
Diandra dan Cherin benar-benar menikmati liburan mereka. Bahkan kedua wanita itu sibuk dengan urusan mereka masing-masing tanpa peduli dengan kedua pria yang tidak melepaskan pandangan mereka dari wanita pujaannya. Erlan dan Hanes hanya dibutuhkan saat Diandra dan Cherin ingin makan atau minum sesuatu saja. Kedua pria itu benar-benar melayani dengan senang hati.
"Naik sekarang yuk, Mbak?" ajak Diandra yang sudah puas menikmati pemandangan dan selfi bersama Cherin. Bahkan keduanya sempat bermain dengan burung merpati juga berkuda. Diandra sudah tidak sabar ingin menaiki rainbow slide karena mendengar teriakan-teriakan dari atas yang bisa dipastikan itu berasal dari tempat tujuan awalnya.
"Oke! Kayaknya asik juga denger teriakan yang naik rainbow slide itu," jawab Cherin cukup antusias dengan ajakan Diandra.
Diandra dan Cherin akhirnya kembali naik mengikuti arah tanda panah kemana mereka harus bermain perosotan pelangi itu. "Sayang, sini aku gendong? Kayaknya kamu cape banget?" tawar Erlan yang melihat Diandra seperti kelelahan karena cuaca mulai panas dan perjalanan menuju rainbow slide masih cukup jauh. Diandra hanya mengangguk kemudian naik ke punggung Erlan dengan senang hati.
"Sayang, kamu juga mau aku gendong, nggak?" kata Hanes yang tidak mau kalah dengan Erlan. Bukannya mendapatkan respon sama seperti Diandra yang langsung naik ke punggung, Hanes malah mendapatkan lirikan sinis.
"Nggak!" jawab Cherin yang melanjutkan langkah kakinya.
"Loh, kok nggak sih?" heran Hanes yang mengundang tawa Erlan.
"Lo salah nanya, brengsekk!" ledek Erlan. Hanes pun langsung menghentikan langkahnya untuk berpikir bagian mana yang salah dari pertanyaan. "Haha ... harusnya kalau tanya jangan diakhiri dengan kata 'nggak'! Dia tulalit banget sih!" Erlan hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali kemudian melanjutkan perjalanannya.
Hanes pun tahu bagian mana yang salah dari pertanyaannya. "Sayangku, sini aku gendong biar kakinya nggak cape!" kata Hanes seraya menghadang Cherin. Akhirnya Cherin mengangguk pelan dan Hanes langsung berbalik badan agar Cherin segera naik ke punggungnya.
Batin Hanes bersorak gembira saat Cherin menempelkan bagian dadanya pada punggung Hanes. "Empuk banget!" gumam Hanes dengan pikiran kotornya.
"Apa, Mas!" tanya Cherin memastikan pendengarnya.
"Nggak pa-pa. Nanti aku nggak ikut naik perosotan itu ya? Aku takut ketinggian soalnya," jawab Hanes mengalihkan pembicaraan dan membuang pikiran kotornya.
"Jadi buat apa kamu ikut kalau nggak mau naik? Kalau kamu nggak naik kita pulang aja sekarang dan jangan temui aku selama seminggu," sahut Cherin dengan nada ketus padahal hatinya sangat senang bisa mengerjai Hanes.
__ADS_1
"Jangan gitu dong! Iya nanti aku naik," kata Hanes pasrah.
Tiba di tempat pembelian tiket, Erlan dan Hanes membeli tiket dan membayar masing-masing. Selain tiket, kedua pria itu juga membeli es krim untuk wanitanya karena ada beberapa orang disana sedang asik makan es krim, jadi mereka juga membelinya.
Untungnya tidak banyak orang yang sedang berkunjung ke tempat wisata Floating Market Lembang itu. Selain bukan musim liburan, mereka datang di hari Senin. Jadi Cherin cukup aman karena takut ada yang mengenalinya sebagai model terkenal yang hilang kabar. Walaupun Cherin berganti gaya untuk menyamar dan memakai kacamata hitam, tetap saja jika ada heters pasti masih bisa mengenali Cherin.
