Nikah Paksa Dengan CEO Kejam

Nikah Paksa Dengan CEO Kejam
Cherin dan Hanes 2


__ADS_3

Kepergian Hanes tidak membuat Cherin berdiam diri begitu saja. Rasa bosan mulai muncul karena dia hanya sendiri di kamar besar itu. Cherin beranjak dari tempat tidurnya kemudian membuka lemari pendingin. Benar saja, isinya begitu lengkap dan Cherin mengambil satu buah apel kemudian duduk di sebuah sofa single dan menyalakan televisi.


Beberapa minggu lalu, berita gosip masih mencari keberadaannya. Namun kali ini tidak demikian. Chanel televisi ikan terbang itu memberitakan bahwa Cherin sedang masuk rumah sakit dengan kondisi perut besar. Disana juga dijelaskan bahwa Cherin adalah simpanan seorang pengusaha yang mana pria itu telah beristri.


Walaupun berita itu tidak benar-benar menunjukkan bahwa Cherin berhubungan dengan Erlan atau Hanes, tetapi Cherin kesal kenapa chanel gosip itu sangat antusias dengan kehidupannya. Cherin ingin sekali melempar remote tv yang dia pegang ke layar tv tersebut. Namun otaknya masih bekerja dengan baik.


"Siall! Ternyata dunia entertainment itu sangat kejam. Bisa-bisanya aku ketahuan padahal udah ditutup rapat."


Malas mendengarkan gosip itu, segera Cherin mematikan televisi itu. Cherin pun meraih ponselnya dan banyak sekali notice yang menanyakan juga memberitakan akan Cherin yang hamil dan menjadi simpanan.


'Model Ternama CP Telah Hamil Besar. Anak Siapakah?'


'CP Dikabarkan Menjadi Simpanan Seorang Pengusaha Ternama Dan Sedang Hamil'


'Seorang Model Populer CP Dikabarkan Menggugurkan Kandungannya'


Masih banyak lagi berita yang berhasil membuat Cherin kesal. "Siall! Kenapa Erlan nggak bisa menahan berita ini? Memang beritanya benar, tapi aku risih. Sebaiknya aku nggak kembali lagi ke dunia itu. Aku pergi saja dari negara ini." Cherin pun kembali fokus dengan benda pipih nya dan hendak memesan tiket pesawat. Namun sayangnya beberapa dokumen penting ada di rumah pemberian Erlan. "Mungkin besok saja aku pergi sebelum Hanes datang," batin Cherin kemudian membuang apel yang baru dia gigit dan pergi tidur.


...***...

__ADS_1


Pagi harinya, ternyata Cherin tidur begitu nyenyak hingga dia bangun kesiangan. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Hanes sudah duduk manis di sisi tempat tidur dengan senyuman yang penuh arti. "Selamat pagi, Sayang!" sapa Hanes kemudian mencium kening Cherin. "Aku bawa bubur buat kamu sarapan, mau makan sekarang?" tanya Hanes dengan lembutnya.


"Apa anda tidak punya pekerjaan, Tuan? Sepagi ini anda sudah datang kemari?" tanya Cherin balik dan beranjak dari tempat tidurnya kemudian masuk ke dalam kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari Hanes. Cherin menggosok gigi dan mencuci wajahnya. "Sialann! Apa dia benar-benar serius dengan ucapannya? Nggak! Aku harus tetap pada rencana sebelumnya. Aku nggak mau tinggal di negara jahat ini," batin Cherin menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin.


Lamunan Cherin buyar karena suara ketukan pintu dari luar. Tentu saja itu Hanes yang khawatir karena Cherin terlalu lama di dalam kamar mandi. Akhirnya dengan terpaksa Cherin keluar dari kamar mandi dan langsung mendapatkan pelukan dari Hanes. "Kenapa lama sekali?" tanya Hanes seraya mengusap punggung Cherin.


"Tuan, sebaiknya Tuan pergi dari sini karena saya mau benar-benar fokus istirahat. Tubuh saya masih lemah," jawab Cherin memaksa mendorong Hanes agar melepaskan pelukannya.


Hanes pun mengalah dan melepaskan pelukan cinta kasihnya kemudian menatap Cherin. Sebenarnya Hanes cukup gemas dengan wanita di hadapannya. Segera Hanes membopong Cherin dan menindihnya di atas tempat tidur.


