
"Lalu dimana senjata lainnya .?" Hans bertanya dengan dingin .Kepada sang mertua yang saat ini masih memeluk istrinya .
" Ha ha ha ... sepertinya kau tahu banyak . Yah mereka ada didalam ." Jawab pria itu dengan senyum mengejek .
" Tua bangka meski kau mertua ku saat ini tapi aku tidak kan memaafkan mu membuat istri dan adik menangis ." sahutnya dengan sarkas .
Pria hanya terkekeh pelan saat mendengar itu . Dia hanya menganggap apa yang dilakukan oleh sang menantu demi menjaga anak anak nya .
" Paman ... selama ini hidup disini lalu ... bagaimana cara paman makam jika disini tidak ada makan .?" Edrick bertanya dengan memasang wajah penasaran .
" Bocah nakal ... sudah besar kau disini banyak makanan sudah ayo kita masuk ." Jawab Horwad dengan memutar kursi rodanya .
Dengan berbagai pertanyaan mereka hanya mengikuti kemana pria itu berjalan .Sampai lah mereka disebuah gubuk tua yang terbuat dari bambu .Dari luar gubuk itu terlihat lusuh namun juga bersih .
" Ayo masuk ... didalam kalian akan tahu jawabannya . Dan juga jika kalian ada yang bertanya soal makanan silahkan lihat sekitar ." Ucap Horwad dengan tertawa kecil .
Edrick dan yang lainnya hanya bisa saling pandang dan mereka pun berjalan ke sekitar rumah gubuk bambu .
" Ingat jangan sembarangan menyentuh tumbuhan yang ada disini ." Teriak nya lagi Setalah masuk kedalam gubuk .
Saat mendengar teriak itu mereka mengurungkan niat nya lagi ,Hanya bisa menghela nafas kasar dan mengikuti mereka masuk ke dalam gubuk .
__ADS_1
" Hah ... menjengkelkan kenapa pria itu masih seperti itu dari dulu ." ,ucap Edrick menggelengkan kepala .
" Sudah ayo masuk .... aku tidak ingin menjadi mayat kerena racun ." Sahut Zack merinding .
" Eemm..meski aku juga tahu beberapa ada yang beracun tapi aku bukan seahli mereka tentang racun ." jawab Marvel dengan menelan ludah kasar .
Sampainya mereka didalam gubuk lagi lagi terperangah melihat gubuk lusuh itu . Sungguh luar biasa gubuk kumuh itu menjadi istana saat masuk semua perabotan yang ada didalam rumah sangat mewah gak kalah dari rumah mewah mereka .
" Kenapa kalian ikut masuk ...?" Reygan bertanya saat melihat para inti ikut masuk .
" Tidak kami penasaran ada apa yang ada didalam ." Jawab Alfa dengan tenang .
" Oohh... " Hanya itu yang keluar dari mulut pria itu .
" Bukan karena takut dengan tumbuhan yang beracun yang dibilang kakek ." Sahut bocah itu dengan polosnya .
" Bocah ini ... sungguh mulut nya lebih tajam dari Daddy nya ." Pikir Alfa dengan muram.
" Sungguh tidak anak tidak bapaknya sama saja ." Batin mereka menggeleng miris .
Quera hanya bisa menggeleng miris melihat putra nya ini . Dibalik wajah nya yang imut dan polos terdapat iblis yang sangat ganas .Jika ada yang membuat nya marah atau sedih bocah itu akan menjadi iblis yang mengerikan .
__ADS_1
" Boy ... sudah jangan membuat mereka mati kutu saat ini ." Seru Reygan dengan dingin .
Putranya ini benar benar bisa membuat orang mati kutu .Setalah mendengar seruan sang Daddy Damian hanya bisa mendengus kesal saat ini .Tidak ada lagi yang bisa diganggu olehnya .Entah menurun dari siapa sifat jahil yang dimiliki Damian saat ini .
" Ha haha ..... Sungguh kau menurun kepada Lucifer itu ha ha ha ... mulut mu sangat tajam mampu membuat siapa pun bungkam ." Tawa Horwad menggema saat melihat tingkah lucu Damian .Hanya hampir mirip dengan Axton Lucifer ayah Quera .
" Aahh .. pasti mereka sangat bahagia saat ini semoga mereka bisa tenang . Lusia anak kita juga sudah menikah dengan dan punya anak kita punya cucu ." Ucap Howard dengan sendu .
" Kakek ....kami disini ." Ucap Danzel dengan menghapus air mata pria itu .
"Oohh... sayang jangan irit bicara seperti papa mu .. lebih ceria seperti Damian oke ." Jawab pria itu sambil mencibir sang menantu .Dari dulu mereka berdua tidak pernah rukun jika bersama .Sia hanya bisa menggeleng lemas jika kedua pria itu sudah ribut tidak akan ada habisnya .
" Sudah lah ..jangan ribut kita disini masih banyak urusan . Bertengkar lah lagi nanti jika urusan kita selesai ." Seru Sia dengan raut wajah muram .
" Eemm..." Kedua nya hanya mendengus kesal .
" Ayah .... sudah jangan ribut dengan Abang nanti aku buat kan makan enak ." Quera angkat bicara yang membuat Reygan ikut kesal .
" Dear ... " Ucapan Reygan sudah terputus saat Quera mengecup pipi nya tanpa berbicara lagi .
🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Hay guys ... jangan lupa like and comen yah ...
Kasih terus semangat buat nulis ....