"Sayang, ini es krim!" kompak Erlan dan Hanes memberikan es krim pada Diandra juga Cherin. Sambil menikmati es krimnya, Diandra dan Cherin asik berfoto karena pemandangan dari atas sana cukup memanjakan mata. Mereka pun masih harus berjalan naik beberapa meter untuk tiba di wahana pelangi dengan panjang 120m tersebut.
Selain ukurannya yang sangat panjang, Rainbow slide di Floating Market ini juga memiliki view yang bagus. Diandra dan Cherin cukup senang karena bisa sambil menikmati ke seruan bermain perosotan sambil menikmati keindahan gunung Tangkuban Perahu dan gunung Burangrang.
"Cantik banget ya, Mbak!"
"Iya, bagus banget. Kalau bukan kamu yang ngajak kesini, aku nggak mungkin loh bisa kesini." Diandra dan Cherin pun berbalas senyum. Sedangkan para laki-laki di belakang mereka sedang gugup mendengar ada dua orang yang sedang turun dari rainbow slide dengan teriakan histeris.
"Ayo, Mbak!" Diandra semakin antusias, begitu juga dengan Cherin. Mereka tidak perlu mengantri karena memang tempat itu cukup sepi.
"Empat," jawab Cherin menoleh ke belakang agar Hanes dan Erlan memberikan tiket yang mereka beli tadi. Melihat kode mata dari Cherin, Hanes segera memberikan dua tiket ditangannya diikuti oleh Erlan.
"Sayang, ak-aku ... aku nggak turun deh," kata Hanes dengan lirihnya seraya mencolek-colek lengan Cherin. Sama seperti Hanes, Erlan juga berbisik pada Diandra kalau dia tidak berani turun menaiki benda yang mirip ban mobil itu.
"Sayang, aku tunggu di bawa aja ya?" bisik Erlan yang tentu malu jika di dengar Hanes.
"Apa!" kompak Diandra dan Cherin. Keduanya pun saling menatap satu sama lain dan menyunggingkan senyum seolah tahu apa yang harus mereka lakukan. "Cepet naik duluan!" titah Diandra dan Cherin bersamaan pada Erlan dan Hanes.
Tentu saja kedua pria itu semakin gugup saat seorang penjaga menyiapkan tempat untuk mereka berdua. "Kaki tetap diatas dan pegangan ya?" kata penjaga tersebut yang akhirnya Erlan dan Hanes pasrah menaiki rainbow slide tersebut lalu meluncur ke bawah dengan teriakan yang begitu menggelar.
__ADS_1
Diandra dan Cherin malah tertawa terbahak-bahak melihat Erlan dan Hanes yang ketakutan berseluncur di perosotan pelangi itu. Sampai akhirnya mereka pun menyusul.
"Huuuaaa ...!" teriak Diandra dan Cherin kompak.
"Gilaa! Asik banget! Naik lagi yuk?" seru Cherin setelah sampai di bawah.
"Iya, Mbak! Asik banget! Kita naik sekali lagi ya, Mas!" ajak Diandra melirik Erlan yang terlihat masih mengatur napas.
"Eh, nggak! Aku nggak mau!" jawab Erlan benar-benar takut untuk meluncur lagi. Cherin kini melirik pada Hanes dan Hanes salah tingkah.
"Hehe ... aku juga kapok, Sayang," kata Hanes sambil cengengesan.
"Ah, kalian nggak asik!" kompak Diandra dan Cherin yang kemudian beranjak pergi meninggalkan kedua laki-laki yang masih mengatur napas itu.
"Sayang!" teriak Erlan dan Hanes bersamaan.
"Kalian ini pria dewasa. Naik begitu aja takut, apalagi naik roller coaster?" bentak Cherin membuat Erlan dan Hanes menggaruk kepala yang tak gatal.
"Udah ah, kita pulang aja!" ucap Diandra masih bernada kesal.
Akhirnya mereka pun pulang tanpa merespon apa-apa yang dikatakan Erlan maupun Hanes disepanjang perjalanan pulang.
Keakraban itu terus berlanjut, bahkan Diandra merasa mempunyai seorang sahabat yang terus menghiburnya. Cherin sendiri baru kali ini juga mempunyai seorang yang benar-benar bisa membuatnya tertawa bahagia.
........
__ADS_1
...Hari Senin nih, tinggalin vote nya dong 😬...