
Keesokan harinya Di mansion utama keluarga Romanov terjadi keributan . Yang mana pagi pagi sekali seorang wanita muda sedang berdiri didapur menggunakan aproon untuk memasak .
Pagi ini entah mendapatkan ilham dari mana Quera wanita cantik itu malah berkutat dengan peralatan masak .
Para pelayan dan juga koki berjejer dibelakang dengan ketakutan . Mereka sedang siaga jika nyonya muda ini memerlukan bantuan atau pun jika terjadi hal yang tidak di inginkan.Karena nyawa mereka taruhannya,jika sang nyonya terluka .
Tak tak tok tok....
Bunyi pisau menggema di dapur itu . Terlihat seorang pria tampan bersandar di ujung dapur memperhatikan apa yang sedang dilakukan wanita yang sedang memasak .
Dengan gerakan tangan pria tampan itu mengusir semua pelayan dan juga koki .
" Baby... morning kiss ku mana ." Bisik Reygan sambil memeluk Quera yang masih fokus dengan daging yang akan dia masak .
Cup....
Sebuah kecupan mendarat dibibir tebal Reygan .
" Baby... belum selesaikah ... " lirih Reygan yang masih senantiasa memeluk wanita itu .
" Baby .... jangan pergi jika aku belum bangun oke. Aku mencari mu ." Lanjut Reygan dengan sendu . Quera yang melihat itu menghentikan masaknya dan menoleh pria itu .
" Aku ... tidak akan kemana mana." Bisik Quera .
__ADS_1
Entah siapa yang memulai terlebih dulu kini bibir mereka sudah saling *****4* . Tanpa menyadari jika ada beberapa pasang mata yang sedang melihat mereka .
" Ehem.... tolong ini dapur jadi pergilah kekamar .." Ucap Edgar yang ingin mengambil air minum tapi malah disugguhi pemandangan yang membuatnya panas dingin .
" CK ... sial aku juga ingin ." Batin Edgar menjerit .
Dari belakang terdengar kekehan pria lain yang membuat Edgar menoleh .
" He he he .... kalau kau ingin cari saja kekasih mu itu ." Ucap Edrick sambil menepuk pundak Edgar .
" CK ... sialan " Ucap Edgar meninggalkan mereka setelah meminum air Samapi tandas .
"Tumben ini masih pagi dan kalian sudah ada disini .." Reygan bertanya dengan santai seolah olah tidak terjadi apa pun .Sedangkan Quera hanya bisa menyembunyikan wajahnya didada bidang Reygan .
" CK ... kami juga biasanya bangun jam segini kau saja yang selalu keluar kamar telat ." Jawab Edrick sambil duduk menuang air putih .
" Baby ... biar ini diselesaikan para maid sekarang ayo kekamar untuk membersihkan diri ." Ajak Reygan . yang dibalas anggukan oleh Quera . Tanpa aba aba Reygan menggendong Quera yang membuat wanita itu langsung mengalungkan tangannya ke leher Reygan .
Edrick hanya bisa tersenyum masam melihat itu ." Sabar.... ini cobaan di pagi hari .." Batin Edrick .
" Kau sudah ada disini ... lalu dimana Big bro.." Tanya Zack yang baru datang .
" Baru kembali kekamar mungkin akan keluar dalam waktu 2 jam jika selesai .." Jawab Edrick dengan malas .
__ADS_1
" Ha ha ha ... aku yakin waktu yang sudah kau tentukan tidak akan cukup ." Sahut Zack sambil tertawa .
"Aahh.... sudah aku ingin menikmati sarapan ku jadi tolong jangan menganggu ku ." Ucap Edrick sinis .
Tak lama penghuni Masion mewah itu berkumpul di meja makan kecuali dua orang yang sedang mengerang nikmat dikamar mandi .
Seperti yang sudah diduga oleh Edrick dan Zack keduanya tidak keluar dengan cepat .
" Agrhh .. baby kau selalu membuat ku gila ." Rancau Reygan sambil mencumbu setiap inci tubuh sang istri .
" Aahh.... Axe ... kau apa tidak lelah ..." Suara Quera terdengar berat dan terputus putus .
" Tidak ... baby ini luar biasa .." Jawab Reygan yang mempercepat gerakannya sampai mendapatkan apa yang dicari .
Hampir 2 jam mereka didalam kamar mandi mereka keluar dengan Quera yang berada di gendongan Reygan.
Dengan wajah masam sedangkan Reygan menampilkan wajah yang berseri seri .
" CK ... kau membuat ku tidak bisa berjalan lagi Axe ... ini keterlaluan ." Gerutu Quera dia tidak habis pikir bagaimana bisa Reygan tidak lelah sama sekali .
" Baby ... jangan cemberut begitu ayo kita turun untuk sarapan ." Ajak Reygan .
Mereka kembali turun ke meja makan yang sudah sepi . Para maid dengan cekatan menyiapkan sarapan yang telat itu .
__ADS_1
Meraka berdua makan dengan tenang .