
Sang waktu terus berjalan tanpa ada yang bisa menghentikannya, siang terik kini telah bergulir menuju malam. Sang Surya dengan enggan menuju ke peraduan dimana rembulan menggantikannya mengintip malu-malu di balik awan.
Setelah selesai sholat isya Lola memeriksa tugas kuliahnya, duduk manis di atas ranjang dengan laptop di depannya dalam balutan celana legging hitam di padu kaos v-neck warna hitam polos serasi sekali membentuk tubuhnya yang proporsional membuat kecantikan alaminya terlihat jelas. Terlebih lagi dengan gelungan sanggul yang dijepit oleh sebuah pensil alis.
"Astaghfirullah! Kenapa gak ada satupun yang gue paham tentang materi ini. Hihhh ini otak dulu gak pernah di kasih mama minyak ikan apa ya Ampe belet gini kalo buat ngitung angka." ujar Lola mulai keluar gabutnya.
Lola menghempaskan tubuhnya terlentang di kasur dengan posisi kakinya menyilang, lalu jari jemarinya meraba setiap jengkal kasur untuk mencari benda pipih kesukaannya yaitu handphone miliknya.
"Mending gua buka chat-an ah." gumam Lola mulai membuka whatsapp-nya.
saat manik matanya menemukan kontak Daren ada tulisan terakhir dibaca satu setengah bulan yang lalu, Lola menelan ludahnya. Sesaat jari telunjuk Lola mengusap foto profil dimana wajah Daren dengan ekspresi lucu terpampang.
Sebelum kedua sudut matanya berembun, jempol Lola men-scroll ke atas melihat nomor kontak lain atau grup WA miliknya, agar dia tidak larut kembali dalam kesedihannya.
๐Ucup pacar Anggi : Ngapain Lo!
^^^๐ผPanda Imut : bikin Bagan .^^^
๐ Ucup pacar Anggi:
Bagan apaan? Bagan siapi-api?๐คฃ๐คฃ
^^^๐ผPanda Imut:^^^
^^^Ego Lo! Minum obat sn! sarap Lo kumat ๐ข๏ธ๐ญ๐คฃ^^^
๐Ucup pacar Anggi:
Blom bli gk ad cuan w๐ข
^^^๐ผ ImutPanda:^^^
^^^mau gk w ksh tau cra dpt cuan gmpang?^^^
๐Ucup pacar Anggi:
Gmana?
^^^๐ผPanda Imut;^^^
^^^cma mdal mangkok plastik Cok๐ญ^^^
๐ Ucup pacar Anggi:
rius Lo ๐? trus mangkok itu buat ap? ngepet ya๐ค
^^^๐ผpanda Imut:^^^
^^^dih gk zaman kle pkai cra kek gtu ๐, ni mh lbh ekstrem cok๐^^^
๐ Ucup pacar Anggi:
extrem๐ฑ๐ฑ๐ฑ
__ADS_1
mau mau mau....
^^^๐ผPanda Imut:^^^
^^^w jmin Lo bkal nagih ๐คญ^^^
๐ Angga pacar Anggi:
Kuy, tii. w cba skrg jg
"Yes, dapat mangsa malam ini xixixi." tawa Lola renyah memenuhi kamarnya.
Jika Lola mulai tertawa ngakak dia paling sulit untuk menahannya berhenti.
"Xixixi, untung aja ini japri kalau VN bakal gagal nih prank gue ke Ucup." gumam Lola girang sambil tangannya beberapa kali menepuk kasur.
๐ Ucup pacar Anggi:
Woiiiii Ndol lma bet dah, sampai karatan gue nunggu lu. Lo lgi pup ya๐๐.
"Wkwkkk, dasar ogeb si Ucup gak sabaran bet dah dia. Ahh, tunggu dulu bentaran biar dia guling-guling nunggu yang gue kirim xixixi." Lola cekikikan sambil memegang perutnya.
๐ Ucup pacar Anggi:
๐๐ NDOLL๐ข๐ข๐ข
๐ผPanda Imut
๐ Ucup pacar Anggi:
.Njirrrr bego Looo๐ช๐ช๐ช๐ก๐ก
๐ผ Panda Imut
๐ Angga pacar Anggi:
๐ค๐ค๐ค๐ค๐ก๐ก๐ก๐ก๐ช๐ช๐ช๐ช๐ช
^^^๐ผPanda Imut.^^^
^^^bye Cup Cup ๐^^^
^^^Jan lupa siko bagi duo ya ๐ญ๐ญ๐คฃ๐คฃ^^^
"Hahahaha! Bahagianya gue hahaha. Puass!" teriak Lola sambil jingkrak jingkrak di atas kasur dan joget-joget.
***
Daren terlihat bingung dengan wajah serius menatap langit-langit kamarnya sambil tangan kananya menopang dagu.
