Nikah Paksa Dengan CEO Kejam

Nikah Paksa Dengan CEO Kejam
Perjalanan Serjio


__ADS_3

Jio sedang menatap dirinya dari pantulan cermin. Laki-laki tampan serta mapan dengan balutan jas berwarna cream dan berkacamata itu gugup karena ini adalah pertama kalinya dia akan bertemu dengan orang tua Safira.


Sebenarnya dia ingin menemui Ibu Safira sejak kepulangan mereka dari luar negeri. Namun ternyata keadaan dan pekerjaannya tidak memungkinkan Jio yang setia pada Erlan untuk mengutamakan masalah pribadi sang Bos. Untung saja belum ada buah dari percintaan mereka itu.


"Aku selalu melakukan semuanya dengan sempurna, kenapa hanya mau bertemu calon ibu mertua harus segugup ini padahal bertemu klien dan orang penting nggak pernah gugup," batin Jio menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin.


Belum lama Jio berdiri di depan cermin yang menampakkan sosok dirinya yang begitu sempurna di hadapan semua wanita, ponsel yang ada di saku celananya bergetar.


"Ini soal cinta, bukan masalah pekerjaan. Jadi jangan gugup dan tetaplah terlihat berwibawa dihadapan ibu mertua kamu juga tunjukkan bahwa kamu itu layak menjadi menantu serta tunjukkan kalau kamu bisa membahagiakan anaknya," pesan Erlan membuat Jio tertawa renyah. Bisa-bisanya Bos kejam itu memberikan kata-kata mutiara yang mengagumkan.


Erlan tahu jika Jio meminta cuti beberapa hari untuk melangsungkan pernikahan. Makanya dia mengirimkan pesan itu untuk memberikan dia semangat dan waktunya cukup tepat karena memang Jio sedang gugup. Jio tentu tidak mau menunda hari lagi setelah beberapa bulan sibuk dengan pekerjaannya sebagai asisten pribadi serta sahabat dari CEO bernama Erlangga Saputra.


Tarikan napas panjang yang Jio lakukan dan menahan napas itu beberapa detik untuk kemudian dia hembusan secara perlahan. Kedua kakinya pun melangkah pergi meninggalkan apartemen yang dia beli dari hasil jeri payahnya sendiri selama ini.


Sebuah mobil BMW berwarna hitam dan beberapa paper bag di dalamnya menjadi teman Jio untuk melaju menuju rumah wanita yang dia cintai selama beberapa tahun berlalu. Tentu saja wanita itu adalah Safira, cinta pertamanya dulu selama menjadi siswa putih abu-abu. Bukan hanya dulu, tetapi hingga detik ini.


Sebenarnya Erlan dan Diandra sudah menawarkan diri untuk menemani Jio yang akan melamar sekaligus meminta ijin untuk melangsungkan pernikahan secepatnya dengan Safira, tetapi Jio menolak karena tidak mau dianggap sebagai laki-laki pengecut untuk pergi menemui keluarga Safira.

__ADS_1


Akhirnya setelah menempuh perjalanan tiga jam lebih, Jio pun tiba di tempat tujuan. Tempat dimana sekitar rumah tersebut padat penduduk. Jio bahkan tidak bisa melanjutkan melaju mobilnya demi sampai ke rumah Safira. Dia harus memarkirkan mobil mewah itu di sebuah lahan parkir di dekat lapangan bola.


"Huft ... nggak pa-pa! Nanti kamu belikan rumah untuk ibu mertuamu biar istrimu nggak kesusahan kalau ingin bertemu dengan orang tuanya," gumam Jio memberikan semangat pada dirinya sendiri. Hatinya sudah bertekad akan menikahi dan membahagiakan wanita bernama Safira.


Setelah turun dari mobil, Jio pun mengambil beberapa paper bag kemudian dia tenteng di tangan kirinya. Tentu dia tidak lupa untuk mengambil sebuah kotak kecil berwarna abu-abu yang berisi cincin berlian sebagai tanda cinta sucinya pada Safira kemudian menggenggam kotak tersebut ditangan kanannya.


