Mysterius Girl

Mysterius Girl
Ketakutan Rebecca


__ADS_3

Rebecca berteriak dengan histeris saat tiba tiba lampu kamarnya mati . Terlihat beberapa bayangan yang melangkah pelan .Suara aneh terdengar sangat menyeramkan semakin terdengar jelas .


" Aagrrhh....tolong " Rebecca berteriak histeris .


" Tolong....Aahh....jangan mendekat...tolong ." teriak demi teriakan terdengar semakin pilu .Disudut ruangan terlihat bayangan yang menatap tajam kearahnya.


" Eehh ...hanya ini kemampuan mu . Kemana nyali mu yang untuk menjadi nyonya Romanov. " gerutu Xander dengan geram .


"Eemm ....aku ingin menghajarnya sekarang juga ." Aron terlihat merenggangkan lehernya dengan tidak sabar .


"Aku juga mau...jadi sisakan untuk ku ." Sahut Hyuga dengan suara pelan.


" Bos apa kita bisa bertindak sekarang?." Alaska bertanya dengan mata berkedip lucu .


"Hehehe .... kalian boleh bertindak jadi buat wanita ular itu setelah ini tidak lagi berani macam macam ." Jawab Damian sambil terkekeh dengan segudang rencana didalam pikirannya saat ini .


" Siap bos ..." Jawab mereka . Dominic hanya diam didalam kegelapan memperhatikan para saudara . Dari mata tajam nya bisa melihat semau yang dilakukan para saudaranya .


" Berhati hati lah jangan sampai kalian yang celaka ." Suara Dominic terdengar seperti komando yang membuat mereka menganggukkan kepala senangi jawaban .Sebelum mereka semau beraksi untuk misi malam ini .


" Khe Khe Khe ......" Suara cekikikan terdengar lagi bayangan putih kembali berterbangan . Rebecca meringkuk ketakutan ditempat tidurnya . Berteriak pun sudah tidak berguna semau pelayan dan penjaga juga tidak ada yang menolongnya .

__ADS_1


" Tolong .... ya Tuhan ...apa itu .... Aagrrhh...tidak jangan sentuh Aaahh ....tolong ." Rebecca berteriak dengan putus asa .


Saat Rebecca berteriak ketakutan para pelayan dan penjaga malah tertawa . Mereka semau mendukung penuh apa yang dilakukan oleh para tuan kecil mereka saat ini .Apa lagi mereka semau juga ingin segera tenang tanpa harus mengikuti drama yang dilakukan wanita itu.


" Butler ... apa kita tidak bisa ikut bermain dengan mereka ?." Tanya pelayan yang selama ini menjadi pelayan pribadi Fiona .


" Tidak ...tugas kita besok pagi .Jadi kita harus bersabar jangan membuat tuan kecil Damian marah . Itu tidak baik untuk kita ." Jawab Butler dengan pelan .Saat Quera berkunjung sudah mengatakan kepada nya . Dominic hanya dingin dan pendiam . Berbeda dengan Damian jika sudah marah bocah itu tidak segan segan.Dan biasanya Dominic lah yang akan mengeksekusi . Jika Damian hanya suka bermain dengan musuhnya seperti saat ini .


" Eemm ....kami tahu tapi kami juga geram dengan wanita itu yang suka bertindak sebagai nyonya rumah . Dan juga tidak sadar diri ." Ucpannya dengan geram .


" Kau benar...kami juga geram sekali dengan nya . Nyonya Fiona saja tidak pernah sombong sepertinya .Dia hanya wanita penggoda saja begitu sok dan berani memerintah kita ." Sahut salah satu pelayan dengan marah .


Selama ini mereka semua sangat menyayangi fiona .Bagaimana seperti Fiona yang juga selalu berlaku baik dengan mereka semua . Tanpa memandang status mereka yah selama ini hanya pelayan.


Sedangkan Rebecca selama ini hanya bersifat lemah lembut . Saat ada Reygan tahu pun Edgar yang kadang pulang untuk memeriksa keadaan mansion .


Dikamar Rebecca pintu yang awalnya terkunci kini terbuka lebar .Melihat itu Rebecca berlari keluar untuk mencari bantuan . Tapi sayang mansion juga terlihat sangat gelap .Hanya suara mendesis aneh yang terdengar. Juga Sura geraman tertahan dari Hunter dan juga Trigris.


" Tidak jangan ....jangan ....jangan ....." Teriak Rebecca saat bayangan putih menyeramkan semakin mendekatinya . Maju tidak bisa mundur pun tidak bisa . Mundur dibelakangnya terdapat hantu yang menyeramkan . Turun kebawah ada dua hewan yang siap menerkam siapa pun .


" Khe Khe Khe ......"

__ADS_1


"Aahh...." Rebecca berlari menuju kebawah dia sudah ketakutan saat tidak lagi mendengar suara hewan . Tapi sebelum dia bisa berlari ada sesuatu yang dengan memegang kakinya .


Terlihat sepasang mata yang bulat dengan warna putih juga warna hitam yang menghiasi pinggiran mata itu .Sungguh membuat nyali Rebecca semakin ciut .


" Agrrrhhh .....jangan sentuh tidak ....." Sebelum akhirnya Rebecca terjatuh dengan ketakutan .


" Eerrrr......Eemm Eemm......" Suara itu terdengar ditelinga Rebecca semakin menakutkan .


" Khe khe khe ....." Terdengar suara tawa yang semakin menyeramkan didekatnya .


Lolongan Hunter semkin menambah kesan seram yang tercipta . Geram Trigris semakin menakutkan .Tak lam terdengar suara langkah kaki mendekat Rebecca tersenyum saat senang sebelum menoleh .


" Aagrrrhh....." Teriakan Rebecca terakhir terdengar sebelum terjatuh dan tidak sadar kan diri .


" Yeah ....kenapa sudah pingsan sih ini juga belum selesai ." Hyuga mengerutu dengan kesal .


" CK ..CK...lemah sekali menjengkelkan ." Sambung Aron yang terlihat sangat muram .


" Hah ....lalu bagaimana ini apa yang harus kita lakukan saat ini?." Xander bertanya dengan malas . Dia belum dapat giliran tapi wanita itu sudah pingsan .


" Nyala lah kan lampunya paman ." Ucap Damian kepada salah satu penjaga yang memang bertugas untuk itu .

__ADS_1


Setelah itu lampu kembali menyala para pelayan pun mulai mendekat . Untuk melihat tapi diurungkan setelah melihat kode yang dilakukan Damian .Biang otak dari pembuat kerusuhan .


__ADS_2