Off Bucin

Off Bucin
LDR Yank


__ADS_3

Bertemu dan mengenal banyak teman, sahabat, hingga guru yang inspiratif serta berjasa, menjadikan masa sekolah begitu tak terlupakan apalagi masa-masa SMA benar-benar penuh kenangan yang tak pernah akan terlupakan..


Perasaan sedih dirasakan jika bicara tentang perpisahan. Namun, jangan sampai adanya perpisahan membuat kita bersedih terus-menerus. Toh pada akhirnya kita harus segera bangkit dari kesedihan tersebut.


Perpisahan memang tak bisa dihindari dalam perjalanan hidup. Berpisah dengan sahabat dan juga teman-teman yang kita sayangi yang hampir setiap hari bertemu baik di sekolah ataupun di luar sekolah.


Saat ini seluruh siswa-siswi kelas 12 SMU Kusuma bangsa mengenakan seragam batik bebas untuk menunggu hasil pengumuman dari kepala sekolah di lapangan tengah.


"Haiisstt! Lama amat sih nih nunggu hasil ujian, mana panas lagi. Tega bener kepsek kita ngejemur kita kek ikan asin buat ngasih kenangan terindah sekaligus terhot buat kita anak kelas 12 yang mau lulus." gerutu Juwi mulai kegerahan.


"Betul bestie, kalau bikin kenangan yang indah udah pasti banyak dan ketimbun sama kenangan-kenangan indah lainnya. Tapi kalau kayak gini, kan nggak bakal dilupain bestie xixixi." saut Lola.


di bawah terik matahari yang sudah mulai panas pak Sahri selaku kepala sekolah berjalan menuju mimbar yang tersedia di depan didampingi oleh wakil kepala sekolah pak Sobri, mereka berdua mengenakan seragam batik.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi anak-anakku semua. Alhamdulillah pada pagi ini kita sudah mendapatkan hasil ujian kelulusan kalian. Dan hal paling membanggakan adalah bahwa sekolah kita tahun ini lulus 100% dengan nilai rata-rata diatas KKM" kata pak Sahri.


Suasana sekolah pun langsung disambut riuh gembira oleh siswa ketika kepala sekolah menyatakan seluruh siswa peserta UN lulus dengan nilai rata-rata terbaik.


"Alhamdulillah!!" serempak banyak yang menyeru mengucap syukur.


Bahkan tak sedikit anak yang langsung sujud syukur atas kelulusan mereka, begitu juga yang dilakukan Lola Juwi Palupi dan juga Daren.


"Selamat ya Lomut, selamat menempuh hidup baru bestie." seru Juwi sambil memeluk Lola dan berjingkrak-jingkrak.


"Astaghfirullah kapan gue merried cumi," Lola mencubit lengan Juwi.


"Aaauu! Sakit Lomut. Emang lu gak mau apa merried?" seru Juwi di antara hiruk pikuk teriakan para murid yang sedang bersorak-sorai karena uforia kelulusan.


"Selamat ya, selamat ya selamat ya."mereka saling mengucapkan selamat satu sama lain dengan berpelukan sambil loncat-loncat.


Seketika lapangan tengah SMU Kusuma bangsa riuh redam dengan jeritan dan juga linangan air mata Karena kebahagiaan di sana-sini termasuk para guru-guru yang turut berbahagia.


"Sueek emang pak Sahri, nyuruh kita datang pas acara kelulusan pakai baju batik auto gimana caranya kita mau corat-coret?" geram Raffi tampak kecewa raut mukanya karena baju batik warna hitam yang dia pakai nggak akan ngaruh apabila dicoret-coret.


"Lah rapika, Lo mah gak kreatif. lihat nih gue." Dengan bangganya Juki membuka baju batiknya memamerkan kaos olahraga milik SMU Kusuma bangsa dibalik baju batiknya.


"Aseemmm! Napa gue gak kepikiran ampe sana?" sesal sekaligus kesal Raffi.


"Sokorrrr! Makanya jadi orang baca wa grup cok jangan Mabar mulu lo!!" teriak serempak beberapa siswa yang juga mulai membuka baju batiknya.

__ADS_1


"Dah, gak usah lu ngiri Pi, lo tinggal lepas aja baju lu terus coret-coret tuh kulit badan lo sama aja kan ntar jadi batik juga hahaha." celetuk Lola terbahak.


"Gaje Lo bar, kenapa bukan Lo aja yang buka baju biar jadi tontonan menarik kita-kita di hari kelulusan." saut Raffi mulai sewot dan terpancing emosinya.


"Ogah emang gue cewek apaan?" balas Lola sambil melengos.


"Lu kan cewek jadi- jadian bar hahaha." ledek Raffi makin menjadi.


"Daripada Lo cowok peak yang kerjanya ghosting cewek wleh," saut Lola tak mau kalah sambil menjulurkan lidahnya ke arah Rafi.


"Ogeb Lo! Mana buktinya kalau gue suka ghosting cewek Bar?" tanya Raffi tak terima.


"Nih, korban Lo." dengan enteng Lola merangkul Juwi.


Juwi melotot ke arah Lola dan mencubit perutnya.


"Apaan sih Mut, gaje lu." dengus Juwi kesal lalu menepis tangan Lola dipundaknya dan pergi meninggalkan mereka.


"Cieee yang cinta diam-diam ngambek." ledek Lola.


"Peak Lo bar, temen sendiri Lo bully." kritik Raffi terlihat kesal.


"Gue bukan bully.Pika, tapi gue menyampaikan isi hati Juwi. Lu sendiri sebagai cowok ngapain selama ini lu sering ngechat dia ampe pagi tapi lo nggak pernah kasih kepastian lu anggap Juwi apa? TTM? Bestie an? Pacar selingan? Apa cuma tempat Lo ngilangin gabut hah? Terus pas udah sayang dan Lo bosan Lo acuhin dia?" Lola mencecar Raffi membuat Raffi seketika memerah wajahnya karena kesal dan juga malu.