"Benarkah kamu masih lemah? Kalau begitu ... kenapa kamu mau kabur, hm? Kamu mau melarikan diri?" tanya Hanes terdengar menyeramkan bagi Cherin. "Kamu pikir kamu bisa lari dariku? Aku bilang kamu harus menikah denganku dan kembali hamil. Apa kamu nggak mau punya suami sepertiku? Aku cukup kaya dan nggak kalah dari Erlangga. Aku juga masih kuat menggaulimu," lanjut Hanes membuat Cherin semakin gemetar.


"Tu-Tuan ... sa-sa-saya ...." Cherin benar-benar gugup.


"Apa dia seorang psikopat?" batin Cherin cukup heran dan takut dengan perubahan sikap Hanes itu.


"Hm, bagus. Kalau begini kamu nggak akan lemah lagi karena bubur ini udah aku campur dengan obat yang akan buat kamu semakin sehat," ucap Hanes berhasil membuat Cherin tersedak karena terkejut.


"Uhuk!" Cherin ingin sekali memuntahkan bubur yang hampir habis dia makan karena Hanes menguapi dengan cepat.

__ADS_1


"Duh! Pelan-pelan dong!" Hanes segera memberikan jus jeruk hangat untuk Cherin. Tanpa pikir panjang, Cherin menenggak minuman yang diberikan Hanes hingga habis. "Bagus! Wanita penurut!" ucap Hanes seraya mengusap ujung kepala Cherin.


"Obat apa yang anda maksud, Tuan?" tanya Cherin beradu mata dengan Hanes. Bukannya menjawab, Hanes malah tersenyum seraya membuka jas dan mengendorkan dasinya. "Ja-jadi ... maksudnya obat perangsangg?" Cherin semakin gugup. Namun dia benar-benar merasakan hawa aneh dalam tubuhnya.


Hanes masih tidak angkat bicara dan senyum itu belum memudar. Hanya saja senyum hangat itu berubah menjadi senyum yang menyeramkan bagi Cherin. Ketakutan pun kian melanda saat Hanes melepaskan dasi dan kemeja putihnya lalu membuang benda itu dengan kasar. Cherin segera mundur bahkan hingga menabrak dinding.


"Sayang ... jangan takut! Aku hanya akan menanamkan kembali benihku. Aku telah dibodohi wanita yang selalu aku penuhi kemauannya. Aku juga telah kehilangan anak laki-laki yang selama ini aku idam-idamkan. Jadi ... ayo kita buat anak yang banyak supaya hatiku yang terluka ini bisa sembuh."


Hanes sudah melepaskan semua pakaiannya. Bahkan Cherin bisa melihat dengan jelas benda pusaka yang telah berdiri dengan tegaknya. Beberapa kali Cherin menggelengkan kepala, tetapi isyarat itu tidak membuat Hanes mengurungkan niat untuk menuntaskan hasratnya.


"Sayang ... aku rindu mulutmu. Kamu harus memanjakan pusakaku ini," ucap Hanes yang sudah berdiri di atas tempat tidur dengan menghadiahkan Cherin miliknya yang sangat ingin masuk ke dalam mulut Cherin.


Akal sehat yang mulai hilang membuat Cherin meraih kenikmatan yang ada dihadapannya. Tanpa perintah dari pemilik benda itu, Cherin segera memasukkan benda dengan kepala jamur itu masuk ke dalam mulut dan menjilati benda tersebut dengan penuh kenikmatan.


"Oh ... ya! Begitu nikmat, Sayang! Nikmat sekali ... ahh!" Lolong Hanes merasakan awal kenikmatan yang luar biasa. Cherin semakin antusias karena pengaruh obat itu sudah membuatnya lupa diri. Cherin semakin liar menjilat dan menghisap milik Hanes hingga Hanes terus menerus mendesahh kenikmatan.


Cukup lama permainan Cherin hingga Hanes benar-benar tidak tahan dan langsung menjamah tubuh Cherin dengan penuh napsu. Kedua lawan jenis itu telah dipengaruhi obat yang akan membuat mereka berdua berkali-kali mencapai puncak kenikmatan.


........

__ADS_1


Kok serem ya Tuan Hanes? Ada yang mikir kalau dia baik?


Tinggalkan komentarnya dan terima kasih banyak yang udah capek-capek tinggalin bintang 5 πŸ₯ΊπŸ€§ πŸ™


__ADS_2