Off Bucin

Off Bucin
I'm happy you're jealous


__ADS_3

Angga menatap dua bangku di depannya yang masih kosong, wajahnya datar tapi jika dilihat lebih dalam tatapan matanya tampak ada kegelisahan.


"Cendol ma cumi kenapa belum datang juga? Apa mereka berdua pada bolos hari ini? Kemana mereka pergi? Kemarin gue tanya Mama Saroh, Mama bilang nggak tahu kemana mereka pergi." batin Angga gelisah sekaligus penasaran kemana selama liburan kemarin Lola pergi.


"Angga! coba kamu maju ke depan kerjakan soal nomor tiga dan jelaskan pada teman-temanmu cara kamu menemukan jawabannya." perintah Pak Susilo guru MTK mereka.


Angga diam tak menjawab, pandangannya fokus ke papan tulis tapi sebetulnya pikirannya melayang entah kemana hingga dia tidak menyadari Panggilan Pak Susilo.


"ANGGA!" pria Pak Susilo memanggil Angga hingga membuat Angga tersentak kaget.


"Iya saya Pak!" jawab Angga.


"Kamu ini bukannya nyimak pelajaran Bapak, malah bengong aja." sentak Pak Susilo.


"Maju kamu sekarang dan kerjakan soal nomor 3, lalu Jelaskan kepada teman-temanmu." perintah Pak Susilo kembali pada Angga.


Angga beranjak dari duduknya lalu berjalan dengan tenang ke depan kelas sejenak dia menata papan tulis untuk membaca soal yang ada tak kurang dari 1 menit Angga langsung mengerjakan perintah Pak Susilo


"4x + y \= 9


x + 4y \= 6


Jika Nilai y yakni :


y \= (4×6 - 1×9) / (4×4 - 1×1)


y \= (24 - 9) / (16 - 1)


y \= (15) / (15)


y \= 1


dan Nilai x yakni :


4x + y \= 9


4x + 1 \= 9


4x \= 9 - 1


4x \= 8


x \= 2

__ADS_1


Maka Nilai 2x + 3y


\= 2(2) + 3(1)


\= 4 + 3


\= 7 (B)


Jadi jawaban untuk soal 4 x y \=9


x+ y \= 6 adalah 7." jelas Angga sambil meletakkan whiteboard di tangannya di papan tulis.


"Bagus Angga, kamu menjelaskannya dengan sangat rinci sekarang kembali ke bangku mu." Puji Pak Susilo.


"Maaf Pak saya ijin kebelakang." kata Angga dengan suara coolnya.


"Hmmm," jawab Pak Susilo.


Langkah kaki Angga tidak menuju ke toilet melainkan ke belakang gudang sekolah saat sampai di tempat yang dituju tatapan mata Angga jatuh pada tembok setinggi hampir 3 m tempat di mana anak-anak sering melarikan diri untuk bolos, termasuk Lola dan sahabat-sahabatnya.


"Di sini gue pertama kali kembali bertemu lo setelah lebih dari 5 tahun kita pisah. Lu nggak pernah berubah ndol, tapi gue yang berubah dan gue nyesel banget ndol. Kenapa gue mesti berubah sementara perasaan cinta gue ke lu ternyata nggak pernah berubah." gumam Angga sambil terus menatap tembok di depannya.


Angga melangkah maju lebih mendekat pada sisi tembok, sesaat dia mengamati tembok lalu dia berjalan mundur mengambil ancang-ancang. Begitu siap Angga berlari ke arah tembok dan melompat menggapai ujung atas tembok hingga tangannya berpegangan kuat pada puncak pagar tembok dan dia siap melompati tembok.


Sementara di sisi tembok sebelahnya Lola, Juwi Palupi dan Daren sedang memanjat pohon mangga untuk melompati pagar tembok. Lola yang memanjat pohon paling depan sudah menapakkan kaki dan kedua tangannya dengan posisi jongkok.


"AAAAHHHH!!" teriak Lola dan Angga berbarengan.


kepala Angga dengan posisi mendongak keatas tepat berada di bawah tubuh Lola yang berjongkok di pucuk tembok, mereka berdua saling berpandangan dengan wajah sama-sama terkejut juga shock.


BUKKK.


