Off Bucin

Off Bucin
Luluh Juga


__ADS_3

Awan hitam masih berarak di atas langit, gumpalan-gumpalan kecil seperti membentuk sebuah lukisan perpaduan antara biru abu-abu putih dan gelap berarak mengikuti arah angin berhembus.


Daren menstandarkan motornya lalu dia turun berjalan mendekat kearah motor Angga yang hanya beberapa langkah. Tatapan mata Darren tak lepas dari manik mata Angga yang juga menatap tajam kepadanya.


"Mau apa lo?" Angga bertanya menatap kecut ke wajah Daren.


"Gue mau antar pacar gue, itu mau gue." jawab Daren sambil balik bertanya dengan nada sinis.


"Pacar? Sejak kapan kalian jadian?" Angga bertanya sambil mengerutkan dahinya.


Lola yang melihat suasana tidak kondusif karena emosi 2 cowok yang ada di dekatnya, segera langsung turun dari motor Angga.


"Siapa suruh lu turun cendol? Naik nggak!" perintah Angga pada lola terkesan arogan.


Lola mengacuhkan perintah Angga, dia berjalan meninggalkan kedua cowok yang sedang aduh urat leher. Daren berbalik badan meninggalkan Angga mengejar Lola.


"Tunggu La." seru Daren tapi tak membuat langkah Lola berhenti, dia tetap berjalan tanpa arah yang jelas hanya mengikuti langkah kaki.


"Apa lu malu ngakuin gue, kalau gue adalah pacar lu di depan mantan lo!" teriak Daren seketika menghentikan langkah Lola dan membuat Angga terkejut kaget.


Lola berbalik badan menatap tajam ke arah Daren dengan wajah datar lalu dia berjalan melangkah menghampiri Darren. Angga meminggirkan motornya lalu berjalan mendekat ke arah mereka berdua.


"Gue nggak pernah malu kalau ngakuin hubungan kita di depan siapapun, termasuk dia. Tapi gue malu kalau harus melihat kalian ribut di tempat umum hanya gara-gara gue. Ngerti lo." ujar Lola menatap Darren dan Angga bergantian.


Deg


Jantung Angga terasa berdetak kencang sekali dan tiba tiba seperti berhenti karena ucapan yang keluar dari bibir lola, sebuah pengakuan yang dia tidak duga sama sekali.


"Mereka jadian." batin Angga tak percaya.


"Oh ya satu lagi, jangan peduliin gue mau pulang naik apa dan sama siapa, yang jelas gue nggak akan pulang bareng salah satu dari kalian berdua." lanjut Lola lalu berbalik badan dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua yang diam terpaku.


"Seharusnya lo nggak perlu peduli lagi sama dia, karena sejak lo buang dia itu artinya Lola nggak ada lagi dalam hidup lu. Dan gue minta, mulai saat ini jangan pernah lu deketin pacar gue." pesan Daren dengan nada menekankan.


"Apa hak lu ngelarang gue deketin dia? Apa hanya karena lu pacar dia, terus lu akan kekang kebebasan dia untuk bergaul dengan siapa aja? Kalau lo pacar Lola harusnya lu tahu watak cendol sebenarnya. Oh ya satu lagi, gue bilang sama lu selama janur kuning belum melengkung di depan rumah dia, gue nggak akan pernah nyerah untuk dapetin hati cendol item kembali." balas Angga lalu berbalik badan dan meninggalkan Daren menuju motornya.


"Sialan, anak Sasuke itu berani nantang gue. lihat aja gue nggak akan pernah gue lepasin Lola sampai kapanpun." janji Daren pada dirinya sendiri.


Angga lalu pergi dengan motornya mengambil arah yang berlawanan dengan arah Lola mengambil jalan.Sementara Daren mengikuti Lola, dia menuntun motornya berjalan beriringan yang di samping Lola yang berjalan pincang sedikit menyeret kakinya.

__ADS_1


"Yank, please jangan begitu." ucap Daren lirih dengan nada menyesal tak tega melihat Lola yang bajunya basah dengan luka di kakinya.


Lola tak menghiraukan Daren dia tetap berjalan dengan Kaki pincang nya menatap lurus ke depan dengan bibir terkatup.


"La, gue tau gue salah. Tapi gue nggak bisa ngendaliin rasa cemburu gue. Hanya karena gue cemburu, bukan berarti gue tak mempercayai lu yank. Gue hanya takut kehilangan lu beb." ungkap Daren mengeluarkan isi hatinya saat ini.


Lola tetap diam seribu bahasa dengan bibir manyun sesenti, ucapan Darin seperti angin lalu yang berhembus di udara dingin jelang sore ini.


"Ngambeknya udahan dulu ya beb? Nanti boleh kok dilanjut lagi dah terserah lu, tapi sekarang senyum dulu biar dunia nggak ikutan murung, mana langit masih mendung lagi beb. Udara nya dingin makin dingin liat ngambek nya kamu Yank." bujuk Daren tak patah semangat.


"Bodo." saut Lola sinis tanpa menoleh ke arah Daren.


" La lu jangan lama marah ya beb gue bener-bener gak tahan nih yank." keluh Daren sambil meringis seperti menahan sakit .


