Off Bucin

Off Bucin
Assalamualaikum Cinta


__ADS_3

Setelah mengantarkan Abidin kembali ke SMA kumbang tak lupa Daren meminta nomor WA Lola. Hari sudah menjelang pukul 9 malam Daren mulai memacu mobilnya meninggalkan SMA kumbang.


"Gue harus telpon Ayang beb dulu, Dia paling gak suka kejutan." tiba-tiba dia ingat kebiasaan Lola yang tidak suka diberi surprise.


Daren meminggirkan mobilnya menepi di badan jalan.


Daren membuka kontak Lola yang dia beri nama kontak My Princess terbaca sedang on.


08xxxxxxx99


📤 Yang


📤 Kangen....😞


Lima menit Daren menunggu belum ada balasan dari Lola bahkan pesannya pun belum di read. Wajah Daren jelas sekali terlihat resah dengan guratan kerut yang tampak jelas di dahi.


"Please Yang, balas kek WA Gue." gumam Daren memohon entah pada siapa.


"Ayang, bales kek WA Gue. Nunggu balasan wa itu rasanya berat banget karena dalam setiap detik Gue menunggu, Gue simpan beribu-ribu rasa rindu untukmu Yang." ucap Daren mulai terlihat khawatir dan juga cemas.


"Udahlah, mending Gue telepon aja Ayang beb daripada Gue kayak cacing kepanasan gini." monolog Daren.


Daren mengambil nafas dalam lalu tanpa ragu dia menekan calling kontak Lola.


Dering nada tunggu yang terdengar jelas di telinga Daren masih kalah dibanding degup jantung yang bergemuruh di dada Daren.


Tiiitttt


Panggilan di tolak


Tiga kata yang bikin sesak hati Daren manakala panggilan teleponnya di tolak oleh Lola.


"Haiisstt! Ayang beb kenapa nolak panggilan Gue?" Daren makin salting bercampur geram meninju stir mobilnya


TINNNNNNNNN


"Astagfirullah!" seru Daren kaget sendiri karena bunyi klakson yang sangat keras.


Daren mengacak-ngacak rambutnya beberapa kali untuk mengurangi kesal dan cemasnya.


"Astaghfirullah! Kenapa Gue lupa? Ayang beb nggak bakal angkat telepon dari nomor yang nggak dia kenal." tiba-tiba Daren ingat kebiasaan Lola yang tidak pernah mau merespon nomor telepon masuk yang tidak dia kenal.


"Harus Gue kasih kode biar Ayang beb tahu kalau yang wa and telepon dia adalah Gue. Tapi kira- kira apa ya yang masih diingat oleh Ayang beb?" tari pengingat-ingat kembali kalimat apa yang sering dipakai saat chat dengan Lola.


"Yess dapat, Gue yakin kalau gue chat dengan kalimat itu dia pasti bakal inget kalau itu Gue." girang Daren sambil mengangkat kepalan tangan tempat di depan dadanya.


Daren luar biasa senang saat menemukan kata-kata yang tepat untuk jadi kode buat Lola bahwa yang chat adalah dia. Jari jemari lincahnya langsung mengetik kalimat itu dan mengirimkan nomor WA Lola.


📤. Satu titik, tanda koma

__ADS_1


Kamu cantik sapa yang punya.


Dengan harap-harap cemas Daren menunggu balasan dari Lola.


***


Bunyi genjrengan suara gitar dari teras depan yang dibawakan oleh Hamid dan teman-temannya menjadi gangguan tersendiri buat Lola yang sedang sibuk membuat video untuk tik tok nya.


"Haaiiissstttt, udah yang nyanyi suara fals, itu kunci nada gitar kenapa pake kunci biola lagi!!" kesal Lola mulai terganggu dengan hiburan perusak telinga persembahan Hamid & friends.


Ting.


Lola melirik hp nya sesaat melihat pesan wa masuk, matanya hanya memicing tatkala memperhatikan nomor asing yang mengirim wa di ponselnya. jiwa keponya pun mendorongnya untuk melihat isi pesan yang baru saja masuk.


📥 Yang


📥 Kangen....😞


"Dih horor, kenal aja gak kok kangen," ucap Lola sinis membaca pesan whatsapp yang tak lain dari Daren.


Lola kembali sibuk dengan proyek videonya, tak berapa lama nada dering telepon berbunyi membuat Lola mengangkat HPnya dan melihat nomor telepon yang ternyata sama dengan nomor yang baru saja mengirim pesan di Whatsapp-nya.