Helaan napas panjang tanda Jio siap menemui orang terpenting dalam hidupnya diiringi langkah kaki dengan tubuh tegak dan terlihat tampan juga berwibawa. Jio mengingat pesan dari Safira dan ekor matanya mencari petunjuk untuk gang masuk rumah Safira sesuai dengan isi pesan itu.


"Serjio!" suara lembut dari seorang wanita membuat langkah kaki Jio tertahan. Namun itu bukan suara Safira. Akhirnya Jio pun membalikan badan dan mencari sumber suara tersebut. "Ternyata bener, kamu!" ucap wanita itu kemudian menghampiri Jio dengan berlari dan memeluknya begitu intens bahkan jika orang melihatnya akan dianggap sepasang kekasih. "Aku kangen banget, tau!" lanjut wanita tersebut.


"Kenapa kamu disini?" tanya Jio seraya mengangkat satu alisnya karena heran.


"Aku lagi cari tanah buat saudara. Katanya mau buat buka usaha. Aku bener-bener kangen loh sama kamu. Eh bukannya kamu asisten Erlan, kenapa kamu ada di daerah sini? Setahu aku disini bukan daerah bisnisnya. Tapi tunggu ... kamu mau?"


Jio tahu apa yang ada dipikiran wanita yang tiba-tiba merubah raut wajahnya setelah melihat kedua tangan Jio yang menenteng beberapa paper bab juga kotak kecil berwarna abu-abu dengan hiasan pita merah.


"Mas! Siapa dia?" tiba-tiba Safira datang dari arah belakang karena khawatir jika Jio tersesat. Bahkan Safira tahu bagaimana intens nya wanita berparas cantik itu memeluk calon suaminya.

__ADS_1


Tentu saja Jio terkejut dan takut jika Safira akan cemburu kemudian terjadi salah faham diantara mereka. "Sayang, em kenalin ... dia Ayu. Nama lengkapnya Ayu Kartika Jaya." Jio mengenalkan dengan lancarnya.


"Lalu ... kenapa kalian sampai berpelukan? Kamu bilang cuma cinta sama aku?" Safira mulai menunjukkan sikap tidak suka pada Ayu.


"Hei, Mbak! Aku ini emang dulu deket sama dia juga sama Erlan kalau kamu mau tahu. Kita satu sekolah, tapi karena aku melanjutkan sekolah di luar negeri dan berkarir disana, jadi kami terpisah. Wajarlah pelukkan benar doang, gtu aja cemburu. Udik banget sih!"


Safira semakin tidak suka dengan gaya bicara Ayu. Matanya sedikit memicing pada Ayu yang juga sedang menatapnya sinis. Walaupun Jio sudah mengatakan akan melamarnya hari ini dan langsung menikah setelah beberapa hari kemudian, rasa takut kehilangan laki-laki yang juga dia cintai menjalar dalam dirinya. Zaman sekarang pelakor itu sangat cerdas.


"Ayu, jangan gitu! Dia calon istriku. Sayang ... maaf ya?" bujuk Jio kemudian mencium kening Safira.


"Baiklah! Aku maafin kamu, Mas! Tapi lain kali kalau ada wanita gatel mau peluk kamu, tolong menghindari. Aku nggak mau priaku disentuh wanita lain." Emosi Ayu seketika berubah total saat ungkapan wanita gatal keluar dari mulut Safira.


"Iya, Sayang. Sekali lagi maaf ya? Aku tadi kaget aja. Kita ke rumah kamu sekarang? Aku udah nggak sabar mau melamar kamu di depan Ibu kamu, Sayang. Yuk, jalan!" ajak Jio benar-benar mengabaikan Ayu yang memang sejak dulu mengejar cinta Jio juga Erlan. Namun karena orang tuanya harus pindah ke luar negeri, Ayu tidak bisa mendapatkan keduanya. Apalagi kabar Erlan sudah menikah dan punya anak, membuat Ayu kini merubah tujuannya kembali ke Indonesia.


"Sebelum janur kuning melengkung, Serjio masih bisa dimiliki siapapun," batin Ayu seraya menyunggingkan senyum jahat.


........

__ADS_1


__ADS_2