"Eh, denger ya cowok peak! kalau lu nggak mau dikatain tukang PHP dan tukang gosing, sekarang tunjukin perasaan lo yang sesungguhnya pada sahabat gue jangan terus lu permainkan dan lo gantung kayak jemuran nggak kering-kering kena hujan." tantang Lola sambil berkacak pinggang hingga terlihat dadanya membusung.


Angga yang sedari tadi memperhatikan lola tampak mengulum senyum terlebih saat melihat bagian depan tubuh Lola.


"Anjirrr Napa cendol makin cantik dan tambah seksi aja kalo lagi marah." batin Angga, matanya nakal menatap bagian depan tubuh Lola.


"Lo tuh ya!" geram Raffi melotot ke arah Lola.


"Apa? Kalau lo nggak mau gue katain seperti itu. Sekarang lo susul Juwi, katakan apa mau sesungguhnya sama dia." tantang Lola sambil mengangkat alisnya.


"Ada apa Yank?" Daren tiba-tiba sudah berdiri di belakang Lola.


Deg


Jantung Lola berdegup saat mendengar suara Daren tempat di belakangnya, Lola menoleh ke belakang menatap wajah Daren yang terlihat serius dan terkesan sangar.

__ADS_1


"Kok baru nyadar kalo dudul serem pas marah." batin Lola.


Lola lalu mengalihkan pandangannya kembali ke depan menatap Raffi untuk menghilangkan kecanggungan karena hadirnya Daren di dekatnya.


Melihat kedatangan Daren Raffi sepertinya enggan untuk terus berdebat dengan Lola lebih lama, dia pun pergi meninggalkan lapangan.


"Selamat cantik atas kelulusan kita."bisik Daren di telinga Lola dari belakang membuat bulu kuduk Lola seketika berdiri.


Lola menggeser tubuhnya sedikit menjauh dari Daren. Daren mengernyitkan dahinya.


"Perasaan tadi gue udah pakai Parfum plus deodoran tapi kenapa yank beb ngejauh ya?" batin dari Daren sambil mencium ketiak kanan kirinya dan juga bagian depan kemeja batiknya.


"Perhatian anak-anak semua, untuk menunjukkan rasa syukur kita atas hasil ujian kelulusan mari kita bersama-sama berdoa," ajak kepala sekolah sebelum menutup acara pengumuman kelulusan murid-murid kelas 12.


Semua murid dan guru berdoa dengan khusuk memanjatkan rasa syukur, seketika suasana menjadi hening hanya ada beberapa isak tangis dari para siswa yang masih tersisa.


Isak tangis keharuan atas kelulusan yang mereka dapatkan setelah berusaha keras akhirnya mendapatkan hasil yang maksimal dalam ujian kelulusan.


Daren yang berdiri tepat di samping Lola melirik wajah Lola yang tertunduk dalam doa.


"Apa gue mampu jauh dari lu Yank," rasa sesak tiba-tiba memenuhi sanubari saat batinnya berkata seperti itu.


Ada bening yang berusaha Daren tahan agar tidak keluar. Perpisahan, itulah yang akan terjadi selanjutnya setelah acara hari ini. Bastian papa Daren sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatan Daren sekolah manajemen bisnis di LA.


"Berdoa selesai. Baiklah anak-anak untuk acara selanjutnya bapak mohon tidak ada uforia kelulusan yang berlebihan dan melampaui batas, ikuti peraturan yang sedang berlaku saat ini. Kalian boleh meluapkan rasa kegembiraan tapi ingat kalian harus tetap menjaga perilaku kalian sebagai murid dari SMU Kusuma bangsa ini. Sebelumnya bapak minta maaf dan bapak menutup agenda acara kita hari ini terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," Pak Sahri penutup pidato acara kelulusan para siswa.


Belum ada semenit pak Sahri kepala sekolah turun dari mimbar murid-murid sudah berhamburan tak beraturan saling berlari berpelukan loncat-loncat, bahkan beberapa murid mulai membentuk lingkaran yang besar saling mengaitkan lengan sambil menyanyikan lagu perpisahan.


Manik mata Daren menangkap telapak tangan Lola yang telur ke bawah tepat di sampingnya. Daren lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan sarung tangan jaket kulit warna hitam kemudian memakainya.


"Gak papa gue genggam tangan ayank beb kan ada pelapisnya." batin Daren.


Daren menarik nafas dalam-dalam lalu dengan sekali hembusan dia mengeluarkan nya. Perlahan telapak tangan Daren menyentuh telapak tangan Lola.


Sentuhan itu membuat Lola tersentak kaget dan langsung menoleh ke arah Daren yang terlihat tampak cuek tanpa menoleh ke arahnya. Lola menarik tangannya dari genggaman tangan Daren, tapi Daren menahannya.


"Sudah waktunya semua tahu tentang hubungan kita Yank. Gue gak akan pernah capek untuk terus sayang sama Lo dan terus selalu menjaga lo dan gue ingin bukan cuma Lo yang tau itu, tapi seisi dunia juga tahu." Kata kata Daren benar membuat Lola tak mampu menahan jantungnya terus berdebar karena perasaan cinta sepertinya mengalir dengan sendirinya di seluruh tubuh dan pikiran nya.


"Kita kencan yuk Yank." ajak Daren.

__ADS_1


tawaran yang membuat mata Lola membulat sempurna dan juga membuat tangan Angga mengepal tak jauh di belakang mereka.


LDR kah mereka berdua nanti nya ?


__ADS_2