Lola melirik Daren dengan ujung matanya.


"Gaje." cetus Lola tak berhenti melangkah.


"Apanya yang gak jelas Yank, jelas- jelas aku nggak tahan kok kalau liat kamu marah. Mau tau gak kenapa beb?" tanya Daren memancing perhatian Lola.


Lola menghentikan langkahnya, menoleh ke arah Daren sambil menatap tajam.


"Lu tuh yank kalau lagi marah makin lucu, makin gemas, dan makin bikin tambah sayang. Kalau gini gimana gue mau pindah ke orang lain?" rayu Daren sambil tersenyum Baby Face ke arah Lola.


Deg.


Jantung Lola berdebar dengan tatapan dan juga senyum serta kata-kata Daren, hatinya benar-benar dibuat melambung dengan sosok cowok gokil di depannya yang kini sudah menjadi pacarnya.


"Sarap lu." saut Lola membuang mukanya sambil menyembunyikan senyum.


"Iya La, gue terlalu dalam mencintai lo sampai nggak sadar kalau gue sudah tergila-gila sama lu. Jadi gue mohon, please berhenti marah dan naik tukidi. Gue nggak ingin sinar matahari dengan senyum indah di wajah lu hilang lagi jadi mendung yang menggantung di bibir lo." ucap Daren memasang wajah serius memohon.


"Dasar kang gombal." ucap Lola sambil mencibur.


"Tapi suka kan." saut Daren tersenyum lucu.


"Buruan, mau pulang apa mau hujan-hujanan. tuh udah gerimis." ucap Lola sambil cemberut.


"Kehujanan juga gak masalah, kan ada lu beb yang ngangetin hehehe." canda Daren terkekeh.

__ADS_1


"Ngapain lu minta gue ngangetin minta aja ama kompor malah lebih panas noh." balas Lola tersenyum.


"Yaelah yank, gitu amat sih lu nyautinnya, masa iya Doi lu yang keren kayak gini lu suruh pelukan sama kompor bisa meleduk ntar tuh kompor saking girang nya di peluk cogan kek gue." puji Daren sambil menyentil kerah jaketnya.


"Dih ngaku cogan, dilihat dari mana coba kalau cogan wleee?" ejek Lola sambil menjulurkan lidahnya.


"Dari ujung rambut sampai ujung kaki lah Yank." balas Daren membusungkan dada dengan bangga.


"Denger ya Sueb, kalo lu cogan gue nggak bakal terima cinta lu." kata Lola datar.


"Terus lu terima gue karena apa?" tanya Daren penasaran.


"Lu cowok langka jadi perlu gue lestarikan biar gak punah hahaha." jawab Lola terbahak.


"Ogeb lu, gatain gue cowok langkah. Lo pikir gue Meganthropus Paleojavanicus apa." jawab Daren mendengus.


"Hahaha sejenis itu Eb, tapi lu paling ganteng diantara mereka hahaha." saut Lola terbahak.


Daren mendekatkan wajahnya lebih dekat ke arah Lola. Hembusan nafas dari hidung Lola mengusap pori-pori kulitnya membuat debaran hebat di jantung keduanya.


"La, lu tau cinta gue sama lu tidak seperti hujan yang hilang pada waktunya, karena cinta gue ke lu takkan pernah hilang ditelan waktu. Terlebih lagi cinta gue ke lo akan semakin bertambah seiring derasnya jatuhnya air hujan dari langit yang sering tak terbendung jadi siapkan hati lu buat wadah cinta gue sampai akhir waktu memisahkan kita karena garis takdir yang mengakhiri umur kita pada waktunya." ucap Daren mesra.


Daren melepaskan jaket kulit yang dia pakai lalu dia pakai kan pada Lola.


"Jaga tubuh lo tetap hangat karena gue nggak bisa bikin hangat tubuh dengan pelukan gue." ucap Daren tulus penuh perhatian.


Lola tersenyum sambil menatap Darren dengan sinar haru di matanya.


"Terima kasih Eb lo mau jaga cinta dan kehormatan gue sampai kata sah diantara kita." balas Lola.


"Gue janji akan jaga itu cantik, tapi gue minta sama lu. Jangan sekali lagi lo dandan kayak gini, gue takut lu nggak cuma jatuh ke Lumpur tapi jatuh ke pelukan cowok lain." ucap Daren serius.


"Anjjayyy, segitu nya Sueb cemburu. Iyaa, gue janji gak bakal dandan lagi kecuali kalau udah jadi nyonya Daren hehehe." balas Lola.


"Nah itu baru betul beb, gue emang gak salah jatuh cinta ma lu. Dah yuk beb kita pulang." ajak Daren mulai naik motor trail nya.


Lola lalu naik motor dengan Daren berboncengan, langit sore yang mendung di hiasi rintik hujan berbanding terbalik dengan perasaan 2 insan sejoli yang sedang dimabuk cinta.


..."Aku tahu alasan ku sekarang bahagia adalah karena aku ada di samping kamu untuk sekarang dan seterusnya"...

__ADS_1


...~Daren❤Lola~...


__ADS_2