Terdengar suara keras saat Angga melepaskan pegangan tangannya pada tembok hingga membuat tubuhnya langsung meluncur jatuh ke tanah, Sementara karena kaget Lola hilang keseimbangan dan tubuhnya pun jatuh ke tanah tepat berada di atas tubuh Angga yang terlentang.


Posisi mereka saling bertindihan hampir saja bibir mereka bersentuhan jika saja tangan Lola tidak menahan tubuhnya dengan tangan bertumpu di tanah. Sesaat Karena rasa terkejut mereka diam dan saling memandang.


"Jatuh nya bikin ngiri yang liat," celetuk Palupi yang sudah jongkok di atas ujung tembok.


Sementara Juwi yang jongkok di sebelah Palupi dengan mulut terbuka dan mata membulat melihat pemandangan sweet seperti di adegan drakor. Daren yang baru menapakkan kaki kanannya di tembok di buat tercengang dengan apa yang terjadi antara Angga dan Lola.


"Sialan! Napa tuh ayang gue jatuh di batu nisan." sungut Daren terlihat kesal melihat pemandangan yang terjadi di bawah.


"Mau kek gini terus? Nyaman ya." ucap Angga menyadarkan Lola.

__ADS_1


"Hah! Ohh sorry." Lola langsung bangun dari posisinya.


Dadanya terasa berdetak kencang, entah kenapa ada perasaan malu gugup dan juga tidak nyaman.


BUK BUK BUK


Juwi, Palupi dan Daren hampir bersamaan loncat dari pucuk tembok ke bawah


"Ciee...Ciee, Lomut dapat .kasur istimewa buat Crash Landing On Love." suara Palupi menggoda membuat pipi Lola bersemu merah karena malu dan juga tidak enak.


Daren menatap Angga tajam saat Angga sedang bangun dari posisinya dan merapikan baju.Tampak sekali wajah kesal Daren, pandangan mata Daren beralih pada Lola yang masih berdiri menunduk sambil merapikan roknya.


Daren langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka semua menuju kelasnya dengan perasaan jengkel dan kesal saat dia berjalan melewati Lola Daren sempat bergumam.


"Di balik kata ciee yang lu dengar, ada cemburu gue yang meledak-ledak.” gumam Daren sambil berlalu.


Deg.


Detak jantung Lola terasa berhenti saat mendengar kalimat cemburu yang keluar dari bibir Daren.


"Hihihi, bisa cemburu juga toh si dudul. Ihh bikin nagih cemburunya, ternyata dicemburuin itu manis hihihi." batin Lola sambil tersenyum sendiri.


"Wi, tuh teman lu keknya kesambet dia senyum-senyum sendiri, baru juga dapat pelukan nggak sengaja dari si Ucup, apalagi kalau dipeluk beneran bisa Gila dia." celetuk Palupi sambil geleng kepala dia menyangka Lola baper karena Angga.


Angga melirik Lola dan ada senyum tipis yang menyungging di kedua sudut bibirnya.


"Kalian dari dulu nggak mau berubah jadi cewek nggak pernah belajar bertanggung jawab." ketus Angga sebelum pergi meninggalkan mereka bertiga yang saling diam memandang dengan heran mendengar perkataan Angga.


"Dah kek guru aja tuh si ucup plot gitu hahaha." kata Juwi terbahak.


"Mana ada, dia bukan plot tapi garing kriuk ampe bikin Lomut senyum sendiri Wi. Hahaha." timpal Palupi.


TEETTTTTT


Bel pergantian mapel berbunyi dan mereka bertiga bergegas masuk kedalam kelas sebelum guru mapel berikutnya masuk lebih dulu.


Angga terlihat santai berjalan sambil mengulum senyum nakal di bibirnya.


"Lumayan padat berisi, gak kaya dulu mirip papan penggilesan." gumam Angga menatap bagian tubuh Lola dari atas sampai bawah dari belakang dengan otak travelling.


"Astaga! Napa otak gue mesum pagi-pagi gara-gara cendol item." ucap Angga menepis pikiran kotor yang ada di otaknya.


..."Perasaan cinta gue ke cendol itu kayak rokok: sekali hati gue nyoba jadi candu, kalau nggak dicoba bikin penasaran, pas gue ngejauh ninggalin bikin pusing tujuh keliling"...

__ADS_1


...~Angga~...


__ADS_2