
Matahari bersinar sangat terik saat Lola menengadahkan wajahnya ke atas sambil memicingkan mata dan menutup pandangannya dengan telapak tangan kirinya yang dia letakkan di kening.
"Masya Allah panas banget." ucap Lola sambil menunduk dan berjalan pincang menuju gerbang sekolah.
"Babe numpang duduk ya," ucap Lola dengan nada lemah.
"Iyeeee," balas Abidin menengok ke arah Lola sebentar lalu meneruskan aktivitasnya mencabuti rumput di sekitar halaman Pos jaga gerbang sekolah.
"Lu mau pulang bareng siapa Neng?" tanya Abidin sambil mengerutkan dahi memandang kearah Lola.
"Nggak tahu be, ntar lihat aja nanti siapa yang berbaik hati mau nganterin Lola sampai rumah hehe," Lola menjawab dengan cengengesan.
Abidin menghentikan aktivitasnya mencabut rumput dia menepuk-nepuk Kedua telapak tangannya untuk membersihkan tanah yang menempel di telapak tangannya lalu Abadin berjalan mendekat ke arah Lola dan duduk di sampingnya.
"Lola nakku, babe mau pesen sama lu. Lu tau maksud dari kalimat Lebih cepat itu fatal, lebih lambat itu aman?" tanya Abidin sambil menoleh dan menatap kearah Lola serius.
Lola menatap Abidin sambil mengangguk.
"Lu tuh anak cewek, jadi usahain Kalau naik kendaraan harus hati-hati dan jangan jatuh supaya nggak ada bekas luka di tubuh lu nakku. Sayang kan anak babe yang cantik ntar banyak Korengnya," pesan Abidin sambil menatap hangat ke arah Lola.
"Makasih Be, Lola janji bakal hati-hati kalau berkendara." saut Lola terharu dengan perhatian Abidin yang tulus kepadanya.
"Babe memang bukan orang tua kandung lo nakku, tapi rasa sayang babe sama lo benar-benar rasa sayang tulusnya seorang ayah sama anaknya ingat itu." kembali Abidin menyampaikan kekhawatirannya terhadap .Lola.
"Utututu hiks, terharu be," ucap Lola terharu sambil bercanda.
TIN
Suara klakson motor Daren mengagetkan Lola dan Abidin.
"Bujukbune! Dasar anak agak sopan loh udah tahu ada aki-aki bikin jantungan aja lu duren!" omel Abidin sambil mendelik ke arah Daren.
"Sorry bah, sengaja nih tangan mencet klakson buat cari perhatian si ayang," saut Daren menoleh kearah Lola sambil mengerlingkan mata kirinya.
__ADS_1
"Naik beb, apa perlu gue gendong?" kata Daren menggoda Lola membuat mata Lola melotot ke arahnya.
Lola beranjak dari duduknya untuk naik motor pulang bersama Daren, saat hendak naik boncengan pandangan mata Lola beradu dengan mata Juwi yang menatap tajam ke arahnya duduk di atas motor Lola.
Lola mengurungkan niatnya pulang bersama Daren.
"Eb, gue pulang sama Juwi." bisik Lola di telinga Daren sebelum pergi.
"Hmmm." saut Daren terdengar kecewa.
"Tunggu Yank," pinta Daren menahan Lola.
"Apa?" tanya Lola menoleh ke arah Daren.
"Yank, lu tau apa yang gue inginkan?"
"Apa?" tanya Lola dengan mata membulat.
Wajah Lola seketika merona dan buru-buru memalingkan wajahnya menghindari tatapan Daren.
"Wait, liat wajah gue dulu yank." pinta Daren lebih mendekatkan wajahnya pada Lola.
Lola kembali menengok ke arah Daren dengan tatapan lurus menatap manik matanya.
"Yank, kok ada tomat di pipi lo, boleh di makan gak hehehe." canda Daren sambil terkekeh.
"Dih oleng lu." saut Lola mencibir sambil berlalu meninggalkan Daren menuju motor Juwi.
"Wi, hati-hati bawa motor. Ingat lu lagi boncengin Bidadari gue jadi jangan sampai dia Luka atau jatuh apalagi jatuh ke pangkuan cowok lain" pesan Daren dengan wajah serius.
"Sawit lu lama-lama makin jelas calon pasien sumber waras," saut Juwi sambil meletakkan telunjuk kanannya di jidat dengan posisi miring.
Lola mencubit pinggang Juwi.
__ADS_1
"Aaaww! Apaan sih Mut main cubit aja. sakit tahu!" ujar Juwi cemberut.
"Dah buruan jalan Cumi, ngapain lo ngeladenin Sueb." ajak Lola menepuk pundak Juwi.
"Papayo Sueb gilakk hahaha!" seru Juwi melesat pergi mengendarai motor Lola sambil tertawa.
Lola masih sempat menengok ke belakang sambil melambaikan tangan lalu memberikan tanda love dengan kedua jempol dan jari telunjuknya sambil tersenyum ke arah Daren.
"LOPE YOU LOLA ANGGRAINI MUACHHHH!" teriak Daren melengking membuat hampir semua siswa-siswi yang sedang keluar di pintu gerbang dan halaman menoleh ke arahnya dengan berbagai ekspresi.
Angga yang berdiri mematung di belakang Daren menatap masam melihat keuwuan Daren kepada orang yang dicintainya yaitu Lola.
"Gue yakin Ndol akan ada waktu untuk gue kembali ada di samping lo." batin Angga.
"Karena buat gue ngelepasin lo adalah hal tersulit walaupun lu sekarang udah bahagia di samping cowok yang lu cintai dan mencintai lo" bisik Angga nyaris tak terdengar.
"Sabar bro, jalan hidup kita masih panjang jangan berfokus pada satu orang. Mungkin Lola bukan jodoh lu tapi gue yakin dengan tampang dan otak lu gak susah buat lo dapetin cewek cantik sesuai mau lo," kata Juki yang sudah berdiri di samping Angga sambil merangkul pundaknya..
Angga menepis tangan Juki di pundak dan berjalan menuju motornya.
Angin semilir seperti oase di tengah panasnya udara Kota Tangerang ada hati yang berbunga Cinta yaitu hati Darren dan juga Lola. Ada hati juga yang terluka berbalut dengan penyesalan yaitu hati Angga.
Apa yang dikatakan Juki benar, jalan masih terbentang panjang di depan ketiganya dan juga sahabat-sahabat Lola. Akankah jalan itu itu mulus sampai ke pelaminan untuk Lola dan Daren atau malah sebaliknya penuh onak dan Duri.
Apakah Angga akan menemukan cinta lain selain cinta monyetnya?.
Untuk mengetahui semua nantikan kelanjutan cerita OFF BUCIN 2
Terima kasih author receh ucapkan untuk semua pembaca OFF BUCIN yang sangat Setia selama ini. Terima kasih juga untuk semua dukungan komentarnya dan semoga cerita ini benar-benar bisa menghibur untuk semua pembaca terutama yang menyukai kisah novel remaja komedi.
JANGAN LUPA BACA OFF BUCIN 2 I LOVE YOU BEB "
KLIK PP AUTHOR 🙏🙏
__ADS_1