"Ckckck, fans horor." ucap nya cuek.


Belum ada 5 menit kembali ada notif pesan di whatsapp-nya.


📥 Satu titik, tanda koma


Kamu cantik sapa yang punya.


Jantung Lola langsung berdebar saat membaca kalimat itu, wajahnya terlihat seperti tak percaya tampak tegang dengan mata membulat menatap layar hp-nya.


Lola menggenggam erat benda pipih yang ada di tangannya. Tanpa terasa kedua sudut matanya berembun dengan dada turun naik.


"Su-Su-Sueb?" ucap Lola lirih dengan bibir bergetar dan air mata yang tak bisa ditahan meluncur di pipinya.


Lola langsung membalas pesan wa tersebut.


📤. By?


📥. Alhamdulillah 😭! Yang temuin Gue di danau biasa please 🙏


📤. Iya Gue otw skrg


Lola langsung berganti pakaian menyambar jaket jeans yang tergantung di belakang pintu kamar dan memakai hijab instan, sambil tak lupa menyambar kunci motor yang tergeletak di atas meja belajar.


Duk Duk Duk Duk


Lola setengah berlari menuruni tangga hingga membuat Saroh yang sedang menonton TV di ruang keluarga dibuat bingung melihatnya.

__ADS_1


"Mau ke mana Neng? Udah malam buru-buru amat?" tanya Saroh beranjak dari duduknya.


"Keluar bentar Mah, pintunya kunci aja. Kuncinya taruh di pot. Assalamualaikum Mah" pesan Lola sambil berpamitan.


Dengan kecepatan cukup tinggi Lola mengendarai motornya menuju tempat di mana dia dan Daren akan bertemu. sepanjang perjalanan hati dan pikiran Lola campur aduk tak karuan.


"Ini mimpi apa nyata sih?" tanya Lola pada diri sendiri saat memacu motornya.


"Masbo, kalau ternyata ini cuma mimpi itu lebih baik Gue pastiin untuk mengetahui walau nanti nya mengecewakan ketimbang Gue kepo dan berharap kepada sesuatu yang tak pasti." batin Lola meyakinkan dan juga menghibur dirinya.


Tepat jam 21.20 malah sampai di tempat tujuan. Begitu selesai memarkirkan motornya dia bergegas berjalan di tempat biasa dia dan Daren bertemu sebelum kecelakaan yang menimpa Daren terjadi.


"Astaghfirullah! Kenapa dada Gue kek gini, Kenapa gue gugup?" ucap Lola mulai diserang rasa panik.


Langkah Lola tiba-tiba terhenti dia berusaha menarik nafas dalam untuk menata hati dan perasaannya. Detak jantungnya cukup kencang mengacaukan nyali cuek yang selama ini melekat di label dirinya.


"Bismillahirohmanirohim." Dengan mengucap basmalah Lola kembali melangkahkan kakinya dengan lebih yakin bahwa semua terserah pada apa kehendak Allah SWT.


"By.," panggil Lola saat sampai di tempat pertemuan mereka.


Lola tak mampu menahan genangan air di kedua sudut matanya yang kini meleleh kembali membasahi kedua pipinya, saat netranya menangkap Daren yang sedang berdiri menatap danau sambil menyilangkan tangan di depan dadanya.


Tubuh Daren langsung terbalik begitu Lola menyapanya dengan panggilan By.


"Apa kabar hatimu By?" tanya Lola lirih dengan suara bergetar berusaha keras untuk menahan tangisnya pecah.


Daren menatap wajah cantik Lola di bawah pantulan cahaya bulan dan lampu-lampu taman yang berdiri berjejer rapi di pinggir danau.


"Subhanallah, ada bidadari cantik dari mana?" ucap kagum Daren dengan sorot penuh binar cinta.


"Assalamualaikum cinta. Kabar hatiku tidak sedang baik-baik saja, ku harap tidak demikian dengan kamu Yang," ucap Daren kemudian.


...****Banyak sudah kulewati****...


...****Kisah cinta lain****...


...****Tapi tak seindah kamu****...


...****Kau tlah sandarkan hatiku****...


...****Hinggaku memilih****...


...****Dirimu dihatiku****...


...****Takkan pernah lagi kutemukan****...


...****Cinta yang sama seperti kamu****...


...****Kau berikan aku cinta****...

__ADS_1


...****Berikan aku rasa****...


__ADS_2