__ADS_1
"LOLA?" ucap Daren sedang mengingat nama itu.
"Kenapa tuh cewek tadi kasar banget ma gue, dia jelas punya dendem kesumat ma gue. Apa karena orang yang bernama Lola? Siapa Lola? Aagggrrr!" semakin Daren mengingat masa lalunya semakin terasa berat kepalanya.
Daren merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil memejamkan matanya, belum ada 5 detik dia terpejam Daren melihat sebuah tempat di mana dia duduk bersama seorang gadis berhijab di tepi sebuah pantai di atas bebatuan dengan perasaan bahagia penuh cinta.
"La." ucap Daren tiba-tiba memanggil nama belakang si cewek dengan mata langsung terbuka.
"Wajahnya nggak kelihatan tapi gue merasa banget gue sangat mencintai dia. Apa dia Lola? Dan siapa Lola? Gue harus cari tau Lola itu siapa dan apa La itu dia yang punya tawa renyah bikin jantung gue berdebar kencang?" 1001 tanya hinggap di kepala dari mengacak-acak perasaannya hingga menimbulkan rasa penasaran luar biasa.
"Tempat itu pantai tapi di mana pantai itu, gue yakin dia pasti cewek yang paling gue cintai." gumam Daren sambil terus berpikir keras.
"Haiisstt! Mending gue keluar cari angin!" seru Daren sambil mengacak-ngacak rambutnya.
Daren langsung menyambar kunci motor trailnya tanpa menggunakan jaket. Motor trailnya melaju membelah kota Tangerang menuju tempat yang tak pasti, entah sampai di mana dia berhenti.
Sementara Lola yang sedari tadi tak bisa mengerjakan satu soal pun tugas akuntansinya dibikin bingung kepayahan, beberapa kali dia mengeluh dan kadang terlihat jengkel karena otaknya yang tidak bisa berpikir mencerna tugas akuntansi yang ada di layar laptopnya.
"Huuhhh! Nih lama-lama botak kepala gue cuma ngitung angka. Belum juga kerja beneran aja dah bikin stress, apalagi kalau gue kerja di kantor bagian ngitung duit orang tapi cuma angka-angka yang ada gantung diri gue di bawah pohon toge. Aagggrrr!" teriak Lola kesal sambil menjitak kepalanya beberapa kali.
"Dah lah bomat, mending gue cari mixue lah daripada stress mikirin tugas. ntar kalau kepala di udah dingin mending gue cari contekan sama si Ucup. YESS BABY!" monolog Lola beranjak dari duduknya di atas ranjang untuk bersiap diri pergi keluar.
Tak kurang dari seperempat jam Lola mengendarai motornya, sampailah dia di sebuah cafe es krim yang cukup terkenal tak jauh dari rumahnya. Begitu selesai memarkir motor matic kesayangannya Lola yang berpenampilan cuek dan tanpa riasan hanya menggunakan hoodie untuk menutup kepalanya berjalan santai memasuki cafe.
Sementara tak lama selang Lola memasuki cafe tanpa motor trail Daren juga memasuki area parkir cafe es krim terkenal.
Walaupun waktu sudah menunjukkan hampir pukul 9 malam, tapi suasana cafe masih terlihat cukup ramai dengan banyaknya beberapa orang yang mengantri di depan kasir.
Lola mengantri sambil main tik tok di hpnya yang di hubungkan dengan handset tanpa kabel untuk menghilangkan kejenuhannya mengantri, saking asyiknya dia sampai tidak menyadari kalau posisinya sekarang sudah berada di depan kasir dengan pandangan tetap fokus pada layar hp-nya.
"Pesan apa mbak?" tanya kasir pria yang sedang melayani pengunjung.
Lola diam tak menyahut karena pendengarannya yang tertutup headset.
"Mbak, mau pesan apa tuh kata kasirnya?" tanya Daren di telinga Lola yang tertutup penutup kepala Hoodie.
Lola tetap asik dengan benda pipih di tangannya, membuat Daren menepuk pundaknya pelan, hingga membuat Lola menoleh ke belakang.
"By?" tak percaya rasanya Lola kalau orang yang menepuk pundaknya adalah Daren.
Daren tampak heran dengan panggilan by yang baru saja di dengarnya keluar dari mulut Lola.
"By? Siapa by?" tanya Daren bingung.
"Haloo Mbak, maaf antri ya. mbaknya mau pesan apa?" tanya kasir mulai tak sabar.
Lola langsung kembali menoleh ke depan dengan gugup dia menjawab pesannya asal.
"Lemon Jasmine Tea satu." pesan Lola sambil mengulurkan uang 20 ribuan.
Begitu selesai dilayani Lola tak meninggal cafe tapi dia memperlambat langkahnya sambil matanya sesekali mencuri pandang kearah Daren yang sedang dilayani oleh kasir.
"Gue harus ngomong malam ini."
__ADS_1
to be continued