lagi jika bukan para pria yang menanti kedatang para istri . Yang sudah mereka tinggalkan beberapa hari . Hanya untuk menyelesaikan dendam yang sudah berakar .
" Selamat datang ....." Seru Marvel menyambut sang istri yang tersenyum manis.
" Aku senang bisa melihat mu lagi papi ..." Sahut Veronica dengan suara lirih .Wanita itu memeluk suami nya dengan haru .
" Cih ...bisa tidak kalian jangan berpelukan depan kami ." Sahut Aron dengan muka masam nya . Bocah itu menatap sang ayah dengan tajam .
" CK ... kenapa kau selalu menganggu kami hah .." Marvel melebarkan mata nya saat putra nya itu semkin usil .
" Apa yang dikatakan ...Aron benar ...kalian ini jangan merusak penglihatan putra kami yang masih polos . " Masaya berteriak dengan marah .
" Ayo lah Honey .... apa kau tidak merindukan suami mu ini ." Celetuk Zack dengan suara yang terdengar memelas.
" Tidak .... jangan macam macam ." Sahut Masaya dengan menatap ganas .Zack menarik lagi tatapan manja nya . Dia bisa melihat jika saat ini istrinya dalam mode serius.
__ADS_1
" Kalian....kenapa malah kesini semua ?." Tanya Max dengan cemberut .
" Eemm....anak anak terus saja merengek .Untuk datang kesini mecari Damian ." Jawab Masaya dengan acuh tak acuh.
" Sudah jangan ribut disini ...ayo masuk ." Kelly berkata sambil menerobos masuk .
" Kenapa mereka tidak ada yang mengerti perasaan kita yang merindukan mereka ." Keluh Marvel dengan lesu .
"Nasib... sebagai suami malang ." sahut Zack dengan dramatis .Sedangkan anak anak lebih dulu masuk disusul oleh para ibu .tidak ada satu dari anak anak itu yang menanyakan keadaan para ayah . Orang pertama yang mereka cari adalah Damian .Yang saat ini sedang bersedih menjalani hukuman dari sang lady .
" Tidak .... kamu jalani saja hukuman nya . Lagi pula kedua uncle juga sama ."jawab Danzel dengan tegas.
" Eemm ...kita tidak ingin ikut dihukum seperti mu ." Sambung James dengan mata berbinar cerah .
" Ayo lah .... bantu aku kali ini saja ....." Damian memohon dengan mata berkedip . Tapi kedua nya hanya diam saja ,Dengan senagaja James mengeluarkan ponselnya. Bocah itu mulai memainkan game terbaru yang dia punya .
Damian melirik saudara dengan wajah yang sama dengan nya itu . Tapi sayangnya saudara itu pun hanya acuh dengan wajah datar nan dingin nya . Tidak perduli dengan Damian yang sedari tadi merengek meminta bantuan .
__ADS_1
" Jangan mengerutu ..... lakukan saja . Jika tidak ingin hukuman tambahan ." Suara dingin Dominic menghancurkan harapan terakhir Damian . Apa lagi dengan wajah poker milik Dominic . Membuat Damian tidak berkutik sedikit pun . Langsung menutup mulut nya tanpa berani membantah .
" Brother ..... tenang saja . Biarkan kami yang menjalankan misi . Sekarang serahkan kepada kami berdua . " Hyuga menepuk dada nya dengan semangat .
" Eemm ....Hyuga benar bos ...bos cukup memberi instruksi saja ." Sambung Aron dengan mata bulat yang berbinar polos .
" Kalian jangan bertingkah ..... jika tidak ingin mendapatkan hukuman juga ." Kenzo berkata dengan menggelengkan kepala nya .
"Ayo lah ..kak sebelum kita dikirim kesekolah umum . Disana hanya akak ada bernyanyi yang membosankan ." Ujur Aron dengan wajah memelas .
"Sebaik nya dengar akan apa yang dikatakan kak Ken .Aku juga mendapat hukuman dari papi ." Alaska berdiri dengan lesu . Bocah itu merasa tangan nya hampir putus . Harus menulis ulang hukuman nya . Sebanyak lebih 100 kertas yang cukup tebal
" Haish ..... ini tidak bisa terus bertahan jika begini ."Gerutu Damian semakin kesal.
" Kalian berdua.... jika ingin mendapatkan hukuman jangan ikutkan kami ." Suara Xander terdengar cukup rendah . Sehingga saudara nya lain bisa merasakan adanya tekanan .Dari setiap ucpannya.
" Xander ....kami tahu ...." Seru kedua bocah itu dengan lemas .Tidak ada yang akan membantu mereka lagi saat ini .
__ADS_1